Masalah? Siapa takut!


Bekasi, 27 Juni 2012

Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Hanya saja yang membedakannya adalah, cara menyikapi masalah tersebut. Seorang pecundang akan kelabakan jika harus dihadapkan pada rentetan permasalahan yang terus datang, namun orang hebat akan menghadapi permasalahan dengan sebuah senyuman. Oh, ini masalah. Oke, ini tantangan untukku. Maka, beruntunglah orang yang memiliki masalah, dan mampu menyikapinya secara bijak.

Sang pecundang akan sangat terbiasa merespon permasalahan dengan sangat reaktif. Terlepas apakah itu masalah kecil atau masalah besar. Maka sudah menjadi kelaziman jika sang pecundang begitu mudah teraduk-aduk emosinya karena respon reaktif yang berlebihan yang ia pancarkan. Sementara, beruntunglah mereka yang mampu memberikan respon yang proporsional dalam menghadapi masalah. Baginya, masalah adalah tantangan yang membuatnya akan jauh lebih kuat dan hebat lagi.

Jika kita telisik lebih mendalam, kita akan dibawa pada sebuah pertanyaan tentang memaknai suatu masalah. Sebagian orang berpendapat bahwa masalah itu adalah suatu kondisi yang membuat hati dan pikiran seseorang menjadi tidak damai, gusar, dan menjadi sangat gelisah. Namun ada juga segelintir orang yang berpendapat bahwa sesuatu dikatakan masalah apabila ia telah mengancam jatah tidur manusia normal pada umumnya. Well, setiap orang berhak punya penafsiran masing-masing. Bukan begitu?

Secara sederhana, masalah itu sebetulnya hanyalah masalah persepsi. Ow, apakah terlalu sederhana? Ya, saya pikir begitu. Menurut pengamatan saya, masalah itu ada karena kita yang membuatnya eksis. Mm, mungkin maksud saya sedikit membingungkan. Saya pikir begitu. Ya, maksud saya adalah kita pada akhirnya yang menentukan apakah definisi masalah itu tersebut. Sebagai contoh, untuk beberapa orang, tidak memiliki handphone smartphone adalah suatu masalah. Bagi mereka, itu dianggap tidak gaul dan tidak keren. Namun bagaimana dengan yang lain? Belum tentu!

Saya punya sahabat yang luar biasa. Untuk ukuran anak muda seperti saya, dia sangat hebat. Ia memiliki segudang masalah (menurut orang lain) yang sangat kompleks. Suatu kesempatan, saya pernah bertanya kepada dia, “Mengapa kamu begitu tenang menghadapi permasalah yang menurutku sangat berat ini?” Dia kemudian diam, dan beberapa detik kemudian tersenyum, lalu berkata, “Saya harus seperti apa? Bukankah jika saya menyikapi masalah pelik tersebut dengan respon yang berlebihan, toh tidak akan membuat masalah itu enyah? Saya butuh kejernihan pikiran dan ketenangan hati. Saya yakin, masalah ini bisa saya atasi.” Wow, jawabannya yang sangat cerdas!

The last, but not least, saya tidak mengajak Anda untuk meremehkan masalah. Hanya saja, saya ingin mengajak Anda untuk lebih bijak dalam menyikapi masalah. Berikan ruang pada hati Anda dengan ruang yang seluas-luasnya. Biarkan hati Anda terasa lapang. Berikan kejernihan pada pikiran Anda. Maka biarkan otak Anda berpikir untuk mengidentifikasi masalah tersebut dan menemukan solusi yang jitu. Life is so simple, isn’t?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s