Sejenak Berhenti


“Berhentilah sejenak. Kau sudah cukup jauh berlari. Ada baiknya kau sandarkan tubuh lelahmu pada batang pohon rindang di ujung danau sana. Bukalah tas yang sedari dulu kau panggul. Tengoklah tulisan dalam buku sakumu itu. Apa yang tertulis? Tentang sebuah pencapaian hidup, rencana masa depan, dan kegagalan yang pernah terjadi dalam hidupmu. Semua lengkap tertulis di situ. Oh ya, lihat pada halaman terakhir di buku catatan itu. Masih ada satu lembar kertas yang kosong. Tulis! Tulislah apa yang harus kau tulis. Kemudian bergegaslah untuk berlari kembali. Berlari menuju impianmu yang tidak berkesudahan.”

4 thoughts on “Sejenak Berhenti

  1. Saya sangat suka melihat kembali catatan2 yang berisi goresan2 jejak2 langkah ku dalam kehidupan. namun terkadang malas buat nulis. . . .

    mungkin ada tips dari agan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s