Kisah Dari Calcutta dalam Novel Epilog – Balada Si Roy


aku-rel

Novel yang dibahas pada kesempatan ini adalah novel karya Gola Gong yang berjudul Balada Si Roy, Epilog. Novel Epilog adalah ending dari kisah novel Balada Si Royyang ditulis oleh Gola Gong. Novel ini menceritakan seorang pemuda yang bernama Roy. Ia adalah seorang pemuda yang senang melakukan petulanagan. Ini terlihat dari kebiasaannya yang gemar menjelajah dari suatu tempat ke tempat lain. Pada novel Epilog, Si Roy menjelajahi negeri India. Pada awal cerita, latar tempat yang digunakan adalah Calcuta.

Calcuta adalah sebuah daerah yang terletak di perbatasan India dan Bangladesh. Lalu, apa sebenarnya tujuan Roy berpetualang hingga ke negeri India? Menurut hemat saya, Roy merupakan wujud nyata dari penulis sendiri, yaitu Gola Gong. Secara tekstual dapat kita pahami bahwa alasan yang mendasar kenapa Roy senang bepetualang adalah karena ia jemu dengan kondisi negaranya sendiri, Indonesia. banyak hal yang ia sesalkan. Pertama, ia tidak suka dengan kondisi politik di Indonesia, dan sebenarnya ia ingin melupakan sejenak pikirannya tentang kampung halamannya.

Berbeda dengan novel popular kebanyakan, yang menarik dalam novel ini adalah pembubuhan kata-kata motivasi pada setiap babnya. Menurut saya, tentunya menarik sekali jika kita (sebagai pembaca) dapat memahami pesan yang ingin disampaikan penulis terangkum dalam sebuah tulisan motivasi yang ditulis oleh penyair-penyair hebat di dunia. Ketika saya membaca novel ini, saya menemukan sesuatu yang berbeda dengan novel kebanyakan yang pernah saya baca. Novel cukup memberikan inspirasi bagi saya.

Betapa pentingnya sebuah kejujuran untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Roy adalah seorang traveler yang sedang mencari identitas dirinya. Berangkat dari Indonesia ke India dengan harapan agar ia menemukan kebahagiaan dan makna hidup yang sesungguhnya.
Di awal cerita, novel ini bercerita tentang perjalanannya bersama seorang sahabatnya yang bernama Osahi di Calcuta. Osahi merupakan sahabat yang baik bagi Roy. Walaupun beebeda Negara, tetapi Osahi mampu menunjukkan kesetiakawanannya.

Selanjutnya, secara deskriptif novel ini menyajikan sebuah potret kehidupan masyrakat India dengan kekompleksan budayanya. Bagi orang India, kejujuran adalah barang yang sangat mahal bagi mereka. karena, banyak orang yang berdusta hanya untuk mendapatkan kesenangan saja. Strata kehidupan sosial adalah suatu kenyataan yang sampai detik ini masih menjadi socio-realty. Ini terlihat ketika ras Paria (berkulit hitam, dan torgolong miskin) yang sangat memprihatinkan. Terbukti dari kesejahteraan yang masih rendah, dan apabila salah seorang anggota keluarga ras Paria meninggal dunia, maka sulit sekali untuk membakar jenazahnya. Hal ini dikarenakan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan. Kondisi ini terjadi pada tokoh Kay. Ia adalah anak kecil yang hitam, tengil, dan pekerja keras. Ketika ibunya meninggal, prosesi pembakaran dilakukan dengan sangat sederhana.
Selain itu, potret budaya yang dibingkai penulis tergambar dari kondisi sungai Ganga. Sungai tersebut merupakan sungai yang suci untuk kaum Hindu India. Sungai Ganga dianggap sebagai air mata Dewa Shiva. Kegitaan masyarakat India mampu terdeskripsikan dengan baik oleh Roy, selaku tokoh central. Mulai dari mandi, perdagangan, peribadatan, dan sebagainya. Maka tak heran jika sungai ini menjadi salah satu icon dari Negara India.


Hal yang menarik lagi adalah, dalam novel Epilog ini penulis mampu memberikan sebuah informasi yang penting bagi pembaca. Informasi tersebut adalah komunikasi lintas budaya antara orang Indonesia, Korea, Jepang, Jerman, dan juga Yahudi. Roy secara gamblang menggambarkan bagaimana karakter/kebudayaan masing-masing Negara. Apakah itu lewat dialog antar tokoh, maupun lewat pencitraan tokoh utama sendiri. Dalam novel ini, percintaan tak luput untuk dibahas. Roy tiba-tiba merasakan getaran cinta dengan seorang gadis bernama Ina. Ia adalah gadis Jerman yang dekat dengan Roy saat berliburan di India. Benih cinta itu kian tumbuh. Akan tetapi, Roy tidak menerima cinta Ina karena ia masaih mencintai pacarnya Suci yang ada di Indonesia.

Setelah melakukan perjalanan di India, Roy balik ke Indonesia. tapi sayangnya, ia tak memiliki pacar lagi. Suci telah pergi, dan sekarang ia hanya bisa menyesal.

Novel ini sangat menarik karena penulis sangat mahir dalam memaparkan sebuah kejadian yang ia tangkap. Selain itu, penulis mampu memilah diksi yang tepat dalam penarasiannya. Sehingga, saya sebagai pembaca merasa nyaman membaca novel ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s