APPARATE!!


APPARATE!

Hari ini Kamis, 3 Mei 2012. Tadi siang, gue mimpi seru banget. Pas bangun tidur, gue berucap, “Wow, Keren!” Yeah, ini salah satu mimpi keren yang harus gue tulis dan sayang kalo gue skip begitu aja. Ha2x!! Emang gue mimpi lo mimpi apa sih Chyar? Sok oke banget! Oh, jelas dong! Menurut gue, ini mimpi yang gilak fantastis banget. Lo tau sendiri kan, kalo gue ngefans abis ama serial Harry Potter. Kadang gue berharap menjadi bagian dari cerita seru yang ditulis ama tante J.K Rowling itu. Tapi apalah daya. Jarak yang terbentang jauh antara Indonesia dan UK membuat gue tidak bersinar dan ga dilirik ama produser. Tapi ya udahlah ya, gpp hehe. Oke, gue pengen cerita tentang mimpi gue yang keren siang tadi.

Singkat cerita, gue lagi nunggu sms balesan dari calon perusahaan gue. Karena saking ngantuknya, gue akhinya. Tertidur. Tiba-tiba cliiiing.. Gue terlelap dalam hitungan lima menit doang. (Ha2x, si Nobita banget ya). Berhubung mimpi itu sulit untuk diceritain kembali dan gampang dilupain, gue pun berusaha mengingatnya dengan tulisan sederhana ini.

Buat yang pernah nonton Harry Potter, tentu udah ga asing dong dengan istilah APPARATE? Yoi pastinya. Apparate ini salah satu sihir yang memungkinkan kita muncul di tempat manapun yang diinginkan. Tapi hanya boleh dilakukan oleh penyihir berusia minimal 17 tahun dan telah lulus tes. Tidak dapat dipergunakan di lingkungan Hogwarts, serta merupakan salah satu mantra yang sulit dan kompleks, salah sedikit saja dapat membuat salah satu anggota tubuh si pemantra tertinggal di tempat asalnya sebelum ia berpindah.

Seingat gue, Harry and the friends pertama kali melakukan apparate dengan menggunakan sepatu yang dibimbing oleh Sir Weasley (kalo gue salah, tolong dikoreksi ya). Hehe🙂 Nah, tadi siang itu mimpi gue adalah, gue melakukan apparate bersama Harry dan juga bertemu dengan Ron, Hermione, dan penyihir lainnya di salah satu cafe classic yang gue ga tau itu dimana.

Bedanya, setting awal mimpi gue bukan di UK atau daerah Hoghwarts. Tapi di sebuah rumah yang kondisi rumahnya mirip seperti rumah-rumah di Indonesia. Saat itu, aku bersama Harry akan didatangi oleh salah satu penyihir. Sekilas penampilannya seperti Bellatrix. Dan gue pun mengeluarkan sebuah cincin logam berwarna kuning bercampur silver dari saku. Kemudian, gue dan Harry pun ber-APPARATE menggunakan cincin itu. Selama perjalanan apparate, gue melihat pemandangan pegunungan di kawasan Eropa. Dan kita pun berkonsentrasi untuk menentukan tujuan kita. Dan karena ini apparate pertama kali buat gue, gue pun kepikiran dengan kutub utara. Akhirnya kita pun terdampar di kutub utara. Nah, karena salah lokasi, akhirnya gue dan Harry memutuskan untuk kembali ber-APPARATE. Kita benar-benar masih awam dengan perpindahan dimensi ini. Apparate kedua ini memisahkan gue dan Harry. Gue pengen ber-Apparate ke Mekkah karena saat itu yang terlintas di benak gue waktu itu adalah bulan Ramadhan. Dan gue pengen banget ke sana. Tapi sayang, apparate gue gagal. Dan gue pun terdampar di sebuah padang pasir. Kalo boleh gue bilang, seperti padang pasir yang ada di Mesir. How about Harry? Gue ga tau dia dimana. Tapi berdasarkan telephati gue ama dia, kita janji akan bertemu di sebuah tempat bersama Ron dan Hermione.

Ya, seperti kebanyakan mimpi-mimpi gue sebelumnya, gue bisa terbang. Haha. Otak kita memang cerdas ya. Ada-ada saja caranya untuk menghibur si penghayal bergolongan darah B ini. Haha. ;D

Oya gue lupa. Dalam beberapa dialog gue di mimpi ini, gue pake bahasa Inggris lo. Cielah gaya bener ya. Tapi bener dah, ini mimpi yang kesekian kali gue pake bahasa Inggris. Nah, singkat cerita, gue pun tiba di sebuah cafe yang sangat classic dan banyak orang di dalamnya. Nyaris sekali seperti cafe yang ada di UK pada tahuan 30-an. Dan saat itu, gue naik ke tangga lantai dua. Gue ngeliat Hermione. Ciele doi cantik banget aslinya. Hehe *ngimpi. Tapi karena gue buru-buru, akhirnya gue ga sempat ngobrol ama Hermione. Gue pun nyamperin Ron. Dalam bahasa Inggris yang seadanya, gue nanya ama Ron.

“Hei, how are you?”
“Fine!”
“Have you seen Harry?”
“No!!”

Tiba-tiba ada bunyi langkah kaki yang bergerak cepat melangkah menghampiri kami. Yeah, that’s Harry.

“Where the ring?”
“In my pocket”
“Not pocket.” (Dia membenarkan grammar gue. Cuman gue ga jelas dengar dia ngomong apa.”
“Oke, let’s go! Hurry up!!”

Dan gue ama Harry pun bergegas keluar dari cafe itu. Gue ga sempat pamitan kepada Hermione. Kita berjalan sangat tergesa-gesa. Sepertinya ada hal penting yang harus kita selesaikan. Ternyata, Ron mengikuti kami. Gue bergegas mengeluarkan cincin. Kita pun segara terhisap ke dalam lingkaran cincin itu.

Kemudian Ron mengeluarkan sihir. Ia mengeluarkan semacam cahaya berbentuk ovals. Gue dan Harry belum sempat melakukan apparate. Ron berkata,

“Seenaknya kalian pergi kemana-mana tanpa mengajakku?”
“Tidak, aku bisa menjelaskannya,” ujar Harry.
“Kalian tidak akan bisa ber-apparate. Karena kalian sudah melakukannya lebih dari dua kali. Cincin itu hanya bisa bekerja untuk dua kali perjalanan saja.”

Tapi ternyata ucapan Ron itu tidak benar. Harry berhasil melakukan apparate. Sementara, aku terbang melayang-layang di awan untuk menghindari sihirnya Ron.

Finish. Mimpi pun selesai. Gue pun terbangun. He2x, maap ya postingan kali ini ga penting banget. hehe ;D

2 thoughts on “APPARATE!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s