Achyar89’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sebuah Tanya dari Soe Hok Gie

semeru

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

(Puisi Soe Hok Gie)

Sebuah renungan buat yang mengaku sebagai aktifis

Sekitar tahun 60an, seorang mahasiswa Universitas Indonesia bernama Soe Hok Gie begitu menginspirasi banyak orang dengan tulisan-tulisan kritikan yang dimuat di surat kabar. Gie, seorang pemuda keturunan tiongohoa yang bakat humanistik begitu peka.

Kondisi politik Indonesia (tahun 60an) yang kacau tak membuat Gia lantas berdiam diri saja. menyadari bahwa Ia merupakan bagian dari elemen masyarakat, Gie berjuang mencari keadilan dengan cinta yang ia miliki kepada bangsa ini, yaitu Indonesia.

“Aku ingin agar mahasiswa-mahasiswa ini menyadari bahwa mereka adalah “the happy selected few” yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus juga menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya.”

(Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran)]
csd

benar kawan! kita adalah mahasiswa yang masih disubsidi oleh masyarakat Indonesia. lantas, apakah kita hanya berdiam diri saja ketika melihat rakyat mendirita. Korupsi, kriminal, dan kekacauan seakan ritual suci di bangsa ini.

sungguh mengherankan, bagi kita yang mengaku sebagai agent of change, tapi tak pernah terbesit bergerak untuk melawan tirani.

mungkin sekarang, tidak ada lagi-lagi Gie di era modern ini. Mungkin tak ada lagi yang peduli akan nasib rakyat Indonesia? dimana Gie-Gie selanjutnya?

Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu tuntut perubahan
bersatu tekad dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa orba

marilah kawan mari kita berjuang
di tangan kita tergenggam arah bangsa
ayolah kawan ayo kita dendangkan
sebuah lagu tentang perubahan

di bawah topi jerami
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

di bawah topi jerami
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu tuntut perubahan
bersatu tekad dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa orba

marilah kawan mari kita berjuang
di tangan kita tergenggam arah bangsa
ayolah kawan ayo kita dendangkan
sebuah lagu tentang kebebasan

di bawah rezim tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

di bawah rezim tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

bagiku suatu langkah pasti
MEMORIAN+SOE+HOK+GIE
(semoga kita mampu mengembalikan ruh-ruh perjuangan mahasiswa yang sesungguhnya)
hidup mahasiswa!! hidup rakyat indonesia!

November 6, 2009 Ditulis oleh achyar89 | sastra, tak terlupakan | | No Comments Yet

G-30 September = Gempa (30/09/09)

Badan Geologi: Gempa Pariaman Tidak Berpotensi Tsunami
pariaman-kala-senja

Rabu, 30 September 2009 | 20:51 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Dr Surono menduga gempa yang terjadi sore tadi di Sumatera Barat, kemungkinan tidak berdampak tsunami. Pasalnya pusat gempa berada pada kedalaman 80 kilometer, berpusat 45 kilometer dari Kota Padang dengan kekuatan 7,6 Richter versi USGS. Pusat gempa itu sendiri diperkirakan berjarak 8,5 kilometer dari garis pantai barat Sumatera.
gempa
Saat ini dia mengaku belum berhasil mengontak sejumlah pengamat gunung yang berdekatan di kota itu seperti di Gunung Marapi dan Gunuing Talang. Kendati satu-satunya informasi yang diterimanya berasal pesan pendek (SMS) dari pengamat di Bukit Tinggi.

Pengamat yang kini tidak bisa dikontaknya lagi, sempat mengabarkan skala kekuatan gempa yang terjadi di Bukti Tinggi yakni antara IV-V MMI. Dengan skala kekuatan goncangan itu, paparnya, kerusakan tetap bisa terjadi untuk bangunan yang tidak tahan gempa.

Surono yang saat dihubungi masih berada di Yogkarta untuk mengikuti rangkaian pembukaan Museum Gunung Api di Merapi mengaku khawatir atas skala kerusakan yang mungkin terjadi. Dia membandingkannya dengan gempa yang melanda Jawa Barat. “Struktur tanah di sana bekas endapan gunung api, mirip seperti di Jawa Barat,” katanya.

Dia sudah menyiapkan tim untuk segera berangkat ke Padang untuk menyisir kerusakan akibat gempa itu esoknya. “Saya sudah koordinasi tim akan berangkat besok ke sana,” katanya.

Oktober 10, 2009 Ditulis oleh achyar89 | BERITA | | & Komentar

Bicara dengan bahasa hati

keys-heart

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.

Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya
dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.

**************************************************

Hari Ini.

Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan
kritikan. Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena
tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang
terbuang percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan
tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan
terjadi. Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
“Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah.”

Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku
tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata: “Aku tidak punya waktu”
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk
apapun. Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.

Agustus 27, 2009 Ditulis oleh achyar89 | tak terlupakan, tentangku | | 1 Komentar

Mencari Pakaian Kebahagiaan

6132_1174009560682_1541348762_30441832_3727311_n
Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya.

Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.

Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”

“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. “Dan aku tidak mau kau kembali tanpa pakaian itu. Atau, kepalamu akan kupenggal !!

Mendengar titah sang Raja, prajurit itupun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.

Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.
“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang raja tampak memuncak.
Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.

Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?

Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”
***
Teman, bisa jadi, memang tak ada pakaian yang bernama kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan, seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir, dalam bentuk-bentuk yang sederhana, dan dalam wujud-wujud yang bersahaja.

Seringkali memang, kebahagiaan tak di temukan dalam gemerlap harta dan permata. Seringkali memang, kebahagiaan, tak hadir dalam indahnya istana-istana megah. Dan ya, kebahagiaan, seringkali memang tak selalu ada pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita, gemerlap lampu kristal yang kita miliki, dan indahnya jalinan sutra yang kita sandang.

Seringkali malah, kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. Seringkali rasa itu muncul pada rumah-rumah kecil yang orang-orang di dalamnya mau mensyukuri keberadaan rumah itu. Seringkali, kebahagiaan itu hadir, pada jalin-jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada Ilahi.

Sebab, teman, kebahagiaan itu memang adanya di hati, di dalam kalbu ini. Kebahagiaan, tak berada jauh dari kita, asalkan kita mau menjumpainya. Ya, asalkan kita mau mensyukuri apa yang kita punyai, dan apa yang kita miliki.
Adakah “pakaian-pakaian kebahagiaan” itu telah Anda sandang dalam hati? Temukan itu dalam diri.

~dan kebahagiaan sejati adalah
buah kesabaran yang kita petik dari pohon pengalaman
kita mengunyahnya, menelannya, dan menjadikannya energi~

Agustus 27, 2009 Ditulis oleh achyar89 | Human Interest | | No Comments Yet

oposisi baik atau burukkah?

IMG_1359
Interval21, Bandung — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Bandung Raya melakukan aksi di depan Gedung Sate, Bandung, (27/07/09). Aksi ini dilakukan untuk menyikapi hasil pemilu presiden 2009 dengan menyatakan sikap dengan “menutup mulut” sebagai bentuk keprihatinan terhadap proses demokratisasi Indonesia kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pilpres kemarin.
Menurut Mei Susanto, Wakil Presiden Mahasiswa Unpad, pemilu presiden dinilai buruk. Pasalnya, permasalahan DPT (daftar pemilih tetap) tak kunjung dituntaskan. Sehingga, jutaan rakyat Indonesia tidak bisa memilih lantaran tidak terdaftar. KPU—sebagai lembaga penyelenggara pemilu dinilai tidak profesional.
Selain itu, masa menuntut kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla untuk menunaikan janji mereka hingga masa pergantian pemerintahan pada (20/10/09). “Masih banyak janji-janji mereka yang belum terealisasi. Kami hanya ingin mengingatkan janji mereka. Jangan hanya mengumbar janji,” ujar Reza Utsman, mahasiswa Unpad.
Pasca terpilihnya SBY-Boediono sebagai presden dan wakil presiden periode 2009—2014, banyak partai yang dulunya oposisi—merapat ke dalam pemerintahan SBY. “Kami takutkan jika semua partai yang dulu oposisi menjadi manut dan tidak ada lagi pihak oposisi dalam pemerintahan. “Kami menuntut agar dibentuk oposisi dalam rangka mekanisme check and balances. Sudah saatnya para elit negeri ini tidak banyak mengumbar wacana. Sekarang waktunya untuk bekerja,” tambah Reza.

Agustus 1, 2009 Ditulis oleh achyar89 | BERITA | | No Comments Yet

Memandang Hidup dengan Pikiran Positif

positive-thinking
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan
belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya
dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta
anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet
di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya
gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan
berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini
mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia
Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu
dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu
:

“Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan” Ibu
itu kemudian menutup matanya.

“Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak
ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?”
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung
berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; “Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah
ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa
ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu
kasihi”.

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang,
napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung
cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

“Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran
disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu
cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu”.

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

“Sekarang bukalah mata ibu” Ibu itu membuka matanya “Bagaimana, apakah
karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?”

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Aku tahu maksud anda” ujar
sang ibu, “Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak
negatif dapat dilihat secara positif”.

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang
kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg
dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog
terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP
(Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut
Reframing, yaitu bagaimana kita ‘membingkai ulang’ sudut pandang kita
sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu
caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Berikut ini beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan,
karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu
artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu
artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja
dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena
itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup
makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu
artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu
artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu
artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10. Untuk semua masalah dan penderitaan hidup yang saya alami, karena itu
artinya saya memiliki pengharapan hidup kekal yang penuh sukacita di
surga.

Juli 27, 2009 Ditulis oleh achyar89 | Human Interest, agama | | 1 Komentar

TIDAKKAH INI LUCU???

Selamat pagi semua …. just share.

Have a nice day …

6292_1154387710148_1541348762_30382055_7612281_n

Lucu ya,
uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila dibawa
ke kotak amal mesjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket

Lucu ya,
45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir, tapi
betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola

Lucu ya,
betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa
cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop

Lucu ya,
susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa
atau sholat,tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan
(gossip) bila ketemu teman

Lucu ya,
betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan
badminton favorit kita, tapi betapa bosannya bila
imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya,
susah banget baca Al-Quran 1 juz saja, tapi novel
best-seller lebih dari 100 halaman pun habis dilalap

Lucu ya,
orang-orang pada berebut paling depan u! ntuk nonton
konser tapi berebut cari shaf paling belakang bila
Jumatan agar bisa cepat keluar

Lucu ya,
kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya
agar bisa disiapkan di agenda kita, tapi untuk acara
lain jadwal kita gampang diubah seketika

Lucu ya,
susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah,
tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip

Lucu ya,
kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi
kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-Quran

Lucu ya,
kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email, tapi bila
ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua-kali

Lucu ya,
semua orang penginnya masuk surga tanpa harus
beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa
tapi….

LUCU YA ?! ketawa n grogi

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang
mu’min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang
besar dari Allah.” (QS. 33:47)

Juli 27, 2009 Ditulis oleh achyar89 | agama | | & Komentar

KEKUATAN SHOLAT SUBUH

subuh-2
Di antara sholat lima waktu, sholat shubuh punya keistimewaan sendiri. Sholat itu dilakukan di awal perjalanan harian kita melawan diri sendiri. Melawan kantuk dan alas. Sedang sholat-sholat lain secara umum dilakukan dalam kondisi terjaga. Tentu dengan pengecualian bagi mereka yang seluruh harinya adalah tidur. Sholat shubuh adalah kekuatan. Kekuatan yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang kuat. Kita menjadi benar-benar kuat bila mengambil sumber kekuatan dari Yang Maha Kuat. Maka sholat shubuh, pada dasarnya ini adalah soal bagaimana mengambil energi dari langit. Sholat shubuh adalah perlawanan. Perlawanan yang hanya bisa dimenangkan oleh rang-orang kuat. Ketika syetan mengubah telinga-telinga manusia menjadi kubangan lumpur, orang-orang lemah terlelap kembali. Dan pagi berlalu tanpa sempat mengambil energi kekuatan. Sementara orang-orang kuat bergegas dengan semangatnya melawan tipu daya syetan, mengurai tiga ikatan itu satu demi satu. Sumber kekuatan harian itu dimulai dari sini. Di shubuh itu. Satuan-satuan waktu yang kita pakai untuk bertarung menundukkan kehidupan ini adalah satuan harian. Maka setiap hari pula kita memasuki dunia baru, hidup baru, masalah baru, suasana baru, dan tantangan baru. Maka setiap hari pula kita memerlukan kekuatan baru, kesegaran baru, semangat baru untuk mengawali segala tantangan yang baru. Sumber kekuatan harian itu dimulai dari sini.

Di shubuh ini. Perlawanan terbesar dalam hidup dimulai dari sini. Dari perlawanan kita terhadap diri sendiri di shubuh yang dingin dan menenggelamkan. Setelah itu, semuanya menjadi ringan. Hubungannya dengan shubuh? Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An Nisa’:142). Lalu Rasulullah menegaskan, sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah sholat isya’ dan sholat shubuh. Sebuah perjuangan harus kita mulai dari sini.
Di subuh ini. Bila lagi dan lagi subuh kita terlambat, kita hanya akan melengkapi deretan generasi belakangan yang jelek dan menyia-nyiakan sholat. Negeri ini hanya akan bisa bangkit di tangan orang-orang kuat, yang punya energi subuh. Semoga kita semua punya energi itu, energi subuh yang hanya dimiliki oleh orang-orang kuat.

Juli 27, 2009 Ditulis oleh achyar89 | agama | | & Komentar

Bila Aku Jatuh Cinta

jatuh-cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Juli 25, 2009 Ditulis oleh achyar89 | sastra, tak terlupakan, tentangku | | 1 Komentar

PEMILU PRESIDEN; Tua itu pasti! Tapi dewasa itu pilihan.

pilpres2009

Bandung—Pemilu Presiden Indonesia 2009 telah usai. Rabu, (08/07/09), warga Negara Indonesia telah menggunakan hak pilihnya. Masyarakat pun sudah menentukan pemimpin Indonesia di TPS (tempat pemungutan suara,pen) di masing-masing daerah. Entahlah, siapa yang mereka pilih pada pilpres kemarin. Tapi yang jelas, salah satu hak warga Negara Indonesia; ikut berpartisipasi dalam politik telah ditunaikan. Pemilu kali ini bisa dikatakan cukup sukses. Walaupun jika ditelisik lebih dalam, masih banyak kekurangan. Mulai dari DPT (daftar pemilih tetap) yang masih bermasalah, kecurangan, kekurangan surat suara bagi pemilih yang menyontreng dengan menggunakan KTP, dan sebagainya.
Sampai detik ini, hasil perolehan suara dari tabulasi KPU belum diumumkan. Setidaknya, terhitung dua minggu dari sekarang, barulah KPU bisa merampungkan hasil perolahan suara yang dihitung secara manual. Setelah itu, bisa dipastikan siapa yang menjadi pemenang pada pilpres kemarin. Who’s the next president of Indonesia? Megawati-Prabowo; SBY-Boediono; atau JK-Wiranto? Kita (baca:bangsa Indonesia) akan mengetahui hasilnya pada tanggal 22 Juli mendatang.
Sembari menunggu real count dari tabulasi KPU, lembaga survey seperti; LSI, LP3ES, dan lembaga survey lainnya telah melakukan quick count sejak pencontrengan usai dilakukan pukul 13.00 siang. Dan hasilnya, pasangan SBY-Boediono keluar sebagai pemenang menurut hasil survey. Pasangan dengan nomor urut 2 ini, memperoleh suara lebih dari 60% dan meninggalkan jauh pesaingnya. Akan tetapi, agaknya hasil yang spektakuler tersebut tak membuat SBY bangga dan mengklaim bahwa ia telah menang. Sejauh ini, beliau hanya bisa mensyukuri serta menunggu hasil real count yang dikeluarkan KPU.
Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, apakah hasil quick count yang dikeluarkan oleh lembaga survey akan sama dengan hasil real count KPU? Secara akademisi, akurasi statistik mampu mencapai angka 70-90%. Itu artinya, bisa dikatakan bahwa hasil quick count tidak akan jauh berbeda dari hasil real count. Apalagi, ilmu statistik bukanlah ilmu baru. Melainkan telah diuji akurasinya berkali-kali. Apakah itu survey dalam hal kependudukan, tenaga kerja, kesehatan, dan lain-lain.
“Cukup Satu Putaran Saja.” Agaknya kini slogan tersebut kini telah terbukti. SBY-Boediono telah meraup 60% lebih suara. Sehingga jelas, bahwa pemilu kali ini cukup dilaksanakan satu putaran saja. Jika benar pada tanggal 22 Juli mendatang, SBY-Boediono terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2009-2014, maka selayaklah mereka mendapatkan ucapan selamat atas keberhasilan dalam pilpres kali ini. Tak terkecuali yang menjadi pesaing mereka. Sudah saatnya, kita (bangsa Indonesia) mulai dewasa, dan menerima hasil pemilu ini dengan lapang dada. Apalagi Negara yang mengaku menjunjung demokrasi. Sudah saatnya, kita menghargai pilihan masyarakat. Budaya “siapa kalah, siap menang” dalam berkompetisi harus menjadi karakter yang menunjukkan kedewasaan kita.
Rasanya, patut kita mencontoh kedewasaan berpolitik yang terjadi di Amerika Serikat. Pasca pemilu presiden kemarin, Barack Obama keluar sebagai presiden terpilih. Lalu, apa yang dilakukan pesaingnya, Mc. Chain? Dengan lapang dada, Mc. Chain mengakui keunggulan lawannya. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Kita sebagai bangsa Indonesia, patut tersenyum karena kedewasaan berpolitik telah mulai tampak. Terbukti, Jusuf Kalla (pesaing SBY) memberikan ucapan selamat kepada SBY atas keberhasilan SBY. Lalu, bagaimana dengan kubu Megawati? Sampai detik ini (ketika berita ini ditulis) Megawati belum memberikan ucapan selamat kepada SBY. Kapan? Kita tunggu saja.
Akankah Megawati kelak menjadi pihak oposisi dalam pemerintahan yang dipimpin SBY? Jawaban tersebut patut kita tunggu. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan oposisi. Tentunya hal ini akan menjadi warna tersendiri dalam pemerintahan. Akan tetapi, semua warga Negara (dalam hal ini termasuk oposisi) berkewajiban memberikan kontribusi untuk Negara kita. Tak peduli peran besar atau peran kecil. Selama kita memberikan yang terbaik untuk Indonesia, agama, dan dunia.
“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang-orang di sekelilingnya.”
Jika kita masih enggan untuk berkontibusi walau kontribusi kecil, berarti kita tidak memahami apa sebenarnya tujuan diciptakan kita, sebagai manusia. “Dan tak Kuciptakan jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (Adzariyat:56)
Inti hidup itu ibadah, kawan! Jika kita meniatkan hal kebaikan, Insya Alloh akan bernilai ibadah. Wallahu’alam.

Mahfud Achyar
Bandung, 09 Juli 2009
22:49 am

Juli 11, 2009 Ditulis oleh achyar89 | BERITA, politik | | No Comments Yet