#JeSuisCharlieHabdo, #JeSuisAhmed, dan #WhoIsMuhammad


oleh: Mahfud Achyar

Campaign on Social Media
Campaign on Social Media

Insiden penembakan yang terjadi di kantor tabloid Charlie Hebdo pada tanggal 7 Januari 2015 diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Islam. Dua orang bersenjata yang mengenakan pakaian serba hitam dan bersenjata AK-47, melakukan serangan membabi buta sehingga menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai 10 orang. Islam kembali dikaitan dengan aksi teror di negeri mode tersebut. Dua hari setelah insiden penembakan, pada 9 Januari 2015, Al Qaeda di Yaman yang dikenal sebagai AQAP menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan di kantor Charlie Hebdo. Ia mengatakan, “Itu balas dendam atas kehormatan Islam.”

Atas pernyataan tersebut, banyak media yang memberitakan Islam dengan nada negatif. Islam dinilai sebagai agama teror yang tidak menghargai hak azazi manusia. Donald Tusk, presiden baru Dewan Eropa mengutuk keras serangan tersebut. Ia mengatakan bahwa penyerangan ke kantor tabloid Charlie Hebdo merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar UE, kebebasan berekspresi, dan pilar demokrasi.

Pemberitaan tidak berimbang dari berbagai media mengakibatkan terjadinya aksi Islamophobia di Perancis. Setidaknya, ada 116 serangan Islamophobia dalam waktu dua pekan setelah terjadinya insiden di Charlie Hebdo. Menurut Abdallah Zekri, Kepala Observatorium yang berbasis di Perancis, serangan Islamophobia meningkat 110 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Charlie Hebdo memang acap kali menimbulkan kontroversi karena sering memuat tulisan, kartun, dan karikatur yang isinya menyerang gerakan ekstrem kanan, agama (Katolik, Islam, Yahudi), politik, dan budaya. Penembakan yang dilakukan oleh dua bersaudara Cherif dan Said Kouachi pada tanggal 7 Januari 2015 diduga akibat penerbitan kartun-kartun yang menghina nabi Muhammad saw.

Masyarakat dunia pun beramai-ramai berkampanye di linimasa twiiter dengan tagar (hash tag) “Je Suis Charlie” sebagai bentuk aksi simpatik terhadap insiden berdarah di kantor Charlie Hebdo. Namun sangat disayangkan banyak media yang bias dalam pemberitaan berkaitan insiden tersebut. Faktanya, hanya sedikit media yang mengabarkan bahwa seorang polisi Perancis yang bernama Ahmed Marebat juga merupakan korban penembakan.

Ahmed adalah seorang muslim yang baik, setidaknya demikian diceritakan dalam berbagai sumber. Menurut kesaksian keluarga dan teman-temannya, Ahmed sangat marah dan tidak menyukai kartun-kartun Charlie Hebdo yang menghina nabi Muhammad. Namun ketika terjadi penyerangan di kantor Charlie Hebdo, ia justru berupaya menghentikan aksi penembakan tersebut. Sayang, ia menjadi korban yang merenggang nyawa di lokasi kejadian. Aksi teror tersebut jelas tidak ada kaitannya dengan Islam.

Setelah kampanye “Je Suis Charlie”, kampanye “Je Suis Ahmed” menjadi tagar yang ramai di linimasa twitter. Salah satu netizen mengatakan, “Je Suis Ahmed, saya adalah Ahmed. Umat Islam akan marah kepada para pengina nabi Muhammad, namun Islam adalah agama damai rahmatan lil ‘alamin yang membela hak hidup manusia.”

Tidak lama setelah itu, kampanye di twitter dengan tagar #WhoIsMuhammad muncul. Kampanye tersebut mengajak seluruh umat Muslim di dunia untuk mendeskripsikan nabi Muhammad. Hal tersebut merupakan bentuk protes karikatur nabi Muhammad yang menjadi sampul tabloid Charlie Hebdo pasca insiden 7 Januari 2015.

Maher Zain, penyanyi Swedia, menulis dalam akun twitternya, “Even a smile is charity.” #WhoIsMuhammad #PeaceBeUponHim.” Sementara itu, salah seorang netizen dengan akun @TSPMuslim menulis, “Best question I ever asked, “#WhoIsMuhammad?” Now I am a Muslim.” pada tanggal 15 Januari 2015.

Media bisa saja memberitakan hal-hal yang tidak baik tentang Islam dan nabi Muhammad. Namun Allah memiliki rencana terbaik yang tidak diketahui oleh siapa pun. Alhamdulillah, kini ribuan orang kini tercerahkan tentang sosok teladan nabi Muhammad saw. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri telada yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzaab: 21).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s