Lembar Persembahan: Mereka, Inspirasi Hidup Saya


Pondok Al-Ikhwan, 10 Oktober 2011, pukul 21:30 WIB.

Lembar kosong

Di rumah ini, aku menghabiskan hari-hari yang penuh warna selama berkuliah di Universitas Padjadjaran. Bagiku, ini rumah kedua, rumah penuh kehangatan. Di rumah ini pulalah, aku menyelesaikan tugas akhirku dengan sangat baik dan penuh semangat.

Alhamdulillah, karya sederhana ini rampung kususun. Skripsi, aku begitu sulit memposisikan dirinya. Entahlah, kadang aku menganggap dia sebagai musuhku yang harus kutaklukan. Namun, ia juga pernah menjadi teman diskusi yang menyenangkan. Bersamanya, aku menuangkan gagasan sederhanaku. Bersamanya pula, aku merasakan kejenuhan. Dia memang sangat spesial. Namun beruntung aku bisa berkenalan baik dengannya, dan menghabiskan hari-hari dengan penuh semangat. Hingga akhirnya, perpisahan kami pun menyisakan kerinduan dan kenangan baik. Detik ini, kami resmi bercerai, terima kasih Kawan!

Seorang seniman sejati tidak akan membiarkan kertas menjadi kosong.

Aku pun sama, aku ingin menulis semua kebaikan. Tentang orang-orang yang pernah baik dan selalu baik padaku. Aku bingung bagaimana caranya berterima kasih kepada Allah. Dia telah mengirimkan orang-orang terbaik dalam hidupku. Hingga kapan pun, aku akan terus merasakan kebaikan dan kehangatan dari mereka. Terima kasih, hai invisible hands! Kalianlah, selama ini memberikan begitu banyak dukungan, perhatian, kasih sayang, dan mengajarkan bagaimana mengeja cinta. Aku tidak sekadar menulis nama kalian di lembar persembahan ini. Aku ingin mengukir nama kalian dengan pahat terbaik di hatiku.

Biarkan, biarkanlah nama kalian terus mengabadi hingga aku paham bahwa kalian akan terus menjadi istimewa. Namun, aku pun paham bahwa suatu saat kita tidak bisa lagi untuk saling melempar senyuman. Yang kita punya hanyalah kenangan, maka dengan kerendahan hati izinkan aku mengenang kalian.

Kebersamaan yang kita bina selama ini hanya mampu ditautkan oleh Sang Pemilik Cinta, Allah swt. Jikalaulah tanpa kuasa-Nya, kurasa kita tidak akan seperti ini. Ya Rabb, lantas nikmat-Mu yang manakah harus kudustakan?. Andai aku jadikan seluruh lautan sebagai tinta dan pepohonan sebagai kanvas untuk menulis semua nikmat-Mu, maka tidak akan pernah cukup ya Rabb. Nikmat-Mu begitu banyak. Maafkanlah hamba-Mu yang lemah ini. Seringkali aku lalai untuk bersyukur dan mengoptimalkan semua potensi kebaikan yang aku miliki.

Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada manusia pembawa risalah. Manusia yang mengajarkan kepada umat manusia betapa indahnya iman dan Islam. Manusia yang memiliki cinta yang teramat luas kepada umatnya. Aku senantiasa berdoa, semoga suatu aku bisa bertemu dengannya di telaga Al-Kautsar, amin. Aku rindu padamu ya Rasulullah.

Karya sederhana ini aku persembahkan untuk sepasang malaikatku. Mereka, yang dalam sujud-sujud panjangnya berdoa untuk kebaikanku. Mereka yang begitu teristimewa dalam hidupku. Terima kasih Mama, terima kasih Papa. Aku mencintai Mama dan Papa karena Allah. Maaf, hingga detik ini belum bisa menjadi anak yang berbakti dan belum bisa membahagiakan kalian.

Dan taklupa, kusampaikan terima kasih untuk Teti dan Aa (terima kasih karena kalian sudah mendukung akademiku), Abang (Kita tidak banyak kekata untuk mengungkap rasa, tapi aku tahu Abang sangat perhatian padaku), Teteh (Kita bukan hanya seperti kakak-adek, tapi kita juga seperti sahabat. Terima kasih ya Teh! Kita pernah melewati masa-masa sulit bersama, jauh dari orang tua. Terima kasih atas kasih sayang dan perhatian Teteh selama ini. Doakan Si Munyu ini selalu memberikan yang terbaik untuk Allah dan umat. Amiin).

Selanjutnya aku sampaikan rasa bangga dan terima kasih atas senyuman adik-adikku tersayang; Fajar dan Mayang (Semoga menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Semangat selalu Dek!). Terima kasih juga untuk Nenek, Anih, Tante Inur, Ibu, Bapak, Andre, Icha, Andri, Bang Haris, Teh Rini, keluarga di Jakarta, Bandung, dan Cianjur. Arigatou mina!

Teruntuk keluarga kecil Rohis SMA yang telah menawarkan persaudaraan terbaik. Untuk Ireng (Syukran Jazakallahu Katsiran, akhi. Antum telah banyak membantu ane dari SMA hingga kuliah), Banggi (Buruan lulus akhi! Mimpi-mimpi kita masuh terbentang luas), Rudi, Pojan, Ikra, Ripan, Yana, Ocha, Icin, Resi, Uwie, Hadiansyah, Micelia, Ade Dian, Budi, Muthia, Fifi, Nilam, Yuhe, dan kawan-kawan lainnya.

Murobbi-murobbi-ku yang telah mentarbiyah ruhiyah dan fikriyah saya tentang Islam yang kaffah. Teruntuk bang Ridwan, Bang Yendri, Bang Zulhamdi, Pak Irfan Hidayatullah, Kang Gena, Kang Zainy, Kang Fadli, Pak Dwi, dan Kang Ahmad. Serta para sahabat yang seperguruan Order of The Phoenix; Restu, Adit, Wahid, Banggi, Cahyo, Taufik, Dhika, Indra, Ruri, Ihsan, Randi (Ran, makasih ya printernya!), Imam, Asep, dan akhunna lainnya. (Syukran jazakumullah atas ukhuwah selama ini).

Teruntuk penghuni rumah peradaban Al-Ikhwan yang telah menjadi rumah kedua bagiku. Empat tahun yang penuh harmoni. Ada yang datang dan ada yang pergi. Rumah ini telah menjadi tempat persinggahan terbaik selama berkuliah. Syukran jazakallahu untuk Kang Gena (Terima kasih kakanda, sudah memberi saya kesempatan untuk belajar banyak dari kang Gena. Terima kasih sudah menjadi kakak yang baik selama dua tahun di Al-Ikhwan), Kang Hassan (Makasih kang udah jadi tong sampah saya. Hehe, jadi malu kalo saya inget-inget saya sering curhat ama kang Hassan. Hehe ^o^), Ireng (Bingung mau nulis apa, kebaikan ente terlalu banyak ama ane. Maaf ya kalo terlalu sering merepotkan), Wicak (Saya selalu ketawa kalo inget saya dulu sering niru-niru suara ente, ya kan??!!), Ari (Dag-dig-dug pas ditawarin salah satu produk MLM, hehe piss kang!), Ali (Terima kasih karena ente sudah memberikan harmonisasi spesial di saat semua penghuni terlelap dalam malam yang sunyi), Dadan, Sugih (Salam Kamen Rider! Haha, ternyata kita sama-sama penggemar Kamen Rider. Cuman bedanya saya ga addict kaya ente. Arigatou Kuro-Kun. Ente begitu friendly dan pengertian. Ah, jadi ingat obrolan kita sebelum tidur. Sukses selalu teman sekamar!), Tri, Agung, Opik, Arden, Thayib, Danu, Dea (Terima kasih ente sudah menjadi saudara yang sederhana, hangat, dan bersahaja. Memberikan warna baru di Al-Ikhwan karena satu-satu anak Bandung yang nyasar di sini. Danke schoon mein bruder atas inpirasi yang tiada henti), Kang Ahmad (Makasih kang karena kang Ahmad telah menginspirasi saya), Syihab (Nuhun ya de Syihab sudah mengizinkan saya numpang beberapa bulan di kamar ente. Maaf merepotkan, hihi ^_^), Wildan (Musuh abadi saya, haha. Terima kasih de Wildan karena telah menjadi teman berduel yang baik), Kang Detto, Kang Yandri, Doni, Yhaul, Fauzan, Reza, Dede, de Tora, dan Bayu. Oh ya, tidak lupa terima kasih juga untuk penghuni Ar-royan; Yogi, Kang Adit, Kang Asyraf, Kang Anggi, Kang Hadiyan, Kang Muvti, Hafidz, Are, Ibu Kostan, Ibu Pondok Marmer, dan kompleks mushola Al-Islam (Kang Ziul, Cui, Hadiyan).

Teruntuk Keluarga Kabinet Kebangkitan (a.k.a kebangeutan), BEM Kema Unpad 2008-2009. Keluarga pertama di kampus yang mengajarkan bahwa organisasi bukan hanya tempat berkarya, tapi juga tempat memupuk rasa persaudaraan. Terima kasih kepada Kang Gena, Teh Indri, Kang Fiqih, Teh Eka, Teh Wenti (Nuhun teh karena dulu hampir tiap minggu ngasih saya milkshake susu dan jus terong belanda), Teh Ucie, Chagie, Rijal, Jauts, Mares, Nafielah, Diesta, Sai, Adit, Kang Debi, Hamdi, Kang Uta, Nuni-chan, Sofa, Dani, Kang Landung, Kang Fani, Kang Uga, Kang Afif, Irvan, Arry-chan, Teh Revi, Kang Mei, Kang Deni, Kang Abdul, Luthfan, Kantry, Lia, Ghea, Icha, Teh Melz, Teh Nani, Teh Kiky, Teh Prew, Dhinda, Teh Anggi, Kiky Panda, Teh Aeni, Pede, Kang Adi Nugoroho, Kang Ame, The Erna, Teh Tyarin, Kang Oleh, Gizca, Teh Leni, The Yuyun, Kang Rama, dan semua Bangkiters! (Kabinet Kebangkitan memang hanya sembilan bulan, tapi Keluarga Kebangkitan selamanya). Serta Keluarga Prabu Padjadjaran 2008; Asep, Asri, Rifqi, Hanif, Lia, Sanny, Lenny, dan Regi.

Teruntuk Keluarga Kabinet Mantap (a.k.a Mangap), BEM Kema Unpad 2009-2010. Keluarga kedua di BEM yang memberikan saya semangat untuk berkarya sebaik-baiknya di Kema Unpad. Terima kasih untuk Kang Ahmad, Kang Mei, Kang Opik, Teh Melz, Kang Oleh, Chagie, Rijal, Jauts, Rani, Myo, Syafwan, Muflih, Meri, Ariel, Adi, Ari, Iyan, Teh Ozon, Teh Unie, Teh Ira (Teteh, terima kasih ya untuk semua kebaikannya), Kiky Hiwigo, Eki, Ibel, Arfa, Nuni-Chan, Nestri, Rahyang, Ahmed, Canun, Rindu, Gizca, Mba Endang, Abdul, Kang Iqbal, Rahmi, Juhe, Lia-junior, Nunuy, Ayoed, Huda, Kang Dwi, Kang Adjie, Kang Jaya, Hapsyong, Dika PH, Vieka, Dhinda, Dani, Fatty, Dea, Echa, Nina (Terima kasih doping karena sudah mau meluangkan waktu untuk berdiskusi tentang Critical Discourse Analysis), Yola, Dita, Mili-Mili Kiti, Dewi, Aci, Teh Nadia, dan para Mantapers lainnya!

Teruntuk Keluarga Kabinet Progresif (a.k.a posesif), BEM Kema Unpad 2010. The First, untuk keluarga Dagri Holic; Dani Ferdian, Thysa, Bubenk, Dimas, Inna, Intan, Hamda, Sandy, Allan, Nining, Irma, Fadil, dan Ara. Kemudian untuk Sayyidi, Huda, Randit, Hanny, Angga, Ala, Lia Kesma, Asep, Firman (Syukran brader udah diijinkan numpang ngeperint skripsi di kostan ente), Yan Out of The Box, Dini, Edi, Vivin, Dita, Wildan, Ucen, Iqbal, Novi, Yul (Sank you Yul udah bantuin saya bikin abstract. Hehe.), Andita, Vane, Tanti, Dwi, Tya, Irhas, Asti, dan para posesif lainnya.

Teruntuk Budak Nakal Tanjungjaya, KKN Unpad 2010 yang telah memberikan kenangan terindah selama mengabdi di masyarakat. Teruntuk Nurida (Miss Nganu, makasi udah minjemin buku Jurnalistik ya!), Cahyo (Makasi ya Cay udah jadi sahabat terbaik selama di kampus), Janakan & Jason (Kalian mengajarkan kepada saya bahwa pemberitaan di media tentang Indonesia dan Malaysia hanyalah permainan politik), Efwan, Wisnu, Iduy, Boby, Indah, Dini, Zakiah, Pipit, Lia, Anit, dan Dewi. (Aku rindu ingin sekali lagi ke sana, menikmati kesepian dan keindahan cahaya kunang-kunang).

Teruntuk keluarga SUPER, BPM Kema Unpad 2011. Awalnya saya tidak pernah ada niatan bergabung bersama kalian, namun setelah beberapa bulan kita bersama, saya ingin katakan bahwa saya sangat beruntung karena Allah memberikan kado terbaik di penghujung masa studi di kampus. Terima kasih my little famly! Khususnya saya ucapkan terima kasih tiada hingga kepada saudara terbaik saya, Rifky (Maaf ya Lay, saya ga bisa memenuhi janji untuk bisa berjuang bersama hingga akhir kepengurusan. Maaf karena sudah mengecewakan. Saya ucapkan terima kasih untuk persaudaraan yang selama ini ditawarkan. Semoga kita tetap istiqomah di jalan dakwah ini. Amiin). Kemudian untuk Tina (Hatur nuhun tina  karena telah menjadi partner terbaik. Terima kasih atas pengorbanan dan sms-sms tausiyah yang penuh hikmah), Arina (Maaf ya, suka ngusilin Arin, hehe), Nandang, Verdi, Ina, Imas, Imam, Mayang, Hani, Samsul, Ai (Maaf ya Cilay ga bisa bantu banyak. Maaf juga karena sering banget bikin kesel), Tyo, Adit, Andri, Dharma, Vidya, Ririn, Nadhira, Fidel, Haptia, Anggun, Widad (Terima kasih Dad udah menjadi teman berdiskusi yang keren), Rismi, Tika, Ikuy, Nisa, Lulu, Meila, Yunita, Satria, Danial (Semoga kalo ketemu lagi ga Alay. Amiin), Dika, dan semua senator yang berjuang di BPM-BPM Fakultas (Dina, Riyan, Noey, Agassi, Tomy, Lia, Arum, Nisa, Gamma, dan Angga). Teman, BPM bukanlah second class, kita spesial, maka biarkanlah semangat itu terus berkobar di dada kita.

Teruntuk sahabat-sahabat Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) se-Indonesia yang telah menginspirasi dan memberikan banyak semangat kepada saya selama mengerjakan skripsi. Untuk Bondan (Undip), Aul (UB), Ricky, Tifanny (Unika Atmajaya), Puspa (IPB), There (UK Petra), Adit (UPI), Aghnia (ITB), Suci (Unpar), Ashok (IPB), Adib (UGM), Angling (UGM), Winda (UGM), Didin, Wisnu (Unmul), Yunuz (UPH Surabaya), Robert (UK Petra), Liuz (Untar), dan para senator kampus lainnya. Kawan, semoga semangat perjuangan kita tidak pernah padam. Viva legislativa!

Teruntuk sahabat seperjuangan angkatan 2007 SASLING yang begitu unik dan istimewa. Kawan, kita pernah melewati masa-masa sulit ketika berkuliah. Masih lekat dibenakku ketika dulu—ketika tahun pertama—ego telah mengalahkan makna persahabatan. Hingga akhirnya seiring berjalannya waktu, cinta itu pun membuncah di hati. Saya senang bisa mengenal kalian. Terima kasih untuk waktu empat tahun ini. Maaf, dulu sempat membuat kecewa karena saya jarang berinteraksi dengan kalian. Terima kasih kepada; Devina (Hmm, orang yang pertama kali membuat saya nyaman untuk berdiskusi tentang banyak hal. Kita saling menyemangati, kita saling berbagi informasi tentang lomba-lomba, dan kita menjadi partner yang baik! Maaf ya de, Agustus kemaren kita ga jadi wisuda bareng. Wish u luck!), Ajeng (Jeng, makasih ya udah jadi sahabat baik selama di kampus. Aaa, nanti bakal kangen Ajeng. Saling mendokan ya Jeng!), Santana (Brader, maaf ya sempat bikin kecewa karena tidak terlalu sering terlibat di Hima. Anda begitu bijaksana dan pengertian, bung!), Barkah (Subhanallah sekali ya Kah! Di antara semua temen-temen 2007, kita yang paling sering satu kelompok. Nitip pesen, jangan galak-galak lagi ya! Haha..), Ines (Halo si pipi yang lucu. Makasi ya nes, everything!), Femmy (Ganbatte Kudasai Femmy-chan!), Sekar, Damai, Dewi, Chus (Sumpah! Lo emang sanguinis abis Chus! Makasih untuk keceriaan dan senyuman centilnya selama ini), Icha, Riska, Gina, Faris, Egis, Chemi, Arif, Dwi Mira, Hari, Ridwan, Wulan, Acii, Iin, Gesya, Dhila, Gilang, Indra, Linda Sendy, Putar, Uno, Trisya, dan Yuli. Oh ya, terima kasih juga kepada teman-teman angkatan 2006; Deva, Pinta, dan Chagie. All, terima kasih kalian begitu baik padaku.

Terima kasih kepada dosen-dosen yang telah memberikan begitu banyak inspirasi kepada saya. Khususnya kepada Pak Irfan Hidayatullah (Terima kasih pak! Dulu sempat saya tidak dewasa memandang takdir hidup. Tapi setelah berdiskusi dengan bapak, saya akhirnya paham bahwa Allah pasti tidak salah memberikan takdir-Nya untuk kita), Pak Aji, Pak Agus Nero, Bu Eni, Bu Hardiati, bu Nani, bu Wagiati, Pak Wahya, Pak Waway, Pak Tatang, Pak Djarlis, Pak Hamid, Pak Baban, Kang Indra, Pak Yudi, dan juga Pak Andi yang telah bersedia sering saya repotkan.

Selanjutnya, kekata spesial tidak lupa saya ucapkan kepada temen-teman Unpad 2007 yang selama ini memberikan banyak sekali dukungan dan keceriaan. Kepada; Are, Randika, Aci FKG, Deny FKG, Mila, Agassi, Anas, Teguh, Inna, Rudy FPIK, Nesha FKep, Mutie FKep, Dhinda, Mufti, Chaca FK, Nestri, Sofa FK, Sofa Farmasi, Atri, Elis, Anggi FK, Hani Fikom, Nurida, Fae, Kantri, Cahyo, Restu, Samsul, Adit, Rifky, Tyo, Randi, Rachma, Rijal, Shaliha, Ute, Tina, dan teman-teman SOL II. Terima kasih juga kepada Diah-sensei dan Sitta-sensei yang sudah mengajarkan bahasa Jepang kepada saya. Arigato!

Teruntuk DREAM TEAM JITU 2011; Brader Dea Tantyo, Pak Dwi, Sofa, Sugi, Teh Ami, Karina, Dedi, Septi, Siti, Oci, Lulu, Rahmi, Alfi, dan ilmy-ilmy fakultas. Ayo, semoga misi mencerdaskan orang sholeh dan mensholehkan orang cerdas tidak akan pernah sirna. Amiin.

Next, I wanna say thank you for Harry, Hermione, and Ron. Do you know guys, I really happy if I have done watched your movies. Excpecto patronoum, Harry Potter!

Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah menjadi inspirasi dalam hidup saya. Maaf tidak bisa dituliskan satu persatu. Terima kasih juga untuk keindahan Jatinangor. Maaf, nama kalian tidak bisa ditulis pada kertas terbatas ini. Terima kasih sahabat facebook, twitter, dan sahabat SENJAPELANGI.

KITA BEGITU BERBEDA DALAM SEMUA, KECUALI DALAM CINTA
Sumber: Skripsi saya

4 thoughts on “Lembar Persembahan: Mereka, Inspirasi Hidup Saya

  1. BarakaLLah akh,
    Semoga setiap iLmu itu menjadi sebuah kebermanfaatan bagi diri Qt, masyarakat, bangsa dan umat ini.
    SeLaLu teringat pesan Ustadz di asrama, “KaLian akan sampai pada kondisi menebarkan setiap kebaikan & iLmu itu. Dan bisa jadi yang ada disana hanya kaLian sendiri. Bukan bersama orang-orang yang sekarang bisa seideal dengan kita. Tapi disanaLah setiap diri dan iLmu kaLian itu bermanfaat bagi umat ini”

  2. ih kok di deretan Progresifers nama aku gkda yar? ;p

    tapi ya ampun..segitunya kamu ngefans sama aku..namaku disebut tiga kali T.T terharu jadinya…thanks yar…untuk segala pada banyak waktu selama ini, selamat ya..semoga ilmunya dapat diamalkan dimanapun kamu berada…bagus2 AWK nya diperdalam, karena dosen AWK masih jarang :p…tapi khawatir juga kalo kamu jadi dosen…dosen alay apa jadinya mahasiswa sasindo nanti???šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s