Moving Beyond Limited Effects: Focus on Functionalism and Children


Chapter ini membahasa mengenai media sebagai penyebab terjadinya masalah sosial terutama untuk anak-anak. Teori kognitif sosial menjadi acuan untuk memahami perilaku orang-orang yang dipengaruhi oleh televisi.

Munculnya fungsionalisme, jarak menengah, dan sistem teori pada 1950-an dan 1960-an mendorong teori ini untuk bergerak di luar sederhana, menjadi terfragmentasi dari model linier komunikasi massa. Pada saat gagasan efek terbatas  (limited effects) didominasi, fungsionalisme adalah nilai netralitas  yang menarik bagi para peneliti dan teoretisi mempelajari pengaruh media, terutama karena analisis fungsional menerima kehadiran laten serta fungsi manifes. Strategi pengembangan teori jarak menengah menawarkan harapan bergerak melampaui generalisasi empiris yang dihasilkan oleh run-of-the-mill efek penelitian.

Pengaruh media yang signifikan menyebabkan studi yang lebih besar untuk mengetahui efek makro yang ditimbulkan oleh media. Penelitian tersebut khusus menyoroti efek hebat dari komunikasi massa dan pengaruhnya terhadap perkembangan sosialisasi anak-anak terhadap lingkungannya. Gagasan awal media sebagai jendela awal dunia baru telah diperbarui dan diperluas menjadi pekerjaan penting pada redefinisi, atau bahkan kerugian masa kanak-kanak itu sendiri .

https://i2.wp.com/happyhealthychildren.info/wp-content/uploads/2013/07/Child-Watching-TV.jpg

 

Dewasa ini, perkembangan media seolah tidak dapat dibendung lagi. Tanpa disadari, media secara tidak langsung memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku banyak orang. Anak-anak adalah elemen dari publik yang terkena imbas dari pengaruh media.

Di Indonesia, media seperti televisi, memberikan kontribusi terbesar dalam mengarah perilaku anak-anak. Hal ini wajar mengingat televisi adalah media utama yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Mereka terbiasa menonton televisi dari pagi hingga malam.

Dalam studi psikologi perkembangan, anak-anak dikatakan sebagai peniru yang ulung. Mereka diibaratkan layaknya mesin foto copy. Mereka sangat mudah meniru perkataan dan perilaku orang-orang yang mereka amati. Televisi adalah media yang menjadi contoh buruk bagi perkembangan psikologis anak-anak. Untuk itu, orang tua memiliki peran penting dalam mengontrol pengaruh televisi. Orang tua dapat dengan bijak menyuguhkan tontonan yang tepat untuk anak-anak disesuaikan dengan kebutuhannya.

Simpulan dari chapter ini adalah, media memang memberikan pengaruh besar bagi anak-anak. Namun, publik dapat mengambil sikap yang tegas dan tepat berkaitan dengan konsumsi media sehingga tidak merugikan khalayak, terutama untuk anak-anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s