AQUA Grup Luncurkan Program Suara Tirtha Emerging Photographers (STEP)

Laporan oleh: Mahfud Achyar

Processed with VSCO with a6 preset
Malam presentasi karya 10 peserta workshop storytelling AQUA x Suara Tirtha Emerging Photographers pada Senin, (30/1/2017) di AQUA Danone Menara 2 Cyber, Jakarta. 

JAKARTA – AQUA Grup meluncurkan program Suara Tirtha Emerging Photographers (STEP) sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kemajuan fotografer muda di Indonesia yang karyanya diharapkan dapat menginspirasi publik untuk lebih peduli pada lingkungan. Bentuk dari program yang dimulai sejak 26-30 Januari ini adalah workshop storytelling dengan tema “CARE” yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat.

Proses seleksi peserta dilakukan dengan mengumumkan kegiatan ini secara resmi melalui website dan media sosial guna menjaring para fotografer muda dari seluruh Indonesia. Dari hasil seleksi, terpilih 10 fotografer yaitu, 1) Muhammad Ibnu Chazar – Karawang, Jawa Barat; 2) Esther Hasugian – Bogor, Jawa Barat; 3) Himawan Listya Nugraha – Banyumas, Jawa Tengah; 4) Bhima Pasanova – Jakarta, DKI Jakarta; 5) Danis Arbi Meigantara – Tangerang, Banten; 6) Risma Afifah – Jakarta, DKI Jakarta; 7) Eva Fauziah – Depok, Jawa Barat; 8) Muhammad Ihsan Mulya Pratama – Solo, Jawa Tengah; 9) Ajeng Dinar Ulfiana – Jakarta, DKI Jakarta; serta 10) Muhammad Ridwan – Padang, Sumatera Barat.

Ben KC Laksana, salah seorang juri tamu yang menyeleksi para pendaftar cukup terkesima dengan kualitas karya yang dikirimkan oleh para calon peserta. “Banyak dari karya mereka tidak hanya mempertunjukkan wawasan dan pengalaman estetika visual, namun juga komitmen terhadap proyek yang sangat personal dan dedikasi,” ungkap Ben.

Kesepuluh fotografer terpilih akan didampingi oleh dua mentor, yaitu Yoppy Pieter dan Muhammad Fadli dalam menafsirkan tema “CARE”. Selain itu, selama workshop, setiap peserta akan ditantang untuk menginterpretasikan sebuah tema ke dalam bentuk visual. Metode tersebut menuntut setiap peserta menjadi storyteller berbekal pemikiran kritis terhadap fenomena di sekitar mereka.

Salah satu hal yang menarik dari workshop ini, adalah lokasi penyelenggaraan acara di kawasan Ciherang yang merupakan salah satu penyangga konservasi Jakarta. Di daerah ini, AQUA Grup juga menjalankan operasionalnya dan mengembangkan berbagai program sosial dan lingkungan terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan berbagai pihak.

Workshop ini mengajak para peserta mengunjungi kawasan konservasi yang diinsiasi AQUA Grup. Para peserta akan melihat secara langsung program-program sosial dan lingkungan AQUA Grup dalam menjaga kawasan konservasi Ciherang. Setelah melakukan kunjungan, peserta mendapatkan kuliah umum mengenai tema “CARE” yang menjadi spirit AQUA Grup.

Yoppy Pieter, mentor workshop storytelling STEP menjelaskan bahwa setiap peserta akan mengajukan ide story yang berkaitan dengan tema. “Story yang mereka ajukan bisa mengangkat beberapa program sosial dan lingkungan di sekitar kawasan Ciherang maupun hal-hal lain di luar kegiatan tersebut selama mereka mampu menerjemahkan konsep CARE dalam project mereka,” papar Yoppy.

Lebih lanjut, Yoppy menceritakan bahwa pada hari kedua hingga hari keempat, seluruh peserta harus sudah mengeksekusi project mereka. Pada hari terakhir, yaitu Senin, (30/1/2017) para peserta akan melakukan presentasi di hadapan para tamu undangan di kantor pusat AQUA Grup

Sebagai seorang mentor, Yoppy akan membagi pengetahuannya mengenai visual storytelling kepada para peserta workshop. Selain itu, para peserta workshop juga dituntun menjadi fotografer yang memiliki critical thinking. “Jadi program ini tidak hanya membahas fotografi dari segi teknis, namun sebuah program yang memperkenalkan tentang etika dan estetika dalam pembuatan sebuah proyek photostory. Hal ini yang akan ditekankan agar mereka nantinya sebagai visual storyteller akan lebih peka terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka yang meliputi aspek sosial, budaya, maupun lingkungan,” terang Yoppy.

Sementara itu, Muhammad Fadli menambahkan bahwa output dari workshop storytelling STEP yaitu berupa photostory yang memperlihatkan narasi visual yang dirangkum dalam bentuk slideshow dan photobook yang menjadi medium komunikasi yang mudah dicerna oleh masyarakat luas.

Melalui kegiatan workshop storytelling STEP, Fadli berharap para fotografer muda mendapatkan pengetahuan mengenai storytelling serta memiliki semangat kompetisi melalui sistem submisi. “Sejak awal pendaftaran peserta sudah digiring memiliki pemikiran kritis terhadap tema CARE dan pandangan mereka terhadap fotografi hari ini. Lalu ke depannya kita berharap bahwa program pendidikan ini mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri peserta dalam menyampaikan gagasan mereka,” imbuh Fadli.

Sementara itu, Ridzki Noviansyah yang juga juri tamu menambahkan bahwa para fotografer muda yang terpilih diharapkan dapat menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Tentang Workshop Storytelling STEP

Suara Tirtha Emerging Photographers (STEP) yang diselenggarakan ini merupakan wujud untuk memajukan pendidikan dan perkembangan budaya visual di Indonesia. STEP tidak sebatas workshop storytelling yang membekali peserta dengan teori photostory, namun setiap peserta akan diberi tanggung jawab dalam mengelola dana hibah untuk mendanai proyek mereka selama program workshop berlangsung.

Tentang AQUA

AQUA merupakan pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia yang didirikan pada tahun 1973. Sebagai perwujudan visi dan komitmen dalam mengelola operasional secara bertanggung jawab dalam sosial dan lingkungan, AQUA mengembangkan inisiatif AQUA Lestari yang terdiri dari empat pilar yaitu, Pelestarian Air dan Lingkungan, Praktik Perusahaan Ramah Lingkungan, Pengelolaan Distribusi Produk serta Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

AQUA adalah bagian dari kelompok usaha DANONE, salah satu produsen produk makanan dan minuman terbesar di dunia.   Di Indonesia sendiri, unit usaha DANONE meliputi tiga kategori utama, yaitu minuman (AMDK dan minuman ringan non karbonasi),  Nutrisi untuk Kehidupan Awal (Nutricia dan Sari Husada dengan produknya seperti SGM, Vita Plus, Lactamil, dan Vitalac), serta nutrisi medis. Laporan keberlanjutan AQUA dapat diakses melalui www.aqua.com.  Untuk masukan serta keluhan pelanggan, dapat disampaikan melalui AQUA Menyapa 08071588888 atau melalui Facebook Sehat AQUA dan www.aqua.com.

Informasi mengenai mengenai workshop ini dapat Anda baca pada: http://www.AQUA.com. Ikuti juga lini media sosial kami: Facebook Fan Page: AQUA LESTARI | Instagram: @aqualestari | Twitter: @aqua_lestari #CARE #AQUASTEP #AQUALESTARI

Pameran Kelas Inspirasi Jakarta 2016: “Berani Bermimpi, Berani Menginspirasi”

 

Processed with VSCO with a6 preset
Chiki Fawzi dan Band pada pembukaan pameran foto dan video Kelas Inspirasi Jakarta, Kamis, (10/11/2016) di Qubicle Center, Senopati 79, Jakarta Selatan. 

JAKARTA, INDONESIA – Tahun ini, Pameran Foto dan Video Kelas Inspirasi Jakarta yang ke-2 kembali digelar dengan mengusung tema “Berani Bermimpi, Berani Menginspirasi”. Jika pada tahun sebelumnya para pengunjung pameran hanya sebatas menikmati karya fotografi dari relawan Kelas Inspirasi Jakarta, maka pada tahun ini panitia akan menyuguhkan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengunjung tidak hanya sekadar melihat karya fotografi melainkan juga dapat berinteraksi secara langsung dengan para fotografer. Hal tersebut memungkinkan terjadi karena pameran yang dikurasi oleh Yoppy Pieter ini memilih konsep photo story.

Barangkali tidak banyak masyarakat umum yang mengetahui terminologi photo story. Secara sederhana, photo story merupakan serangkaian foto yang dilengkapi dengan narasi dan caption (80% foto, 10% narasi, dan 10% caption). Konsep photo story dipilih lantaran panitia ingin mengajak para pengunjung (khususnya yang belum pernah terlibat menjadi relawan Kelas Inspirasi) untuk turut hadir pada momen-momen berharga, inspiratif, dan berkesan selama penyelenggaran Kelas Inspirasi Jakarta ke-5 pada (2/05/2016) lalu.

Setidaknya, ada 880 relawan pengajar, 220 tim dokumentator (fotografer dan videografer), serta 89 fasilitator yang terlibat aktif guna menyukseskan Hari Inspirasi yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Para relawan Kelas Inspirasi disebar ke berbagai Sekolah Dasar (SD) dengan kategori sekolah marjinal dan satu Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) di Jakarta.

Relawan Kelas Inspirasi, merupakan para profesional dalam bidangnya masing-masing yang bercerita kepada para siswa-siswi Sekolah Dasar mengenai profesi mereka. Tidak hanya sekadar bercerita, mereka juga memberikan semangat, motivasi, dan asa agar generasi harapan bangsa berani menggapai cita-cita mereka. “Barangkali, bagi para relawan mereka hanya diminta untuk cuti satu hari bekerja. Namun sesungguhnya kehadiran mereka di tengah para siswa-siswi pada Hari Inspirasi sangatlah bermakna. Berbagi cerita, berbagi pengetahuan, serta berbagai pengalaman kepada siswa-siswi SD agar kelak mereka menjadi orang-orang yang hebat,” ujar Harry Anggie S. Tampubolon, Ketua Pameran Foto dan Video Kelas Inspirasi Jakarta 2016.

Sebagai informasi, Kelas Inspirasi (www.kelasinspirasi.org) merupakan program turunan dari Indonesia Mengajar (www.indonesiamengajar.org) yang memfasilitasi para profesional untuk berkontribusi secara nyata memajukan pendidikan di Indonesia. Kelas Inspirasi pertama kali diselenggarakan pada (25/04/2012) secara serentak di 25 Sekolah Dasar di Jakarta dan akan terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya.

Kelas Inspirasi sudah dilaksanakan lebih dari 100 kali di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Gerakan ini terus berjalan dari tahun ke tahun. Kabar menggembirkan ternyata program sejenis Kelas Inspirasi telah banyak diselenggarakan di berbagai daerah dengan nama-nama yang berbeda. Kendati demikian, kami berkeyakinan bahwa semua gerakan yang ada memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pameran Foto dan Video Kelas Inspirasi Jakarta ke-2 akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November hingga 19 November 2016 di Senopati 79 a Qubicle Center, Jalan Senopati No. 79, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Harry, Qubicle Center dipilih sebagai lokasi pameran tahun ini lantaran Qubicle Center merupakan salah satu tempat pusat kreativitas di Jakarta. Sebagai platform yang berdiri berdasarkan kerja sama dengan para komunitas seluruh Indonesia, Qubicle mendukung para konten kreator dan komunitas dengan adanya fasilitas di Qubicle Center. Oleh sebab itu, pihak Qubicle berbaik hati menyediakan fasilitas Qubicle Center guna mendukung terwujudnya Pameran Foto dan Video Kelas Inspirasi Jakarta 2016. “Selain sebagai pusat kreativitas, Qubicle Center dipilih karena lokasinya berada di kawasan ramai seperti SCBD (Sudirman Centran Bussiness District) serta mudah dijangkau dengan menggunakan moda transportasi umum,” jelas Harry.

Selain Qubicle, Pameran Kelas Inspirasi Jakarta 2016 juga didukung oleh PGN, SKK Migas, Conoco Phillips, Dapur Icut, Printerous serta Seagate. Dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan pameran tahun ini merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk terus menebar kebaikan, khususnya dalam bidang pendidikan.

Secara spesifik, tujuan dilaksanakan Pameran Kelas Foto dan Video Inspirasi Jakarta 2016 yaitu untuk menyosialisasikan kegiatan positif yang digawangi oleh lebih dari 2000 relawan Kelas Inspirasi selama 5 tahun ke belakang. Selain itu, pameran tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh relawan, siswa-siswi, guru, dan sekolah yang telah merasakan manfaat Kelas Inspirasi.

Selain pameran, kegiatan lain yang dapat diikuti oleh para pengunjung yaitu talkshow/workshop fotografi dan sharing session Kelas Inspirasi Jakarta. Tidak hanya itu, pengunjung juga akan dihibur dengan penampilan musik dari musisi tanah air. Pembukaan pameran pada Kamis, (10/11/2016) pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB akan dimeriahkan dengan penampilan musik yang dibawakan oleh Celtic Room, Chiki Fawzi, dan Archie Wirija. Sementara untuk penutupan pada Sabtu, (19/11/2016) pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB akan dimeriahkan dengan penampilan musik yang dibawakan oleh Syahravi, Westjamnation, Huhu Popo, Resha and Friends, Nia Aladin, serta Juma & The Blehers.

Sementara itu, adapun 17 pameris yang terlibat pada pameran ini terdiri dari 13  fotografer yaitu Aad M. Fajri, Agil Frasetyo, Bagas Ardhianto, Bhima Pasanova, Darwin Sxander, Deasy Walda, Desi Bastias, Desita Ulfa, Dimitria Intan, M. Khansa Dwiputra, Ruben Hardjanto, Shofiyah Kartika dan Silvya; 3 videografer yaitu Fahiradynia Indri, Agus Hermawan, dan Yuni Amalia; serta 1 mural artis yaitu Popo Mangun. Sebagian besar dari mereka bukanlah fotografer dan videografer profesional. Ada yang masih berstatus mahasiswa, ada yang bekerja sebagai konsultan, dan lain sebagainya. Pun demikian, karya-karya mereka yang nanti akan dipamerkan patut untuk mendapatkan diacungi jempol. Informasi lebih detil mengenai profil singkat para fotografer dan videografer dapat dilihat pada situs berikut: http://pameranki.kelasinspirasijakarta.org/.

“Kami berharap melalui Pameran Foto dan Video Kelas Inspirasi Jakarta 2016, semakin banyak orang-orang baik di negeri ini yang peduli dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Kami berkeyakinan bahwa para generasi bangsa yang saat ini duduk di bangka Sekolah Dasar kelak akan menjadi generasi yang gemilang. Oleh sebab itu, kita semua tanpa terkecuali berkewajiban untuk memastikan agar para penerus bangsa mendapatkan akses pendidikan yang baik, merata, dan berkeadilan sosial,” tutup Harry.