Menikmati Keindahan Pulau Lombok di Puncak Gunung Rinjani


Oleh: Mahfud Achyar

Gunung Rinjani
1. Savana Sembalun – 2. Sunset di Plawangan Sembalun – 3. Danau Sagara Anak – 4. Plawangan Sembalun (Foto oleh: Mahfud Achyar)

Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan sejuta pesona yang seolah tidak ada habis-habisnya untuk dijelajahi. Bagi Anda yang merindukan vitamin sea, Anda akan disuguhkan dengan keindahan pantai-pantai di Lombok yang berpasir putih. Sangat cocok untuk Anda yang ingin menarik diri dari kejenuhan rutinitas yang takberkesudahan.

Bosan dengan wisata pantai, Anda bisa bertualang ke gunung tertinggi di NTB, yaitu gunung Rinjani. Selain menjadi gunung tertinggi di NTB, gunung Rinjani juga dinobatkan sebagai gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah gunung Jayawijaya di Papua dan gunung Kerinci di Jambi. Puncak gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 mdpl (meter di atas permukaan laut) sangat layak untuk Anda kunjungi.

Percayalah, Anda tidak akan menyesal bila memutuskan untuk bertualang ke gunung Rinjani. Saya pernah ke sana tahun kemarin, tepatnya pada bulan Mei 2015. Bagi saya, petualangan ke gunung Rinjani merupakan salah satu momen terbaik dalam hidup saya. Sebuah pengalaman hidup yang barangkali akan saya ceritakan kepada anak dan cucu saya kelak. Oleh karena itu, jika Anda yang masih ragu untuk menentukan destinasi liburan tahun 2016, gunung Rinjani adalah pilihan yang tepat. Namun, tentunya pengalaman perjalanan setiap orang berbeda-beda. Saya yakin, setiap kita memiliki cerita-cerita yang unik, berbeda, dan pastinya sarat dengan nilai-nilai kehidupan.

Waktu terbaik untuk mendaki gunung Rinjani yaitu sekitar bulan Mei hingga Agustus. Untuk itu, jauh-jauh hari sebelum pendakian, Anda disarankan untuk mempersiapkan diri dengan sangat baik. Mengutip perkataan Andrea Hirata, “Preparation perfect performance.” Menurut saya, pendakian tidak melulu soal kita berhasil mencapai puncak gunung. Namun yang lebih penting adalah, kita bisa kembali pulang dengan selamat. Saya selalu ingat pesan dari sahabat saya, “Jangan pernah berpikir untuk menaklukkan gunung. Bukan gunung yang harus kita taklukkan, melainkan ego dan kesombongan kitalah yang harus ditaklukkan.” Takheran, banyak para pendaki bernasib konyol karena kurangnya persiapan pendakian seperti kehabisan makanan dan minuman, hipotermia, dan sebagainya. Bukankah sudah seyogyanya kita mengantisipasi hal-hal di luar perkiraan kita?

Lantas, apa saja yang harus kita persiapkan sebelum mendaki? Berdasarkan pengalaman saya mendaki gunung-gunung di Indonesia, setidaknya ada tiga persiapan yang harus Anda perhatikan sebelum mendaki gunung yaitu persiapan logistik, persiapan fisik, serta persiapan mental.

Pertama, persiapan logistik berupa peralatan kelompok dan peralatan individu. Jauh-jauh hari sebelum pendakian, Anda harus memastikan bahwa semua perlengkapan logistik yang dibutuhkan sudah tersedia. Kedua, persiapan fisik dilakukan dengan rutin berolahraga seperti lari dan berenang. Kedua olahraga tersebut akan membantu fisik Anda menjadi prima dan sehat. Ketiga, persiapan mental menjadi faktor penting selama pendakian. Anda akan ditantang dengan medan pendakian yang menanjak, landai, dan curam. Setiap medan memiliki tantangan masing-masing. Kadang mungkin timbul perasaan ciut dari dalam diri Anda. Namun yakinlah, justru tantangan-tantangan tersebut yang membuat Anda menjadi lebih berani. Be brave!

Ada beberapa jalur pendakian menuju puncak gunung Rinjani. Di antaranya jalur Senaru, jalur Sembalun, dan jalur Torean. Ketiga jalur tersebut tentu memiliki keistimewaan berbeda-beda. Rasanya kurang bijak bila kita harus membandingkan bahwa jalur Sembalun lebih bagus dibandingkan jalur Senaru, jalur Senaru lebih bagus dibandingkan Torean, dan seterusnya. Namun lazimnya, para pendaki biasanya memilih pergi melalui jalur Sembalun dan pulang melalui jalur Senaru. Anda bebas memutuskan jalur mana yang akan Anda pilih.

Sebagai bahan pertimbangan, jalur pendakian Senaru merupakan jalur pendakian yang cukup ramai. Anda akan melewati hutan hujan tropis yang rimbun dan rindang. Jalur Senaru juga sering digunakan oleh masyarakat adat untuk melakukan ritual adat/keagamaan di puncak Rinjani atau danau Sagara Anak. Sementara jalur Sembalun merupakan jalur favorit para pendaki karena keindahan savana Sembalun yang tiada duanya. Berbeda dengan Senaru dan Sembalun, jalur Torean tidak begitu banyak dilalui para pendaki. Hal ini lantaran jalur Torean menurut banyak pendaki lebih susah dibandingkan jalur Senaru dan Sembalun. Anda akan melalui medan yang cukup berbahaya seperti jalan setapak yang diapit oleh tebing yang tinggi dan jurang yang dalam. Oleh sebab itu, Anda harus ekstra hati-hati. Pun demikian, kendati jalur Torean cukup sulit, namun pemandangan sepanjang pendakian sangat indah. Teman saya yang pernah melalui jalur Torean berkata, “Pemandangan di jalur Torean seperti pemandangan di film Lord of the Rings.”

Gunung Rinjani berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Secara geografis, gunung Rinjani terletak pada lintang 8º25’ LS dan 116º28’ BT. TNGR memiliki luas sekitar 41.330 ha dan masih diusulkan penambahan luas hingga 76.000 ha ke arah barat dan timur. Suhu udara rata-rata di gunung Rinjani 20ºC dan terendah 12ºC. Angin kencang terjadi di puncak gunung Rinjani terjadi pada bulan Agustus.

Dari sekian banyak gunung yang sudah saya daki, saya berpendapat bahwa gunung Rinjani adalah gunung yang paling indah. Jika Anda melalui jalur Sembalun, Anda akan takjub dengan hamparan savana Sembalun yang luas. Anda seolah sedang melakoni peran seorang Frodo dalam film “Lord of the Rings” yang bertualang bersama sahabat-sahabatnya. Sore hari di Plawangan Sembalun adalah sore yang begitu menentramkan. Bayangkan, Anda berada di ketinggian yang begitu dekat dengan awan. Di ufuk barat, perlahan mentari mulai pulang keperaduannya. Cahaya mentari yang hangat mampu menghangatkan tubuh Anda yang mulai kedinginan. Lebih membahagiakan lagi, Anda dapat menikmati matahari yang perlahan terbenam. Matahari yang berwarna jingga keemasan. What a perfect moment!

Ketika malam datang, langit di gunung Rinjani bertabur bintang, memancarkan cahaya yang berpendar. Dini hari, saatnya Anda memutuskan untuk summit ke puncak gunung Rinjani. Berada di atas ketinggian 3,726 mdpl adalah pengalaman berkesan yang akan terus Anda kenang. Anda adalah orang yang beruntung. Mungkin pada momen yang sama masih banyak manusia yang terlelap, terbuai dalam dimensi mimpi. Sementara Anda memutuskan untuk menikmati pagi yang indah. Anda pasti akan bersyukur kepada Tuhan betapa istimewanya negeri zamrud khatulistiwa ini. Ah, betapa menyenangkan melihat cakrawala yang luas. Betapa berkesannya melihat danau Sagara Anak yang berwarna biru dan gunung Barujuari yang tepat berada di tengah danau. Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat garis pantai pulau Lombok yang terlihat menenangkan. Rasanya saat itu ingin rasanya menyanyikan lagu “What a wonderful world” yang dinyanyikan Louis Amstrong. “I see skies of blues of blue and clouds of white. The bright blessed day, the dark scared night. And I think to myself what a wonderful world.” – end.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s