Ya Rabb, izinkan aku tetap di jalan kebaikan-Mu


Bandung, 25 August 2011
Jalan ini, dulu aku menganggapnya sebagai suatu yang memalukan. Masih lekat dalam ingatanku, ketika aku bersama teman-temanku mengejek mereka. Bagiku mereka, terlalu kuno dan primitif. Aku merasa jauh lebih modern dan hebat dengan segala aktivitas yang kujalani. Namun entah mengapa, akhirnya aku menerima uluran tangan mereka. Aku lupa, apa alasan kuat yang mengubah jalan pikir dan cara pandangku.

Kebaikan, itulah alasannya. Dengan kerendahan hati, aku pun memilih bersama mereka. Alasannya sangat sederhana, aku merasa nyaman dan tentram bersama mereka. Sejak mengenal mereka dan mengikuti ragam aktivitas mereka, aku merasa bersemangat. Banyak hal yang berubah dalam hidupku. Mulai dari cara pandangku, sikapku, dan motivasi hidupku. Jalan itu telah membawaku menjadi manusia yang baru. Di sini, aku belajar menjadi seorang yang lebih baik. Di sini, aku menemukan orang-orang yang tidak hanya sebatas sahabat. Mereka adalah saudara-saudaraku.

Aku pun sadar, persaudaraan itu bukan hanya karena hubungan nasab atau hubungan darah. Lebih dari itu, saudara adalah orang yang memiliki keterikatan yang lebih besar dibandingkan hubungan darah. Adalah ikatan keimanan yang membuat kita saling menyayangi, mengasihi, dan mencintai. Ikatan keimanan karena Allah. Setiap hari, aku berusaha menjadi lebih baik. Menjadi muslim yang memahami Islam secara kaffah. Walaupun kuakui, itu tidak mudah. Jiwa pemberontakku masih sangat mendominasi. Kadang, aku ingin menjadi manusia bebas seutuhnya tanpa diikat oleh aturan mana pun.

Ah, dunia memang terlalu melenakan. Lintasanya pikiran yang ada di benakku hanya dunia, dunia, dan dunia. Aku terlalu berambisi untuk meraih segala prestasi keduniaan. Sementara, prestasi akhirat sama sekali tidak menjadi prioritasku. Ya Tuhan, maafkanlah hamba-Mu yang lemah ini. Aku memang tidak berakselarasi seperti teman-temanku. Progresku memang lambat. Namun, aku selalu bersyukur. Aku merasa jauh lebih baik dibandingkan masa dulu. Masa yang membuatku malu pada semesta ini. Aku berjanji dan berkomitmen, suatu saat aku akan seperti mereka. Bahkan bisa jadi aku jauh lebih baik dibandingkan saat ini. Rabbi, izinkanlah hamba untuk menjadi hamba yang special karena kebaikan cinta-Mu. Amin.
Tujuh tahun sudah aku di jalan ini. Hingga detik ini, aku hanya bisa melaporkan bahwa progressku memang tidak terlalu signifikan. Naudzubillah, semoga aku tidak termasuk menjadi orang-orang yang merugi.

Rentang waktu yang cukup lama, membuatku semakin dewasa dalam menapaki jalan ini. Banyak goncangan keimanan yang sempat membuatku bimbang. Tetap bertahan atau memilih menjadi pecundang? Berbagai alasan pun menguap menjadi tumpu proses kedewasaanku. Rabbi, sering kali hati ini sulit untuk dikondisikan. Rasa kecewa, kesal, marah, dan penyakit hati lainnya kerap kali menggoyahkan komitmenku di jalan ini. Sempat terlintas untuk balik kanan, memutuskan pergi bersama teman-teman yang sudah terlebih dahulu menghentikan langkahnya.

Jujur, bagiku jalan ini seperti tidak ada ujungnya. Sangat panjang dan tidak mudah untuk aku dan teman-temanku bertahan. Namun, ada hal yang membuatku yakin untuk tetap memilih di jalan ini. Suatu saat, aku yakin akan menemukan seberkas cahaya. Maaf, kurasa bukan hanya seberkas, melainkan cahaya yang mengalahkan semua kegelapan yang selama ini membayang-bayangiku dari belakang. Aku yakin dengan jalan ini.

Jalan ini semakin menyesakkan dada, menguras keringat, dan mempertaruhkan banyak sekali pengorbanan. Termasuk mereka—orang-orang yang dulu sempat beriringan denganku. Mereka mungkin terlalu lelah, penat, dan bosan di jalan ini. Wallahu’alam. Itu hanya dugaanku saja. Rabbi, aku ingin katakan, aku ingin mereka masih bersama kami. Melewati masa-masa sulit hingga janji-Mu benar-benar sudah tampak. Tapi aku takkuasa. Karena Engkaulah yang membolak-balikkan hati hamba manusia. Aku hanya bisa berdoa suatu saat mereka akan kembali lagi bersama kami. Aku ingin meyakini mereka bahwa jalan ini, insyaAllah jalan kebaikan. Aku ingin mereka mendengar penjelasanku. Aku ingin mereka tetap bertahan. Aku ingin menyudahi jalan ini bersama mereka di titik finish. Oleh sebab itu ya Rabb, genggamlah hati mereka, izinkanlah mereka kembali bersama kami di jalan ini. Aku mohon pada-Mu.

Aku juga khawatir pada diriku sendiri. Apakah aku masih bisa bertahan di jalan ini. Aku memohon dengan sangat pada-Mu, izinkan aku tetap menapaki jalan yang Engkau ridhoi ini. Aku mohon pada-Mu. Aku ingin terus di sini sembari memperbaiki apa yang harus kuperbaiki. Menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di sana. Aku rindu bertemu dengan Rasul-Mu, para sahabat, tabi’in, orang-orang sholeh, dan mereka yang kucintai karena Allah. Aku tahu, engkau telah menyiapkan hadiah terbaik di syurga sana. Bidadari-bidadari nan cantik jelita, kesejahteraan tiada tara, dan kenikmatan bisa bertemu dengan-Mu. Namun aku harus akui Rabb, kadang janji-Mu yang sungguh nyata itu tidak kurespon dengan baik. Maafkan aku ya Rabb.

Di bulan yang penuh kebaikan ini, aku memohon pada-Mu, izinkanlah aku tetap istiqomah di jalan ini. Hingga aku benar-benar tahu bahwa aku termasuk orang-orang yang beruntung. Amin.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.”

2 thoughts on “Ya Rabb, izinkan aku tetap di jalan kebaikan-Mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s