Who actually “The Woman in Black?”


Sebetulnya saya belum membaca novel “The Woman In Black”. Saya baru menonton filmnya saja. Film bergenre ghotic/horor ini diperankan oleh Daniel Radclieffe sebagai Arthur Kipps. Banyak tulisan yang telah mengulas film ini. Namun, pada tulisan ini saya hanya menfokuskan untuk mencari tahu siapa sebenarnya the women in black itu?

the-woman-in-black-poster downloaded by google

Akhirnya saya menonton ulang film The Woman in Black untuk kedua kalinya. Saya masih cukup penasaran. Beberapa tulisan (dalam versi bahasa Indonesia) yang mengulas film ini belum ada yang secara detail menjelaskan siapa sebenarnya sosok the woman in black itu.

Dengan seksama, saya coba perhatikan setiap detil dari narasi film ini. Yap, setelah beberapa detik memeras otak, akhirnya saya berkesimpulan bahwa the women in black itu adalah Jennet. Mengapa?

Menurut pengamatan saya, ini sungguh sangat masuk akal. Anda tentu mengetahuinya melalui petunjuk ataupun kode yang ditemukan oleh Kipps dalam rumah Eel Marsh House. Petunjuk awal berkaitan misteri ini dapat diketahui dari beberapa surat yang ditulis Jennet untuk Alice. Inti surat itu adalah bahwa Jennet sangat iri, cemburu, marah, kesal, atau bahkan kecewa karena anaknya Nathaniel diadobsi (dianggap anak) oleh saudara perempuannya Alice.

Selanjutnya Kipps menemukan foto keluarga Alice, suaminya, dan Nathaniel di depan rumah. Jika kita jeli, di foto itu juga terlihat Jennet mengintip dari balik jendela. Persis. Ia mengenakan gaun berwarna hitam. Entahlah, apa yang membuatnya seakan begitu benci kepada Alice. Mungkin karena Alice sudah merebut perhatian Nathaniel darinya. Lebih-lebih sejak insiden yang merenggut nyawa Nathaniel.

Nathaniel tenggelam dalam rawa di sekitar rumahnya saat terjadinya pasang naik. Alice berusaha untuk menyelamatkan Nathaniel. Namun apa daya, ia tidak berhasil menyelamatkan Nathaniel.

Jennet menganggap kematian Nathaniel karena keegoisan dan kelalaian Alice. Dalam suratnya untuk Alice, ia menulis , “Kau egois. Kau hanya menyelamatkan dirimu sendiri!”

Sejak kematian Nathaniel, warga desa sempat tidak mengetahui dimana dan bagaimana mayat Nathaniel. Melalui Kipps, Jennet memberikan kode melalui pesan rahasia pada dinding kamar di rumah Eel Marsh House. “You Could Save Him”. Sebagai pengacara yang cerdas, Kipps mampu membaca pesan rahasia yang disampaikan Jennet.

Matanya tertuju pada rawa di depan rumah Eel Marsh House yang tertancap salib. Kipps bersama Daily (temannya yang anti-mistis) mencoba mencari tahu apa yang tersembunyi di dalam rawa itu. Yap benar sekali. Kipps menemukan mayat Nathaniel masih terbenam di dalam rawa di sekitar rumah itu.

Oh ya, ketika Kipps keluar rumah di saat hujan dan petir (karena dihantui), ia kembali melihat sosok the woman in black. Kali ini wanita bergaun hitam itu tidak sendirian. Ia bersama anak-anak penduduk desa yang telah menjadi korbannya.

Lantas kemudian kita akan bertanya-tanya, mengapa harus anak-anak yang menjadi korbannya? Menurut hemat saya, hal tersebut tidak lain tidak bukan, karena obesesi Jennet yang ingin memiliki Nathaniel seutuhnya–tidak terpenuhi. Dan pada akhirnya melampiaskan dendamnya dengan menghisap setiap jiwa anak-anak yang ia kehendaki dengan pertanda alunan musik bernada kelu dan kemudian ia menampakkan diri. Dan hal yang sama juga ia lakukan kepada putra Kipps yaitu Joseph di stasiun kereta api.

Namun yang pertanyaan di benak saya, mengapa si the woman in black alias Jennet melakukan hal yang sama pada Joseph, anaknya Kipss? Padahal Kipps sudah membantunya untuk menemukan mayat Nathaniel. Entahlah. Sepertinya kita memang harus membaca novelnya. (Menurut sumber yang saya baca, ini salah satu novel terbaik di UK. Pernah dikaryakan juga dalam bentuk teater).

Sekian. Terima kasih.

*saya tidak punya alasan mengapa bikin note ini selain saya terobsesi menjadi Detektif, hoho ^^d

Menurut saya, film ini ratingnya di bawah Insidious untuk kategory film horor. Tapi lumayan untuk alternatif hiburan keluarga. haha =)

PS: Menonton film ini kita tidak akan bisa terlepas dari bayang-bayang sosok Harry Potter. Kadang saya berpikir, bagaimana mungkin Arthur (Harry Poter) bisa sebodoh itu dalam film itu. In the case, saat mati lampu, Kipps (Harry) susah-susah menyalakan lilin. Padahal tinggal berucap: Lumos! Atau ketika pintu susah dibuka, tinggal baca mantra Alohomora! Ketika hantu itu mendekat, ia bisa menggunakan mantra Crucio! Tapi begitulah, saya masih terjebak dalam euforia Harry Potter.

tulisan ini sangat sotoy dan saya tidak tahu mengapa saya bisa sesotoy ini.

2 thoughts on “Who actually “The Woman in Black?”

  1. kakak suka women in black juga??? saya juga kak, filmnya seruuu, ahirnya romantis… dan sy stuju bgt “Namun yang pertanyaan di benak saya, mengapa si the woman in black alias Jennet melakukan hal yang sama pada Joseph, anaknya Kipss? Padahal Kipps sudah membantunya untuk menemukan mayat Nathaniel.”
    mgkin klo diperdalam lagi, doi (women in black) mangsanya anak2 yg lalai dari perhatian org tua…
    misalnya kyk 3 anak di scene pertama, kyk anak2 kasian gtu dibiarin main sndr brtigaan di ruang atas,
    trs yg di laut pas main2 ga diperatiin org tua,
    yg bakar diri, udah tau anaknya ngurung diri di kmr, hrsnya dr awal dubujuk utk keluar,
    smpe pd anaknya kipps, kippsnya sibuk ngbrol anaknya didiemin
    *analisis sesaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s