Social Movement

Anies Baswedan
Anies Baswedan

According to Paul van Seeters and Paul James defining a social movement entails a few minimal conditions of ‘coming together’:

“(1.) the formation of some kind of collective identity; (2.) the development of a shared normative orientation; (3.) the sharing of a concern for change of the status quo and (4.) the occurrence of moments of practical action that are at least subjectively connected together across time addressing this concern for change. Thus we define a social movement as a form of political association between persons who have at least a minimal sense of themselves as connected to others in common purpose and who come together across an extended period of time to effect social change in the name of that purpose.”

social movement, loosely organized but sustained campaign in support of a social goal, typically either the implementation or the prevention of a change in society‘s structure or values. Although social movements differ in size, they are all essentially collective. That is, they result from the more or less spontaneous coming together of people whose relationships are not defined by rules and procedures but who merely share a common outlook on society.

All definitions of social movement reflect the notion that social movements are intrinsically related to social change. They don’t encompass the activities of people as members of stable social groups with established, unquestioned structures, norms, and values. The behavior of members of social movements does not reflect the assumption that the social order will continue essentially as it is. It reflects, instead, the faith that people collectively can bring about or prevent social change if they will dedicate themselves to the pursuit of a goal. Uncommitted observers may regard these goals as illusions, but to the members they are hopes that are quite capable of realization. Asked about his activities, the member of a social movement would not reply, “I do this because it has always been done” or “It’s just the custom.” He is aware that his behaviour is influenced by the goal of the movement: to bring about a change in the way things have “always” been done or sometimes to prevent such a change from coming about.

Source http://www.britannica.com/EBchecked/topic/551335/social-movement

Peran Mahasiswa dalam Organisasi Kemahasiswaan

99CDLE

 

Ketika mendengar kata mahasiswa, hal yang terpikir adalah bahwa mahasiswa merupakan salah satu lapisan masyarakat yang diidentik dengan intelektual yang cerdas, pola pikir yang kritis, dan semangat perubahan yang hebat. Rasanya paradigma yang seperti itu perlu dipertahankan agar citra mahasiswa tetap menjadi pioneer dalam setiap perubahan. Tentunya perubahan yang lebih baik. Namun, terkadang pioneer tersebut menjadi taktumbuh karena ada hal yang menghambatnya.

Mahasiswa terkadang sulit mengaktualisasikan perannya sebagaimana mestinya. Ada beberapa faktor yang menghabat itu semua. Di antaranya mahasiswa telah terdoktrin menjadi mahasiswa yang kaku dengan sistem pendidikan yang telah dicanangkan pemerintah. Mahasiswa terdoktrin karena paradigma klasik bagaimana itu kuliah. Dampak dari doktrin-doktrin tersebut melahirkan tipe mahasiswa yang pasif. Pasif dalam artian mereka kurang peka terhadap berbagai masalah yang terjadi disekitarnya. Baik itu dilingkungan kampus, masyarakat dan negara. Tentunya fenomena ini akan mematahkan kepekaan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang terjadi disekitarnya. Mereka akan beranggapan bahwa apapun yang terjadi diluar sana bukanlah sesuatu yang penting. Makanya perlu sekali memupuk kembali kesadaran mahasiswa tentang peran sesungguhnya sebagai civitas akademika.

Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki indeks prestasi yang bagus. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut menjadi kupu-kupu yang indah yang nantinya terbang dengan sayap yang menarik hati dan rupa yang menawan. Mahasiswa nanti akan terjun dalam lingkungan masyarakat. Makanya perlu proses pematangan terlebih dahulu.

Kampus merupakan miniatur yang membantu pematangan tersebut. Kenapa? Karena banyak hal yang dapat kita pelajari dikampus. Tidak hanya sekedar mata kuliah dengan ratusan sks yang harus dilunasi. Tetapi juga proses pembelajaran menjadi manusia yang peduli terhadap lingungan sekitar, tidak apatis dan menjadi mahasiswa yang kritis. Kalau bicara peran mahasiswa itu berarti kita bicara sebuah mimpi. Karena ketika mahasiswa telah memainkan perannya sebagaimana mestinya maka mimpi sebagai agent of change akan terwujud tanpa disadari. Tidak gampang untuk memainkan peran tersebut. Mahasiswa harus memiliki sifat open minded, berwawasan luas, independent, dan kritis. Jika sifat itu telah ada dalam diri mahasiswa maka perubahan itu akan datang.

Kampus itu ibarat miniatur bernegara. Di sana ada yang memegang kekuasaan, ada yang mengontrol kekuasaan dan ada pemikir-pemikir untuk peubahan. Mahasiswa merupakan salah satu komponen penting di negara kecil itu. Mahasiswa adalah pemikir-pemikir perubahan yang bergerak tanpa imbalan. Berjuang ikhlas tanpa pujian.
Untuk memainkan peran mahasiswa sebagai pioneer perubahan maka perlu wadah yang akan melatih kematangan peran mahasiswa. Lalu apa wadah itu? Wadahnya adalah organisasi. Kenapa organisasi? Karena di organisasi melatih kita untuk merancanakan kebaikan, melatih kita menjadi pemikir yang hebat dan melatih kita untuk menjadi paramecium yang hebat. Kenapa paramecium? Seorang filsuf pernah berkata bahwa paramecium itu begitu mulia. Ia mampu menjernihkan air yang kotor sekalipun. Ia mampu memberikan kebeningan ketika lingkungannya telah buruk. Peranan mahasiswa begitu banyak dalam oraganisasi kemahasiswaan.

Mahasiswa adalah motor penggerak perubahan yang akan menetukan alur kemajuan yang mereka impikan. Mahasiswa adalah sebagai pengontrol setiap tindakan yang kurang tepat dari kebijakan-kebijakan penguasa. Mahasiswa yang merangkai mimpi-mimpi kebaikan. Karena hidup itu bicara kebaikan. Mahasiswa merajut kebaikan dengan peran tulusnya sebagai penggerak. Melangkah bersama. Berjuang untuk perubahan yang lebih baik. Hidup mahasiswa!

Mahfud Achyar