Nusa Indah dan Memori Masa Kecil


2018-02-0312.45.311
Mussaenda (Nusa Indah)

Hari ini, usai makan siang, saya memutuskan untuk bergegas ke mushola yang lokasinya persis berada di tengah kompleks Wisma Tenang Kementerian Dalam Negeri di Puncak, Bogor.

Ketika hendak wudhu, sepasang mata saya tertuju pada bunga berwarna merah yang tumbuh sumbur di pekarangan mushola. Agaknya, saya pernah melihat bunga tersebut di suatu tempat.

Ah ya, itu bunga yang sama dengan bunga yang pernah ditanam mama di pekarangan rumah.  Bunga yang memiliki tekstur lembut pada daunnya tersebut merupakan salah satu bunga favorit mama saya. Hampir setiap hari, mama selalu menyiramnya setiap pagi dan petang. Ia berharap bunga kesayangannya selalu mekar sehingga selalu menarik hati untuk dipandang tanpa perasaan jenuh.

Waktu itu saya masih kecil. Saya tidak tahu banyak nama-nama dan jenis-jenis bunga di negera tropis seperti Indonesia. Saya hanya tahu bunga mawar dan bunga melati. Sebab, kedua nama bunga tersebut dijadikan lagu anak-anak yang biasa dinyanyikan di Taman Kanak-Kanak.

Tentang bunga berwarna merah tadi, saya pernah bertanya pada mama apa nama bunga tersebut. Mama pernah mengatakannya dengan sangat jelas. Saya pun pernah mengingatnya kala itu. Ya, saya hapal betul nama bunga itu. Namun sayang, ketika di usia dewasa seperti sekarang, ingatan saya tidak setajam dulu. Saya berupaya keras mengingatnya. Tapi tidak membuahkan hasil yang menggembirakan.

Untunglah saya memiliki seorang sahabat yang berprofesi sebagai biologist. Padanya, saya bertanya nama bunga tersebut dengan mengirimkan foto ke akun sosial media miliknya. Nama teman saya itu Pipit. Selang beberapa menit, Pipit pun membalas pesan saya. “Oh, nama bunga itu mussaenda,” jelas Pipit dengan menyelipkan istilah yang populer di bidang Biologi.

Membaca penjelasan Pipit, rasa penasaran saya kian membuncah terhadap bunga mussaenda. Saya pun mencari tahu lebih lanjut tentang bunga mussaenda di laman pencarian. “Oh ya, ternyata nama popoler bunga mussaenda yaitu bunga nusa indah,” gumam saya dalam hati.

Ya, nusa indah. Nama itu sangat familiar untuk saya. Sewaktu kecil, ketika saya bertanya pada mama tentang bunga kesukaannya. Mama bilang, “Mama suka bunga nusa indah. Bunga ini spesial untuk mama.”

Kini, setelah bertahun-tahun lamanya, memori tentang mama dan nusa indah kembali hadir dalam ingatan saya. Nostalgia masa kecil. Saya bersyukur hadir pada workshop kehumasan di Wisma Tenang, Puncak Bogor. Agaknya, workhop ini menjadi jembatan yang menghubungan antara waktu sekarang dan kenangan indah pada masa lampau. Kata Peter Pan, “You are my happy thought.” Bunga nusa indah adalah happy thought saya bersama mama.

 

Puncak, 3 Februari 2018

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s