Kebaikan dan Petualangan


Sang waktu merangkak malam. Perlahan, kabut tipis berembun pun membasahi kaca pada sebuah jendela. Memoles dengan sentuhan dingin, menyibak kotoran yang dari siang menempel. Kemudian menutupi hampir separuhnya. Malam ini, adalah waktu yang tepat. Menulis segala rasa yang dipendam hati, menumpahkan imajinasi pada kepala yang kian hari terasa berat. Tapi untung tidak sakit lagi seperti beberapa bulan lalu. Alhamdulillah, lagi-lagi Allah menganugrahi kebaikan pada diri ini.

Hai sang senja, aku ingin bercerita sedikit padamu. Tentang kisah yang ingin kubagi, ingin kutumpahkan pada wajah manismu. Tapi kini baru sempat aku ceritakan padamu. Maukah kau mendengarnya? Ayolah, aku butuh teman untuk berbagi cerita malam ini.

Sudahlah, jangan mengeluh. Biasanya kamu bisa menjadi tong sampahku. Mendengar dengan paksa kekesalan, kekecewaan, dan kebandelanku. Tapi aku janji padamu. Malam ini aku tidak akan menyusahkanmu. Hanya sedikit berbagi saja. Tentang kebaikan yang beberapa waktu kebelakang menghampiriku.

Ah, kebaikan itu terus mendekat padaku. Aku ingin mendekap kuat dan menatap lekat wajah kebaikan yang senantiasa Allah hadiahi padaku. Oh ya senja, mana temanmu pelangi? Ah, betapa senangnya aku pada dia. Dua hari yang lalu, ketika aku bersama saudara-saudaraku pada waktu kamu, melihat temanmu. Sungguh ingin kukatakan, aku mengagumi temanmu. Ups, tidak hanya temanmu tapi juga dirimu. Aku cinta kalian senja pelangi. Nampaknya agak norak. Tapi aku mana peduli. Kalau sudah cinta, susah ditahan-tahan.

Ah, kamu membuatku tidak sistematis. Sepertinya tulisanku malam ini cukup jelek sekali ya. Tidak tahu arah dan tujuan. Well, tidak apa. Yang penting aku ingin bercerita. Mau ya? Begini senja, aku ingin menyampaikan sesuatu yang ingin kuulang selama 1000 kali. He, banyak ya! Tapi benar, aku ingin mengulangnya. Hingga aku bosan sendiri. Atau bahkan bisa lebih. Aku ingin bilang itu saja. Hingga mulutku penat dan tidak bisa bicara lagi. Jadi apa yang ingin kuceritakan padamu, hah? Oh ya, aku baru ingat.

Aku mau bilang. Aku sangat cinta Allah. Itu saja. Keren ya? Iya memang keren. Entahlah, dari dulu aku memang cinta Allah. Tapi entah mengapa sekarang-sekarang ini aku makin cinta Allah. Hmm, Allah baik sekali padaku. Itu yang kurasa belakangan ini. Oke, aku akan merunut semua kebaikan itu. Tapi sayang, terlalu banyak. Bahkan banyak sekali.

Begini kawan, aku ingin bercerita tentang aktivitasku saat ini. Aktivitas yang memberikan banyak perubahan dalam hidupku. Dan aku bersyukur, Allah memberikan kesempatan padaku untuk berubah. Tapi ada yang kukhawatirkan kawan, aku takut ini hanya sesaat. Ah, mudah-mudahan kekhawatiranku tidak beralasan.

Hai senja, tolong sampaikan pada sahabatmu sang waktu. Mengapa belakangan ini aku serasa kekurangan sekali waktu. Dulu, banyak waktu luang yang diberikan padaku. Sekarang? Tapi tidak apa-apa, aku bahagia. Itu artinya, aku masih diberi kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dalam kebaikan. Amiin.

Subhanallah, wal hamdulillah.

Allah beri aku kado di penghujung masa kuliahku. Adanya perubahan yang signifikan dalam hidup. Banyak, ya sangat banyak. AKU SAYANG ALLAH. Rasanya apa yang aku butuhkan begitu cepat terwujud. Sungguh, ini seriusan. Baiklah, akan aku paparan satu-satu. Financial lancar, skripsi lancar, organisasi lancar, amalan yaumiyah membaik, hubungan personal sesama manusia baik, dan semuanya berjalan baik. Aku sekarang ingin berlama-lama di kampus. Bercanda ria dengan teman-teman satu jurusan. Aku ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara satu kontrakan. Aku ingin selalu menghiasi hari dengan saudara-saudara di BPM.

Jujur, aku makin cinta sama mereka. Cinta karena Allah. Kadang, aku benci perpisahan. Tapi sekarang aku lebih bijak, bahwa hidup itu berjalan. Tidak statis. Mau tidak mau, semuanya akan berubah. Tapi jangan khawatir. Aku telah menyiapkan pahat terbaik. Sudah kubeli dari pemahat Persia. Aku ingin memahat kebaikan Allah padaku di hati ini. Biar tidak hilang. Biar aku masih merasakan energi positif ini kapan pun dan dimana pun. Amiin. Doakan aku senja, biar selalu istiqomah. Amin.

Oh ya? Satu lagi, aku lupa bercerita padamu. Bahwa aku sudah menemukan kembali jiwa petualangku yang sempat menghilang. Ok, kamu mungkin sudah pernah kuceritakan bahwa aku sangat menyenangi petualangan. Itu sangat! Dari kekanak, aku bersama teman-teman senang sekali berpetualang. Instrumennya bisa menggunakan sepeda, bermodal dengkul, dan semangat. Haha, lagi-lagi nostalgia.

Sewaktu di SD, sahabat yang sering kuajak berpetualang namanya Ichsan. Subhanallah, dia never ending brother buatku, senja. Sayang sekali, sekarang kita sudah terpisah ruang dan jarak. Semoga dia masih ingat masa indah dulu.

Nah, waktu di SMP aku senang sasapedahan dengan Wahyu. (Ya Allah berilah sahabatku ini tempat terbaik di sisi-Mu. Amin). Kawan, temanku itu sudah menghadap ke haribaan-Nya. Yuk, kita doakan. Nah, pas SMA? Sama siapa yak? Hehe, oh ya nampaknya bersama teman-teman Rohis. Tapi petualangannya tidak terlalu kuingat. Soalnya kurang menarik. Nah, pas kuliah hasrat untuk berpetualang pun jadi tergerus. Halah, kaya idealisme aja yak. Tapi beruntung, dua hari lalu (6/04) saudara saya Rifky Zulfikar (a.k.a Qqlay) mengajak berpetualang ke Garut. Rutenya sederhana: Bandung-Tarogong-Samarang-Kamojang-Ibun-Faseh.

249551_1723740746096_6877895_n
Best bro: Rifky!

Tapi yang paling mengagumi pemandangannya kawan. Subhanallah, indah dan keren sekali. Berasa di luar negeri. Eh, maksudnya berasa mudik ke Munich. Hehe, ngarep. Itu benar, kami sangat mengagumi karya Allah. Begitu apik dan indah. Ah, susah sekali mendiskripsikannya. Tapi yang jelas, tempatnya sungguh indah. Kami pun mentadaburi ayat-ayat qauliyah. Hehe, jadi inget surat Al-imran 190-191. Kurang lebih artinya seperti ini, “Sesungguhnya di antara penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal…..” hingga akhirnya, setelah aku mengagumi dengan sepenuh hati lukisan Allah, aku pun bergumam, “Ini sungguh indah. Aku mengagumi. Tapi aku lebih mengagumi pencipta lukisan ini. Allah Maha Cinta.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s