Hidup Bicara tentang CINTA


“Janganlah kau terlalu cinta pada seseorang, bisa saja suatu saat kau membencinya. Janganlah kau terlalu benci pada seseorang, bisa saja suatu saat kau mencintainya.” (Al-hadits).

CINTA… Tidak ada habisnya untuk dibicarakan….

l.o.v.e

Dalam Ilmu linguistik, kata ‘cinta’ merupakan kategori kelas kata adjektiva (kata sifat), namun menyerupai bentuk verba (kata kerja).
Untuk membuktikan apakah cinta memang benar adjektiva, bisa dibuktikan apabila didampingi partikel ‘sangat’, misalnya pada frase sangat cinta, dst. Sementara itu, cinta bisa menjadi verba apabila diberi imbuhan me(N) dan me(N)-i. Contohnya pada kalimat:
“Zulaikha mencintai Yusuf”. Pada kalimat tersebut, kata cinta bukan berarti adjektiva, melainkan verba yang ditandai dengan imbuhan me(N)-i.

Dalam perspektif linguistik jelas, bahwa kata cinta memiliki posisi yang spesial. Tidak banyak perbendaharaan kata yang memiliki kedudukan istimewa. Maka takheran, jika banyak definisi yang berbeda memaknai kata cinta.

Seorang pujangga hebat yang lahir di Beshari Lebanon tahun 1883, Kahlil Gibran menyatakan definisi cinta dalam bukunya yang berjudul The Prophet (diterjemahkan Sapardi Djoko Damono “Almustafa” :2008, 11) Menuliskan cinta pada lembaran puisi cintanya seperti ini;
“Jika cinta mengajakmu, ikutilah dia, meskipun jalannya sulit dan curam. Dan ketika sayap-sayapnya merangkulmu menyerahlah padanya, meskipun pedang yang terselip di antara ujung-ujung sayapnya mungkin melukaimu, dan kalau ia bicara padamu percayalah saja, Meskipun suaranya mungkin membuyarkan mimpi-mimpimu bagaikan angin utara yang mengerontangkan taman.

Indah dan romantis, begitulah Kahlil Gibran memaknai cinta dalam perspektif yang tanpa catat. Siapa pun takkan menolak datangnya cinta. Karena rasa itu sungguh ajaib. Mengubah luka menjadi suka, mengubah kekurangan menjadi kelebihan, mengubah tuba menjadi susu, mengubah karat menjadi logam mulia, mengubah takut menjadi damai.

Semua telah terlukis dalam kanvas kebahagian, dilukis dengan kuas kasih sayang, dan dipajang dalam bingkai kemuliaan.

Para filsuf, saudagar, budak, buruh, pemuda, tabib, dan manusia di semesta selalu bersemangat menjabarkan cinta menurut pandangannya masing-masing. Karena cinta itu produktif. Kendati hanya terdiri dari beberapa huruf (5 huruf dalam b.Indonesia-cinta; 4 huruf dalam b.Jerman-Lieb; 4 huruf dalam b.Inggris-Love, dsb). Namun, cinta mampu diintegralkan dalam wujud huruf tanpa batas.

Hingga saat ini pun, tidak ada terminologi atau konsepsi yang jelas tentang cinta. Karena Ia bukanlah teori hitungan matematis yang sudah baku. Teori tentang makna cinta akan selalu berbeda, bergantung siapa yang menyatakan konsepsinya dan bagaimana perasaannya saat menyatakan konsepsi tersebut.

Cinta adalah seni. Membuat hati kita bahagia merasakannya, telinga kita takjemu mendengarkannya berulang-ulang, dan mata kita takhenti-hentinya menatap nanar tanpa bosan.

Definisi cinta seperti kumpulan orang buta yang diminta menyebutkan bagaimana bentuk kepala gajah. Ada yang menyahut bahwa bentuk kepala gajah itu; panjang dan kesat (padahal kaki). Ada pula yang menyatakan bentuk kepala gajah lembek dan lebar (padahal telinga).

Ya, setiap orang buta tersebut memiliki perbedaan untuk menyatakan bentuk kepala gajah. Tidak ada yang salah dengan konsepsi tersebut karena kondisi berbicara seperti itu.

Varian definisi cinta memiliki perspektif yang tidak sama ketika diutarakan, ketika dituliskan, ketika ditunjukkan melalui perbuatan, dan dirasakan dalam setiap pemilik hati.

Penggalan cinta telah dihamparkan pada lautan kasih, telah didendangkan dalam melodi irama yang menggetarkan sukma, dan telah diucapkan oleh lisan yang mengucap mantra menyihir dunia.

Dalam lembar kisah cinta di dunia, ada pesan luar biasa pernah termaktub dalam kitab cinta hidup nabi Adam dan Hawa; nabi Sulaiman dan Bilqis; nabi Muhammad dan Khadijah, dan kisah-kisah cinta inspiratif dari yang memaknai cinta sesungguhnya.

Cinta ibarat piramida. Memiliki alas yang lebar, dan makin lama semakin tinggi. Memiliki tingkatan dan memiliki proporsi masing-masing. Di setiap hati anak manusia, ada ruang-ruang tertentu untuk sang terkasih tentang cinta. Kepada benda, harta, sahabat, pasangan, orang tua, dan cinta hakiki pada Sang Maha Cinta, Allah ya Kariim.

Cinta itu seperti garis kordinat yang memiliki sumbu X dan sumbu Y. Dan juga memiliki garis vertikal dan horisontal. Menghubungan antar titik-titik menjadi kata nan romantis serta puitis.

Garis vertikal menyatakan sumbu cinta untuk yang Maha Cinta. Sedangkan garis horisontal menyatakan sumbu cinta untuk sesama makhluk hidup atau benda mati.

Cinta dipahami begitu kompleks dan teramat luas seperti samudra dan galaksi. Karena cinta datangnya dari Maha Cinta, maka sudah sepatutnya yang mengaku memiliki cinta untuk tetap menjaga kesucian cinta.

Cinta itu berkorban. Bagi yang mengaku cinta, jangan enggan untuk memberikan yang terbaik untuk yang dicinta. Seorang manusia yang mengaku cinta pada Tuhannya, maka sudah sepatutnya mengenal cintanya, mencintai sungguh-sungguh cintanya, dan berbuat terbaik untuk cintanya.

Untung urusan cinta vertikal, sudah tidak usah diragukan lagi bagaimana definisi, porsi, dan sikap cinta kita terhadap Maha Cinta. Semuanya sudah jelas karena itu adalah cinta hakiki.

Namun wahai yang mencinta! Kadang ada yang rusak dalam praktik cinta pada tataran horisontal. Di dunia ini, ada ratusan bahkan jutaan manusia yang dengan sengaja menggali tanah untuk menciptakan lubang pemisah antar hati dalam dekapan ukhuwah; untuk membunuh cinta.

Kian hari, lubang digali semakin lebar dan dalam. Awalnya hanya menggunakan cangkul, kemudian menggunakan alat berat yang biasa digunakan oleh penambang Siberia. Hingga pada akhirnya, suspect cinta benar-benar telah mati. Yang ada hanyalah kebencian dan permusuhan.

Tidak ada lagi kata tulus dan romantis. Sampai kapan terus berbohong dan menolak kehadiran cinta?

Ayolah yang memiliki cinta, tolong bangun jembatan hati untuk menginterkoneksikan kembali getaran cinta yang pernah tercipta. Jangan biarkan hati ini gelap karena lubang yang dalam. Sebelum terlambat dan menyesal. Dan saat kita tanpa sadar bahwa telah tiba akhir kata menutup mata.

End,
(Dipublish ketika kemenangan Indonesia vs Thailand pada piala AFF 2010, 2–1).

Al-ikhwan, 7 Desember 2010.
By: senja pelangi.

Inspirasi:
KAU TAHU PERASAAN DIMANA SEMUANYA BERJALAN DENGAN BAIK? DIMANA KAU TIDAK PERLU KHAWATIR DENGAN HARI ESOK, ATAU KEMARIN. TAPI KAU MERASA AMAN DAN TAHU KAU MELAKUKAN TERBAIK YANG KAU BISA?
ADA KATA UNTUK PERASAAN ITU. KATA ITU DISEBUT L-O-V-E.
(Akeelah and the Bee).

2 thoughts on “Hidup Bicara tentang CINTA

  1. ga ada habisnya deh si cinta dibahas2, karna klo dia udah ga ada, maka ga kan ada kehidupan, ga ada lagi curahan cinta dariNya, udah.. binasa aja.
    tapi cinta sering juga dihitamkambingkan untuk hal2 yang bikin Sang Pemberi Cinta cemburu, ish..ish..ish.. cinta sering bikin polemik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s