Tidak Ada, Ada, dan Tiada


Aku ada karena ketidakadaan
Aku lahir karena sebuah komitmen pada Tuhan
Aku besar karena pengorbanan
Aku berpikir karena keingintahuan
Aku bicara karena kegelisahan
Aku diam karena kemarahan
Aku merenung karena kepiluan
Aku marah karena keterhinaan
Aku pergi karena ketidakberdayaan
Aku menangis karena kesendirian
Aku mencintai karena dicintai
Aku merasa bahagia karena pernah meluka
Aku merasa tidak ada karena aku ada
Aku harus pergi, hanya itu yang kubisa.

Sudah berjuta kali aku melihat
Alam yang sama
Sudah berjuta kali aku berbicara
Pada orang yang sama
Sudah berjuta kali aku melewati
Jalan yang sama
Sudah berjuta kali aku merindukan cinta
Kepada Maha Cinta
Sudah berjuta kali aku bermimpi
pada hari yang lebih indah
sudah berjuta kali aku mengeluh
untuk suatu kebodohan
sudah berjuta kali aku terpaksa diam
pada ketidakberdayaan
sudah berjuta kali aku melakukan hal yang sama.
Dan ini seperti mimpi buruk saja.

Aku ada, hidup, dan tiada
Mereka datang, pergi, dan tiada
Mereka cinta, sayang, dan kasih
Mereka hilang dalam ingatakanku tanpa bekas.

Pada akhirnya aku hanya bisa berterima kasih pada waktu
Atas sedikit empatinya
Pada akhirnya aku hanya bisa tertunduk pada kesendirian
Telah mengajarkan makna kesempurnaan.

Dunia ini terlalu menjemukanku,
Bukan karena aku yang lelah dan bermental pecundang.
Bukan, bukan karena itu.

Ah, andai saja kau tahu apa yang kurasa.
Aku takut pada diriku.
Yang membawa pada kegelapan dan menakutkan.
Kurasa aku hanya yang paham.

Terima kasih untuk kenangan yang masih melekat di benakku.
Terima kasih untuk kalian yang pernah menawarkan kebaikan padaku.
Terima kasih untuk kalian yang membuatku paham tentang
Kebaikan, kekecewaan, persahabatan, kasih sayang, dan kebahagian
Terima kasih untuk semesta, kalian teman terbaikku.

Dan pada akhirnya, aku tidak bisa meninggalkan apa-apa.
Kecuali sedikit cerita yang bisa kutulis pada catatan kebanggaan kalian.
Biarkan, aku tidak ingin dikenang.
Anggap saja aku ada, tidak ada, dan kemudian hilang.

Yang bisa kusisakan hanya mimpi.
Hingga aku sadar, aku sudah terlalu larut dalam mimpi panjangku.

Jatinangor, 10 Juni 2011
15: 08 WIB
(setelah menonton film Harry Potter and The Prisoner of Azkaban)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s