Photo Story: “Aku dan Masa Depanku”

Oleh: Mahfud Achyar

Collage - Photo Story
Collage – Photo Story Kelas Inspirasi Jakarta 5 (Foto paling atas sebelah kiri diambil oleh: Yeni Suryati)

Sebuah pepatah mengatakan, “A picture is worth a thousand words.” Rasanya saya sependapat dengan pepatah tersebut. Terlebih pada hari Senin, (2/05/2016) lalu, saya berkesempatan mengabadikan momen berharga selama kegiatan Hari Inspirasi di SDN Cijantung 07 Pagi Jakarta Timur.

Hari Inspirasi merupakan hari di mana para relawan Kelas Inspirasi bertemu dengan siswa-siswi Sekolah Dasar untuk berbagi cerita mengenai profesi mereka.

“Bangun Mimpi Anak Indonesia,” begitulah semangat yang menggelora dalam setiap jiwa para relawan.

Mereka berkorban waktu satu hari dengan harapan agar kelak generasi penerus bangsa menjadi generasi yang mampu membuat ibu pertiwi tersenyum. Para relawan, mereka datang dari berbagai profesi dan rehat sejenak dari rutinitas pekerjaan hanya untuk memastikan bahwa Indonesia masih memiliki orang-orang baik dan masih peduli dengan dunia pendidikan Indonesia.

Mengutip perkataan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan, “Relawan tak dibayar bukan karena tak bernilai tetapi karena tidak ternilai.” Cuti satu hari, menginspirasi seumur hidup. Hanyalah itu yang mereka harapkan. Tidak lebih, tidak kurang.

Kelas Inspirasi adalah sub-program yang digagas oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar yang memfasilitasi para profesional untuk turut ambil bagian menjadi penggerak kemajuan pendidikan Indonesia. Kendati hanya satu hari, semoga waktu yang singkat tersebut dapat memberikan secercah cahaya kebaikan demi menunaikan janji kemerdekaan Indonesia, “Mencerdaskan kehidupan bangsa!”

Tahun ini merupakan tahun ketiga bagi saya menjadi relawan Kelas Inspirasi. Saya bergabung menjadi relawan Kelas Inspirasi Depok 2 pada tahun 2014 dengan mendaftar menjadi Inspirator. Selanjutnya, berbekal pengalaman menjadi Inspirator, pada tahun berikutnya, 2015, saya beranikan diri untuk menjadi Fasilitator Kelas Inspirasi Jakarta 4.

“Menjadi relawan Kelas Inspirasi itu candu!” Tahun 2016, ketika pendaftaran Kelas Inspirasi Jakarta 5 dibuka, saya pun mendaftar pada hari pertama pendaftaran sebagai relawan Fotografer. Menjadi relawan fotografer adalah tantangan baru untuk saya. Walaupun saya sudah terbiasa dengan dunia fotografi, nyatanya mendokumentasikan kegiatan Kelas Inspirasi tetap saja membuat saya deg-degan. Saya khawatir tidak dapat menyajikan kualitas foto yang baik. Saya cemas bila kamera saya tidak berfungsi dengan baik. Namun saya beranikan diri dan berkata kepada hati saya, “Oke, saya akan melakukan yang terbaik semampu yang saya bisa.”

PS. Silakan unduh file pdf yang berisi photo story karya saya. Tautan: PHOTO STORY – AKU DAN MASA DEPANKU

Advertisements

Indonesia Berbagi!

Source: http://unmine.pley.com/
Source: http://unmine.pley.com/

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berbagi merupakan kata kerja yang berarti pemakaian secara bersama atas sumber daya, ruang, dan sebagainya. Sebagai makhluk sosial, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Untuk itu, berbagi adalah hal yang tidak dapat kita sangkal sebab menjadi bagian dari individu itu sendiri.

Debasish Mridha, penulis buku “Sweet Rhymes from Sweet Hearts” memiliki pendapat indah mengenai cinta, kepedulian, dan berbagi. Dalam bukunya, ia menulis, “Love, caring, and the spirit of kindness always bring happiness. Our greatest happiness depends on what we love, how we care, and how we share.” Sejatinya, berbagi membuat kita merasakan kebahagiaan yang mendalam (heartwarming) yang barangkali tidak dapat dinilai dari sesuatu yang bersifat artificial.

Frasa berbagi menjadi semangat yang ingin kami sampaikan kepada siapa pun: tanpa ada batasan gender, usia, latar belakang pendidikan, dan profesi. Semua orang sebetulnya dapat berbagi. Namun yang membedakannya adalah, tools apa dan cara seperti apa yang digunakan untuk berbagi? Bagi orang yang memiliki kemampuan finansial yang baik, barangkali ia dapat berbagi melalui materi yang ia punya. Bagi seorang penulis, ia dapat berbagi melalui tulisannya yang menggugah. Bagi yang papah sekalipun, ia dapat berbagi dengan memberikan senyum dan mendoakan kebaikan. Kadang, hal-hal sederhana yang kita lakukan tanpa kita sadari adalah bentuk lain dari berbagi.

Barangkali kita dapat belajar dari sosok seperti Helvy Tiana Rosa yang berbagi melalui dunia kepenulisan atau dari Muhammad Yunus yang berhasil mengembangkan social entrepreneur. Semua upaya yang dilakukan berbagai entitas tersebut semata-mata untuk memberikan perubahan yang jauh lebih baik dan signifikan untuk masyarakat, lingkungan, dan dunia. Oleh karena itu, berbagi adalah syarat mutlak untuk membuat kita menjadi manusia yang seutuhnya, menjadi manusia yang takhanya sekadar ada, dan menjadi manusia yang memberikan kebermanfaatan untuk sesama. Berbagi tidak membuat kita menjadi miskin. Justru dengan berbagi, Tuhan akan menambahkan kenikmatan untuk kita. Tentunya kita berharap amal berbagi akan menjadi bekal berharga untuk kita menyongsong hidup setelah mati.

Terakhir, kami sampaikan selamat membaca! Salam care, share, inspire!