Catatan Akhir Mahasiswa


Jatinangor, 19 Mei 2011

Siang ini, pukul 10.30 WIB. Hari ini seharusnya perkuliahan Metode Penelitian Linguistik II sudah dimulai. Namun dosennya belum datang, ada acara dulu. Aku pun menarik napas cukup panjang. Sudah lama kami tidak bertatap muka di kelas. Membicarakan metode, teknik, dan sebagainya. Namun karena kesibukan beliau, kita pun jarang kuliah. Ah, lagi pula buat apa kuliah. Toh teman-teman saya hampir 50 persen sudah mengikuti siding Usulan Penelitian.

Sebenarnya kuliah yang satu ini cukup penting untuk mengasah kemampuan kita sebagai peneliti linguistik. Namun entah mengapa seakan kuliah ini cukup membuat kami tidak nyaman lantaran kami berpikir sudah telat. Sekarang langkah kami sudah cukup jauh, namun input yang diberikan dosen tidak tepat waktunya.

Tapi tidak apa. Bagaimana pun, saya harus selalu bersemangat mengikuti kuliah ini. Dosennya sungguh baik, pengertian, dan perhatian kepada kami. Bisa dikatakan beliau adalah favorit kami. Mudah-mudahan beliau senantiasa diberikan kesehatan sehingga bisa mentransfer ilmunya kepada mahasiswa di Fasa.

Oh ya, tidak terasa sekali bahwa sebentar lagi kami akan melewati masa minggu tenang, disusul UAS, liburan, skripsi, dan lulus. Ah, sungguh sangat cepat. Baru kemaren saya mengedipkan mata, sekarang ketika membuka mata sudah berada di ujung pertemuan.

Kondisi Fasa sekarang jauh berbeda. Nampak jauh lebih indah dibandingkan ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di sana. Banyak mahasiswa yang memutuskan untuk berlama-lama di kampus. Bercengkrama di pepohon yang rindang. Saya telah menjadi saksi dari perubahan di kampus biru ini.

Sekarang, seakan menghitung hari. Beberapa bulan lagi saya akan meninggalkan kampus ini. Ah, lagi-lagi ingin saya katakan, ini sungguh cepat. Saya menikmati kuliah hari ini. Bersama delapan orang teman yang hadir, bersama mereka. Menjadi bagian dari penghitungan mundur waktu. Dan saya yakin, suatu saat kita mungkin tidak akan bertegur sapa. Menoleh pun akan segan. Tapi tidak apa. Bagi saya, mereka telah bagian dari momentum hidup yang kurencanakan. Terima kasih kawan untuk segala pengertian kalian padaku. Saya doakan, kita sukses selalu. Kawan, teruslah ke langit luas dan bentangkan sayap indahmu dengan menembus angkasa yang tinggi. Aku ingin menggapai bintang keabadian. Bagaimana denganmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s