Wasiat Khalid bin Walid Sebelum Wafat


Jakarta, 18 September 2012
4:31 pm

Sahabat, siapa yang tidak kenal sosok Khalid bin Walid. Beliau adalah satu dari sekian banyak sahabat Rasul yang memiliki tauladan yang baik yang patut kita contoh sebagai umat nabi Muhammad saw.

Abu Sulaiman (Khalid bin Walid) masuk Islam menjelang fathul Makkah. Beliau adalah sosok yang cerdas, dan keIslaman beliau menambah kemuliaan Khalid sebagai hamba Allah. Khalid dijuluki sebagai pedang Allah. Gelar tersebut diberikan Rasul bukan tanpa sebab. Khalid adalah seorang panglima perang yang terkenal gagah dan cerdas mengatur strategi perang.

Pada masa khalifah Umar Ra, Khalid diberhentikan dari jabatannya sebagai panglima perang, kemudian diganti dengan Abu Ubaidah. Lantas, apakah beliau geram dengan keputusan Amirul Mukminin? Tidak. Beliau sama sekali tidak berkecil hati. Khalid tetap bersedia berperang dalam posisi apa pun.

Khalid juga dilantik sebagai gubernur oleh Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Namun, karena kebijakanya tidak tepat saat itu, akhirnya khalifah Umar mengganti posisi Khalid.

Sekali lagi, Khalid tidak berkecil hati. Ia terima dengan sepenuh hati keputusan Amirul Mukminin.

Di akhir hayat beliau, satu hal yang ia sesalkan. Mengapa ia tidak syahid ketika berperang di jalan Allah..

Berikut ini kutipan wasiat Khalid bin Walid yang saya catut dalam film Omar garapan MBS.

Khalid bin Walid (Ilustrasi dalam film Omar)

“Aku pernah merasa kesal padanya menyangkut karena suatu hal. Tapi ketika kurenungkan semua itu saat aku sakit dan atas kekuatan Allah.. Kusadari bahwa Umar bertindak atas kepentingan Allah. Apa pun yang ia perbuat terhadapku, juga ia lakukan pada kaum Muslim terdahulu. Ia ambil separo hartaku dan ia lakukan juga kepada kaum Muslimin terdahulu yang ikut bagian dalam perang Badar. Ia bersikap keras kepadaku, dan ia juga bersikap sama kerasnya pada yang lain. Aku suka memanfaatkan ikatan kekeluargaanku dengannya. Tapi kusadari itu hanya memberi kesan buruk pada hubungan kekerabatan kami. Ia tidak peduli pada kesalahan siapa pun, kecuali berhubungan dengan hukum Allah, ia copot jabatanku. Tapi kemudian kusadari bahwa ia juga memecat orang yang lebih baik dariku yaitu paman ipar Nabi sendiri, Sa’ad bin Abi Waqqas. Ia menghilangkan seluruh perasaan dendamku. Kami hanya berbeda pendapat, dan masing-masing pendapat ada dasarnya. Aku berada di dalam situasi perperangan dan aku terlarut di dalamnya. Jika aku mati, tolong katakan pada Amiril Mukminin… Bahwa kupercayakan padanya wasiatku, warisanku, puteriku.. Dan pemenuhan dari janji yang pernah kuucapkan.” – Khalid bin Waleed

Subhanallah, sungguh bijak perkataan Khalid.

Di negeri yang kita cintai ini, kita berandai-andai, kapan kiranya kita bisa memiliki pemimpin-pemimpin yang hebat seperti sahabat-sahabat Rasul. Wallahu’alam…

Semoga suatu masa. Aamiin..🙂

4 thoughts on “Wasiat Khalid bin Walid Sebelum Wafat

  1. Aku suka dengan khalid bin walid ia adlh contoh bagi semua yg di ajarkan nabi..contoh yg teladan buat kita semoga Allah merahmatinya.amin

  2. saya juga kagum dengan karakter dan kepemimpinan beliau.. sangat cerdas, bijak, dan memiliki semangat keislamannya yang baik..

    sedih juga di akhir hayatnya, dia tidak bisa menjadi syahid sesuai dengan impiannya. Tapi takmengapa, insyaAllah Allah memberikan tempat terbaik untuk Khalid bin Walid😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s