Sabar


Teman, pernah dirimu merasa kesal kepada seseorang. Bahkan kekesalan di hatimu semakin membesar seperti bola salju dan lama kelamaan pecah hingga menjadi sungai gletser. Pecah, dan tumpah sudah. Entahlah, bagaimana perasaanmu saat itu. Mungkin emosi jiwa menyelimuti hatimu hingga ke ujung ubun-ubun. Ekspresi wajahmu berubah, suasana hatipun tidak karuan. Keriangan seketika berubah menjadi kekesalan.

Hah! Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan pelan-pelan. Tarik O2 sebanyak-banyaknya. Bisa saja otakmu tengah kekurangan oksigen. Jangan biarkan amarah menguasaimu. Duduklah, duduklah. Jika belum reda, maka berwudu’lah.

Pesan Rasulullah kepada kita umatnya ,”Jangan marah. Jangan marah.”

Well, siapa yang tidak pernah sakit hati atau kesal? Apalagi bertemu orang yang susah sekali diberi pengertian. Serasa paling pintar dan naudzubillah. Ya, mungkin sunatullah bila kita terbawa amarah. Tapi, tetap tenang. Kata teman saya mah, “Stay cool in area aja!” 

Sejujurnya, kita patur beruntung bisa bertemu dengan karakter orang yang berbeda-beda. Yak, every body is unique. Jadi tidak bisa kita pukul rata bahwa semua orang itu sama! Cara yang bijak adalah, kita harus mengalah. Mengapa? Karena jika kita kepancing emosi, kita akan kehabisan banyak energi. Kemudian muka kita jadi jelek karena bad mood. Perasaan kita jadi gundah gulana dan tidak ada untungnya. Justru jika kita terbawa emosi membuat kita tidak dewasa dan kekanak-kanakkan.

Nah, bagaimana caranya untuk menghindari marah?Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

1. Kalo posisi kamu lagi berdiri, coba duduk. Dengan begitu, darah yang ada di pembuluh tidak mengalir dengan cepat ke otak kita.

2. Tetap tersenyum & bersikap santai. Posisikan dirimu bukan sebagai rival dia. Kalo memang yang dikatakan dia itu bener, kamu mesti dengan lapang dada/legowo menerimanya.

3. Tetaplah menjadi pendengar yang baik. Gawat kan, kalo gak ada yang mau mendengarkan! Bisa-bisa terjadi pembunuhan.

4. Jika konflik belum redam, maka berlalulah agar permasalahannya tidak semakin runyam.

5. Berwudu’lah & istighfar.

Terakhir, kamu coba ingat lagi deh gimana kisah kesabaran nama nabi Ayyub, nabi Ibrahim, nabi Yusuf, dan tokoh-tokoh yang menginspirasi lainnya. InsyaAllah akan diberikan semangat kesabaran. Amiin.

Finally, inget pesen Ust. Rachmat Abdullah, “Ada dua hal yang mesti kita lupakan.
1. Kebaikan kita kepada orang lain: 2. Kejahatan orang lain kepada kita.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s