Sebentar Lagi, Ia Kembali Datang


Tamu agung itu sebentar lagi akan datang. Hanya tinggal beberapa langkah, ia pun tiba di teras rumah, kemudian mengetuk pintu seraya mengucapkan salam, “Assalamu’alaykum.” Sang pemilik rumah taklantas membukakan pintu dan mempersilakan tamu itu masuk. Layaknya sebagai seorang tuan rumah, mestinya ia menyuguhkan pelayanan terbaik kepada tamu itu. Tapi ia tidak melakukannya. Ia terlihat panik dan gusar. Sebab, ia tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut kedatangan tamu agung itu. Piring-piring menumpuk di atas meja, lantai berdebu karena belum dipel, ruang tamu berantakan, dan kertas berserakan di mana-mana. Ia malu membuka pintu, ia merasa bersalah, dan ia pun tertunduk lemas. Ia pun berkata lirih dalam hati, “Tamu agung itu telah datang, aku malu bertemu dengannya.”

Sudah berapa kali Ramadhan membersamai kita? 20 tahun? Atau mungkin sudah lebih dari setengah abad? Betapa beruntungnya kita karena sudah bertahun-tahun Ramadhan hadir dalam hidup kita. Ia menyapa, menghampiri, dan mengajak kita untuk menjadi sahabatnya selama 1 bulan. Ia tawarkan kebaikan, kemuliaan, dan begitu banyak keberkahan. Lantas bagaimana sikap kita? Mungkin karena padatnya aktifitas yang kita lakukan sehingga kita pun lupa bahwa ia akan datang, ia telah datang, dan kemudian ia telah pergi. Hal tersebut terjadi berulang kali. Bahkan kita pun lupa, apa saja momen-momen indah yang sudah kita lalui bersamanya? Padahal, ia sangat baik; ia adalah sahabat terbaik.

Tahun ini, Insya Allah tamu agung itu akan datang. Kita sangat berharap kepada Allah agar kita bisa berjumpa lagi dengannya. Tahun-tahun ke belakang, bisa jadi kita tidak terlalu mempedulikan kehadirannya. Berjanjilah dalam hati kita yang terdalam bahwa kita tidak akan menyia-nyiakan kehadirannya. Ia adalah tamu agung yang membawa banyak sekali kebaikan, pahala, dan keutamaan dibandingkan bulan-bulan yang lainnya. Sambutlah kehadirannya dengan senyum terbaik, amalan terbaik, dan kemudia berkata padanya, “Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang tamu agung. Aku sudah menunggu kehadiranmu. Aku sudah mempersiapkan diri dengan baik.”

Quote: “Suatu pagi di sebuah hutan di Afrika, seekor singa ketika terbangun langsung berlari untuk memangsa rusa yang masih tertidur. Jika tidak, dia akan mati kelaparan. Sementara di tempat yang sama, seekor rusa ketika terbangun juga langsung berlari untuk menghindari terkaman singa. Jika tidak, dia juga akan mati menjadi mangsa singa.”

Ramadhan Bikin Malu!
Ramadhan Bikin Malu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s