Stone Garden, Tawarkan Pesona Bandung Zaman Purba


Oleh: Mahfud Achyar

Stone Garden, Padalarang, West Java. Mahfud Achyar's photo.
Stone Garden, Padalarang, West Java. Mahfud Achyar’s photo.

Bandung takmelulu diidentik dengan aneka kuliner yang mengundang selera, wisata fesyen yang ternama, atau mungkin taman kota yang tertata. Bagi Anda yang bosan dengan wisata di Bandung yang itu-itu saja, kini ada baiknya Anda mulai mencari destinasi wisata yang takbiasa.

Salah destinasi wisata di Bandung yang ramai menjadi perbincangan para netizen di media sosial yaitu Stone Garden. Memang, lokasi Stone Garden tidak persis berada di pusat kota Bandung melainkan berada di Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Bagi Anda yang terbiasa ke Bandung, tentu sudah tidak asing lagi mendengar nama daerah tersebut. Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang Stone Garden, ada baiknya kita perlu mengetahui sekilas tentang asal-usul Bandung. Ada yang sudah tahu?

Menurut catatan para geologi, kawasan Bandung dan sekitarnya bisa diibaratkan mangkuk bentukan bumi ratusan ribu tahun lalu. Bentangan alam itu terbiasa disebut Cekungan Bandung yang berbentuk elips dengan arah timur tenggara-barat laut, dimulai dari Nagreg di sebelah timur hingga ke Padalarang di sebelah barat. Jarak horizontal cekungan sekitar 60 kilometer. Ada pun jarak utara-selatan sekitar 40 kilometer. Cekungan Bandung dikelilingi oleh jajaran kerucut gunung api berumur kuarter. Hanya bagian barat Cekungan Bandung yang dibatasi batuan berumur tersier dan batu gamping. (Kompas.com, 12 April 2012).

Bukti yang menguatkan bahwa Bandung merupakan danau kaldera purba dapat dilihat di Padalarang. Di sana, kita dapat menjumpai kars (batu kapur) pada zaman miosen awal (23-17 juta tahun lalu). Van Bemmelen (1935), seorang ahli geologi dari Belanda, menjelaskan bahwa dulu daerah Bandung utara merupakan laut. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya ditemukan fosil koral yang membentuk terumbu karang sepanjang punggungan bukit Rajamandala. Sekarang, terumbu karang tersebut menjadi batu kapur dan ditambang sebagai marmer yang berpolakan fauna purba di daerah Padalarang. (Pikiran Rakyat, 21 Maret 2004).

Stone Garden sendiri merupakan bukti yang masih tersisa tentang Bandung purba yang layak untuk Anda kunjungi. Untuk mencapai lokasi Stone Garden tidaklah sulit. Wisata eksotis ini berada di puncak Gunung Pawon persisnya di Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Anda dapat ke sana dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Sesampai di sana, Anda harus mengeluarkan kocek yang sangat terjangkau yaitu sebesar 5.500 rupiah untuk harga tiket masuk. Setelah itu, Anda perlu hiking sejauh 1,5 km untuk berhasil mencapai puncak geowisata tersebut.

Saya sendiri pernah mengunjungi Stone Garden pada bulan Februari 2015 lalu. Saya begitu takjub dengan pemandangan di sana. Sejauh mata memandang, kita melihat tumpukan batu-batu besar yang tidak beraturan di antara reremputan yang hijau. Batu-batu tersebut seolah menyatu dan menjadi bagian dari bukit kars yang berwarna putih. Stone Garden sangat cocok bagi Anda yang menyukai wisata alam di atas bukit namun takperlu susah payah untuk menjangkaunya. Selain itu, sepasang mata Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang hijau, udara yang masih segar, serta Anda seolah kembali menyusuri lorong waktu menuju Bandung di zaman purba. Anda tertarik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s