SENJA merindu PELANGI



Namaku senja. Aku tidak mengerti, entah mengapa aku menamai diriku senja. Mungkin karena senja adalah nama yang unik.

Kupikir senja adalah waktu yang cukup singkat ketimbang malam, subuh, siang, dan sore. Senja menjadi pematang antar gelap dan terang yang hanya bisa disaksikan sekejap saja.

Pada langit senja, ada lukisan nan indah membentang menutup bumi. Kombinasi warna merah, jingga, dan lambat laun kemudian kelam.

Senja memaksa anak adam kembali ke peraduannya setelah sehari penuh beraktivitas dengan hiruk pikuk keongahan dunia. Mengantarkan hati yang galau ke dalam larutan ketentraman.

Menutup kemunafikkan dengan bantuan sahabat malam.

Ada yang takut dengan gelap, tapi senja mencoba berikan ketenangan bahwa di antara kelam dan terang, ada selimut hangat yang menutupi tubuh yang beku. Ada senandung kasih sebagai pelipur lara.

Senja membawa kita berpikir bahwa akan selalu ada kedamaian pada hati yang gelisah.

Namun kini senja terlihat sedih. Karena tidak ada yang mampu menakar rasa rindu terdalam yang ia pendam.

Senja ingin seperti siang. Ia berpikir,beruntungnya siang. Ketika gerombolan awan kelam berarak gontai, tumpahlah hujan dari langit, matahari pun menyambut ria dengan semburat cahaya yang silau. Langit menjadi semakin indah. Ada dispersi cahaya yang bernama pelangi.

Senja semakin sedih. Entah sampai kapan ia bisa melihat pelangi.

Jatinangor, 17 Desember 2010.

17 thoughts on “SENJA merindu PELANGI

  1. –senja, sebuah isyarat akan ketentraman jiwa..

    betapa sangat kunikmati kehadirannya.. meski hanya sejenak, namun sudah cukup membuatku merasa nyaman dengan semburat jingganya..

    –hujan, sebuah isyarat akan teduhnya hati..

    terkadang aku sangat menikmati kehadirannya.. derasnya membuat hatiku merasa tenang.. namun kilatan putihnya terkadang membuatku bergidik..

    hujan, karnamu sang pelangi hadir menghias langit dengan keelokan warnanya yang bercorak ceria.. namun, untuk beberapa waktu yang lama aku tak bisa menikmatinya (pelangi).. hei, kemanakah engkau?!.. sungguh, di saat selepas hujan turun, aku berharap kau akan hadir menyapaku.. namun hingga kini, kau tak jua muncul… I miss you

    *hanya sekedar menuangkan buah pikirku di ruang komentar blogmu.. maaf jika tidak berkenan..

    salam kenaL..

  2. wow…., makasih atas tulisan indahnya tentang senja

    nambah bersyukur ajja dikasih nama “senja” sama bokap,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s