School of Leader II Unpad, Demi Indonesia yang Lebih Baik


[Unpad.ac.id, 8/12] Mahasiswa diidentik sebagai kalangan yang memiliki idealisme tinggi. Namun, pada kenyataannya, ketika mahasiswa telah bergulat di tataran praktis dunia kerja, idealisme seakan menjadi barang yang sangat mahal. Ada yang mengatakan idealisme hanya berlaku di bangku kuliah saja.

Pernyatan tersebut disampaikan Dwi Nur Afandi, Direktur School of Leader II (SOL II), saat penyelenggaraan SOL II. Program yang digagas oleh BEM Kema Unpad kali ini mengusung tema Youth, a Golden for Nationť dan mendapat antusias yang tinggi dari mahasiswa Unpad. Terbukti, peserta yang mendaftar SOL II ini berjumlah sekira 90 orang mahasiswa dari berbagai fakultas. Namun, yang lolos untuk mengikuti masa karantina yang diadakan di Rindam III Siliwangi, Lembang, pada 3-6 Desember 2009 lalu, hanya 40 orang.

Ketika ditanya tujuan acara SOL II ini, Dwi yang lulusan FMIPA Unpad angkatan 2005 ini menuturkan bahwa SOL II dirancang khusus untuk mencetak pemimpin masa depan yang mampu berkontribusi untuk negara dan almamater. Output dari kegiatan SOL II ini adalah, mahasiswa Unpad paham akan jati diri dan perannya sebagai mahasiswa. “Saya berharap lulusan SOL II mampu memberikan manfaat secara mikro, untuk Unpad dan makro, untuk bangsa dan negara,” kata Dwi.

Sementara itu, Dita Juwitasari, mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan angkatan 2007 yang bertugas sebagai kordinator acara menjelaskan bahwa SOL II ini berbeda dengan SOL tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya, siswa SOL wajib hadir tiap pekan selama 10 minggu, namun pada SOL II ini panitia memadatkan kegiatannya menjadi empat hari. Mereka dikarantina dan diberi materi tentang leadership, ke-Unpad-an, nasionalisme, entreperneurship, pergerakan mahasiswa, advokasi, lobbying, dan sebagainya. Selain materi, siswa SOL II juga diberi simulasi berdasarkan materi yang mereka peroleh.

Para peserta sendiri mengaku cukup puas mengikuti kegiatan ini. Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti SOL II ini. Saya bisa belajar banyak hal, misalnya advokasi. Dulu, yang saya pahami tentang advokasi adalah bagaimana tujuan agar advokasi itu tercapai. Namun ternyata, advokasi itu hanya pendampingan. Sedangkan tujuannya hanya outcome saja,” tutur salah seorang peserta, M. Ridwan Randika, dari Fakultas Ekonomi angkatan 2007.

Selain itu, ia mengaku lebih mengerti apa itu nasionalisme dan kontribusi yang sesungguhnya. Ia ingin mengubah paradigma mahasiswa yang selama ini berpikir pragmatis. Mereka menilai bahwa hidup itu bicara untung dan rugi. “Nah, di SOL ini saya didik untuk rela berkorban dan menjadi pemimpin yang sesungguhnya,ť” ujar Randika.

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia yang hadir pada kegiatan tersebut, menyambut baik kegiatan SOL II ini. Beliau berharap BEM Kema Unpad dan rektorat berkoordinasi dengan baik agar SOL menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Pada hari terakhir (6/12) seluruh siswa SOL II tersebut dilantik langsung Direktur School of Leader II dan disaksikan oleh beberapa perwakilan BEM Kema Unpad. (mar) *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s