Gaza Kembali Membara, Apa Peduli Kita?


Gaza, Palestina kembali membara

Israel memborbardir wilayah Gaza. Sumber: google

Rabu, (14/11/2012) Israel kembali menyerang Gaza dan menewaskan Komandan Hamas Ahmed Al-Jaabari bersama seorang penumpang lain setelah mobil yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan misil Israel di kota Gaza. Media berita Israel melaporkan, anak laki-lakinya juga tewas. Serangan itu bagian dari gelombang serangan udara terhadap militan Islamis di Gaza, yang menurut Palestina, menewaskan tujuh lainnya, termasuk dua anak.

Luka teramat pedih semakin dirasakan oleh semua umat Muslim dunia. Pasalnya, pada hari Kamis (15/11/2012) yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1434 Hijriah, pesawat tempur Israel kembali menyerang Gaza dan melakukan pengeboman udara yang menggetarkan bumi dan membuat langit Gaza menjadi warna merah menyala.

Serangan membabi buta yang dilakukan oleh Israel ke wilayah Gaza hingga saat ini belum berakhir. Seperti yang dilansir oleh MediaIndonesia.com jumlah korban yang tewas dari pihak Palestina sudah mencapai 110 orang dan lebih dari 800 orang lagi cedera. 110 orang yang menjadi korban akibat kebiadaban Israel kebanyakan di antaranya adalah anak-anak dan balita. Nampaknya Israel memang sengaja menyasar anak-anak dan balita sebagai sasaran rudalnya ke wilayah Gaza. Hal ini barangkali untuk menunaikan janji yang pernah dikatakan oleh Perdana Menteri Israel Ariel Sharon tahun 1956:

“Saya bersumpah, akan saya bakar setiap anak yang dilahirkan di daerah (Palestina) ini. Perempuan dan anak-anak Palestina lebih berbahaya dibandingkan para pria dewasa, sebab keberadaan anak-anak Palestina menunjukkan bahwa generasi itu akan berlanjut…”

Bagi Israel, anak-anak adalah ancaman yang lebih berbahaya dibandingkan pemuda dewasa. Betapa tidak, di usia yang masih sangat muda, anak-anak Palestina sudah banyak yang mampu menghapal Al-Qur’an. Hal tersebut menjadi momok yang luar biasa menakutkan bagi Israel. Mereka menilai bahwa anak-anak Palestina adalah generasi penerus perjuangan Palestina yang akan terus menentang berdirinya negara zionis Israel.

Lantas yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa wilayah Gaza yang menjadi sasaran agresi Israel? Hal ini dikarenakan wilayah Gaza merupakan basis wilayah yang dikuasai oleh Hamas yang memenangkan pemilu atas Fatah. Sikap Hamas yang gamblang menyatakan perlawanan terhadap pendudukan Israel lebih mendapat simpati oleh masyarakat Gaza. Namun, ideologi Hamas yang keras dan menolak berkompromi dengan Israel tidak disukai dunia Internasional. Amerika Serikat (sekutu dekat Israel) adalah salah satu negara yang menolak mengakui Hamas meski kelompok tersebut memenangi pemilu secara sah dan demokratis.

Media online Republika.co.id melansir bahwa pada 14 Juni 2006, Hamas, sebagai pemenang pemilu, mengambil alih kendali Jalur Gaza dari Fatah. Dalam waktu 11 hari kemudian (25 Juni 2006), Hamas menculik tentara Israel, Gilad Shalit dan menewaskan dua orang lainnya. Situasi tersebut kian memicu babak baru permusuhan Palestina dengan Israel.

Pada tahun 2007, sejak kemenangan Hamas terhadap Fatah, Israel semakin naik pitam kepada Hamas dengan melakukan pemblokadean kepada Palestina dan terus menyerang masyarakat sipil di wilayah Gaza.

Sejarah Negara Zionis Yahudi

Ide mendirikan negara Yahudi dalam perkembangan gerakan Zionis, sebenarnya banyak dipengaruhi oleh Theodore Herzl. Dalam tulisannya, Der Jadenstaat (Negara Yahudi), dia mendorong organisasi Yahudi dunia untuk meminta persetujuan Turki Usmani sebagai penguasa di Palestina agar diizinkan membeli tanah di sana. Kaum Yahudi hanya diizinkan memasuki Palestina untuk melaksanakan ibadah, bukan sebagai komunitas yang punya ambisi politik (lihat: Palestine and The Arab-Israeli Conflict, 2000: 95).

Keputusan ini memicu gerakan Zionis radikal. Bersamaan dengan semakin melemahnya pengaruh Turki Usmani, para imigran Zionis berdatangan setelah berhasil membeli tanah di Palestina utara. Imigrasi besar-besaran ini pun berubah menjadi penjajahan tatkala mereka berhasil menguasai ekonomi, sosial dan politik di Palestina dengan dukungan Inggris (Israel, Land of Tradition and Conflict, 1993:27).

Palestine land loss. Sumber: Google

Berakhirnya Perang Dunia I, Inggris berhasil menguasai Palestina dengan mudah. Sherif Husein di Mekah yang dilobi untuk memberontak kekuasaan Turki juga meraih kesuksesan. (1948 and After: Israel and Palestine, 1990:149). Rakyat Palestina semakin terdesak dan menjadi sasaran pembantaian. (2000:173). Agresi Zionis terus berlanjut, 360 desa dan 14 kota yang didiami rakyat Palestina dihancurkan dan lebih 726.000 jiwa terpaksa mengungsi.

Akhirnya pada Jumat, 14 Mei 1948, negara baru Israel dideklarasikan oleh Ben Gurion, bertepatan dengan 8 jam sebelum Inggris dijadwal meninggalkan Palestina. Untuk strategi mempertahankan keamanannya di masa berikutnya, Israel terus menempel AS hingga berhasil mendapat pinjaman 100 juta U$D untuk mengembangkan senjata nuklir.

Elisabeth Diana Dewi dalam karya ilmiahnya, The Creation of The State of Israel menguraikan bahwa secara filosofi, negara Israel dibentuk berdasarkan tiga keyakinan yang tidak boleh dipertanyakan:

(a) tanah Israel hanya diberikan untuk bangsa pilihan Tuhan sebagai bagian dari Janji-Nya kepada mereka. (b) pembentukan negara Israel modern adalah proses terbesar dari penyelamatan tanah bangsa Yahudi. (c) pembentukan negara bagi mereka adalah solusi atas sejarah penderitaan Yahudi yang berjuang dalam kondisi tercerai berai (diaspora).

Maka, merebut kembali seluruh tanah yang dijanjikan dalam Bibel adalah setara dengan penderitaan mereka selama 3000 tahun. Oleh sebab itu, semua bangsa non-Yahudi yang hidup di tanah itu adalah perampas dan layak untuk dibinasakan.

Yahudi dalam Al-Qur’an

Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu:

“Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4).

Dalam tafsir Jalalayn dijelaskan bahwa maksud fil ardhi dalam ayat itu adalah bumi Syam yang meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.

Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Yahudi. Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).

Penolakan janji Allah (QS. 5:21-22) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan (QS. 5:24) menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di sana. Lalu mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.

Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).

Apa yang harus kita lakukan?

#IndonesiaPrafForGaza #LovePalestine

Hadits Arba’in ke-13 karangan Imam An-Nawawi, Abu Hamzah, Anas bin Malik ra. menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Muslim satu dengan Muslim yang lain itu ibarat satu tubuh. Jika satu disakiti, maka yang lain juga akan menderita. Tapi ukhuwah yang benar hanya atas nama Allah SWT. Itulah ukhuwah atau persaudaraan yang merupakan sendi pokok untuk membangun tatanan masyarakat Muslim yang kokoh. Tatanan masyarakat Islam yang kokoh merupakan cita-cita kita semua dimana Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin akan benar-benar terwujud.

Rasulullah mengajarkan kepada kita ummatnya untuk saling mengasihi dan mencintai sesama muslim. Konteks persaudaraan dalam Islam tidak hanya lantaran kita memiliki hubungan darah, namun persaudaraan sesama akidah jauh lebih utama. Itu artinya, negara yang di sana ada yang mengucapkan kalimat syahadat, maka di sanalah saudara-saudara kita. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah dan bencana seperti yang saat ini dialami oleh muslim Palestina.

Bantuan bisa kita berikan berupa doa yang khusyu’ kepada Allah, meminta kepada-Nya agar saudara-saudara kita diberikan ketegaran hati dan senantiasa dalam lindungan-Nya; memberikan donasi berupa materi dan dukungan moril; serta langsung membantu mereka berupa pelayanan medis dan sebagainya.

Maka oleh sebab itu, mari kita kikis sifat acuh kita agar kita peduli kepada saudara-saudara kita di Palestina. Saat ini kita mungkin asyik duduk di ruang ber-AC, menonton channel televisi kesayangan, dan berbincang dengan keluarga kita. Sementara di sana, di Gaza Palestina mereka tengah meradang berjuang mempertahankan tanah air mereka.

Wallahu’alam.

Sumber:
http://www.atjehcyber.net
http://aa-ukhuwah.blogspot.com/2009/09/muslim-satu-dengan-muslim-yang-lain-itu.html
http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/11/serangan-israel-di-palestina-saat-tahun.html
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/20/364182/39/6/Korban-Tewas-Serbuan-Israel-jadi-110-Orang
http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/11/20/mdrude-antara-israel-gaza-dan-hamas-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s