Ahok dan Tersendatnya Komunikasi Krisis


(Sumber foto: http://ributrukun.com/post/ahok-si-inspirasiku-1458646838)
(Sumber foto: http://ributrukun.com/post/ahok-si-inspirasiku-1458646838)

Beberapa hari ke belakang dan mungkin beberapa hari ke depan, berita-berita di media massa akan dipenuhi pemberitaan mengenai isu penistaan agama yang dialamatkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Isu tersebut bermula ketika video Ahok, begitu beliau akrab disapa, menjadi viral di lini sosial media lantaran pernyataan beliau mengenai “…dibodohi dengan surat Al-Maidah 51.” Silakan tonton video lengkapnya pada tautan: https://www.youtube.com/shared?ci=tHI6wFdWl-Y.  Kontan pernyataan tersebut menuai kontroversi di tengah masyarakat. Hampir sebagian besar masyarakat khususnya warga DKI Jakarta murka dengan pernyataan tersebut. Dampaknya gelombang protespun tidak dapat dihindarkan, tidak hanya dilayangkan di media sosial namun aksi turun ke jalanpun takdapat terelakkan. Berbagai organisasi masyarakat memenuhi jalan-jalan protokol di Jakarta untuk menyuarakan protes kepada Basuki Tjahja Purnama.

Menurut saya, protes dari masyarakat barangkali tidak dapat direduksi. Namun paling tidak dapat diminimalisasi andai saja ketika itu Bapak Basuki langsung minta maaf serta tidak berkelit dengan berbagai pledoi tentu dampaknya tidak serunyam sekarang. Namun apa boleh buat, nyatanya tidak semua lapisan masyarakat yang menerima ungkapan maaf dari beliau.

Tidak lama setelah video dugaan penistaan agama tersebut ramai diperbincangkan, dibagi, dan dikomentari di sosial media, Ahok pun membuat pernyataan bahwa apa yang ia sampaikan sama sekali tidak bermaksud menodai kepercayaan umat Islam. Barangkali ia ingin memasang badan dan membuat pembenaran. Namun nyatanya setelah dianalisis secara linguistik, tidak dapat disangkal lagi bahwa memang ia melakukan kekeliruan.

(Sumber: Official Fanpage @AhokBTP)
(Sumber: Official Fanpage @AhokBTP)

Dalam kasus ini, saya tidak bermaksud menjadi hakim yang berwenang menyatakan salah atau benar. Posisi saya pada kasus ini yaitu sebagai orang yang mencermati dalam perspektif komunikasi krisis. Andai saja saya menjadi bagian dari tim Ahok, maka saya tentu tidak akan gegabah dalam melontarkan pernyataan atau sikap. Kendati demikian, saya juga tidak ingin membiarkan isu berkembang liar menjadi diskursus yang kontraproduktif.

Jika boleh memberikan masukan, saya akan kaji lebih dahulu pernyataan Ahok pada saat kunjungan ke Pulau Seribu. Jika memang ditemukan ada kekeliruan maka langkah yang bisa diambil yaitu minta maaf dari hati yang terdalam. Sebagai pejabat publik, tentu bukan aib untuk minta maaf. Saya rasa masyarakat akan lebih jernih menilai bahwa siapa pun pernah melakukan kesalahan, tidak terkecuali seorang Ahok. Hal positif lainnya Ahok akan menerima simpati dari masyarakat dengan sikapnya yang rendah hati dan mau mengakui kesalahan. Sayangnya yang terjadi justru sebaliknya. Ahok memang mengakui kesalahan namun sebelum itu ia melakukan pembenaran seolah-olah ia ‘bersih’ dari perbuatannya yang terlanjur melukai hati banyak orang.

Andai saja Ahok bisa lebih berstrategi, tentu ia tidak seterpuruk sekarang. Sejujurnya, saya mengapresiasi kerja-kerja hebat beliau dalam memajukan kota Jakarta. Namun nyatanya tidak semua orang hanya menilai kerja seseorang melainkan juga dari sikap dan perkataan. Saran saya semoga tim Ahok, khususnya tim komunikasi beliau, dapat memetik hikmah dari pelajaran “Surat Al-Maidah Ayat 51”. Sejatinya sebagai publik figur, lebih-lebih sebagai pejabat publik, kita harus mampu memilih dan memilah perkataan yang tepat untuk diperdengarkan di ruang publik.

Saya juga berharap unjuk rasa pada tanggal 4 November 2016 nanti dapat berlangsung damai. Ya, setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat dan dilindungi konstitusi. Saya berharap bangsa ini senantiasa aman, penuh toleransi, dan dapat hidup nyaman dalam bingkai keberagaman.

Ditulis saat perjalanan ke kantor.
Jakarta, 2 November 2016.

Mahfud Achyar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s