Universitas Padjadajaran: To be Recognized as World Class University


MAMPUKAH MENJADI WORLD CLASS UNIVERSITY?

Salah satu indikasi suatu negara dikatakan memiliki sumber daya manusia yang kompeten yang mampu bersaing di tingkat dunia adalah dilihat dari pendidikannya. Diakui atau tidak, globalisasi memaksa Indonesia sebagai salah satu aktor dunia dituntut menjadi negara yang memiliki daya saing di tingkat dunia. Tapi yang jadi pertanyaan adalah, apakah bangsa yang dikatakan bangsa besar ini mampu menjawab tantangan dunia? Mungkin bisa, jika bangsa Indonesia melakukan restrukturisasi pendidikan. Tapi jika tidak, bersiaplah bangsa Indonesia sebagai follower yang hanya menjadi negara yang tak di perhitungkan.

Sejak awal kemerdekaan sampai sekarang, belum adanya tanda kekonsistenan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Pemerintah Indonesia lebih memprioritaskan pada pendidikan dasar. Walaupun diakui pendidikan dasar bisa mewujudkan pendidikan secara universal. Tapi tak kalah lebih penting adalah perlunya pemerataan prioritas untuk semua jenjang pendidikan termasuk perguruan tinggi. Perguruan tinggi akan melahirkan sumber daya manusia yang nantinya menjadi sumber daya manusia yang bisa angkat bicara di tingkat internasional.

Sejak akhir Januari 2006, Departemen Pendidikan Nasional telah membentuk tim gugus penetapan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia yang akan di persiapakan menjadi universitas kelas dunia (world class university). Indonesia memang lebih lambat dalam pengembangan universitasnya menjadi world class university. Terbukti negara – negara di Asia telah dulu mengembangkan universitas – universitasnya menjadi world class university. Sebut saja sebagai contoh Korea selatan, Cina, Singapura, dan bahkan Thailand. Negara – negara tersebut sangat serius untuk mengembangkan universitas – universitasnya mencapai standar internasional. Alasannya karena globalisasi menuntut adanya upaya setiap negara untuk meningkatkan taraf kehidupan negaranya dari berbagai aspek, dan pendidikan adalah salah satu aspek penting yang patut di tingkatkan.

Kemauan kuat dari negara – negara tersebut berbalik arah dengan kondisi bangsa Indonesia. Indonesia masih senang berpangku tangan tanpa adanya indikasi untuk melakukan perubahan. Sebenarnya permasalahan mengapa perguruan tinggi di Indonesia masih stagnan dengan statusnya yang bisa dikatakan kurang “bermutu” adalah kurang adanya itikad baik dari bangsa Indonesia untuk meningkatkan perguruan tingginya menuju taraf internasional.

Sebagai tolak ukur suatu perguruan tinggi bisa layak dikatakan sebagai world class university adalah keunggulan dalam berbagai bidang yang mencakup keunggulan dalam riset yang diakui masyarakat akademis internasional melalui publikasi internasional; keunggulan dari tenaga pengajar (profesor) yang mampu memberikan perubahan berarti bagi dunia pendidikan. Para pengajar diharapkan benar – benar memberikan konstribusi besar yang memiliki kualifikasi yang tinggi dan terbaik dibidangnya; adanya kebebasan akademik dan kegairahan intelektual; keunggulan manajemen dan governance. Tidak hanya sebatas itu, tetapi perlunya pemerataan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik seperti perpustakaan yang lengkap, laboraturium yang canggih, dan manajemen dana yang baik untuk kelancaran kegiatan akademik.

Standar perguruan tinggi kelas dunia memang cukup tinggi dan sulit jika tidak ada kemauan yang kuat untuk mencapai standar tersebut. Indonesia tak harus gamang melihat parameter standar tersebut dan berfikir apakah mampu menjadikan perguruan tingginya sebagai universitas kelas dunia? Solusinya mudah, Indonesia bisa melakukan hal yang sama seperti negara – negara di Asia untuk menjadi world class university. Caranya dengan komitmen yang kuat untuk mengantarkan perguruan tinggi di Indonesia mencapai standar internasional.

Indonesia perlu berkaca pada Malaysia yang telah menunjukkan eksistensinya di tingkat internasional. Sebagai bukti keseriusan Malaysia menjadikan perguruan tingginya sebagai world class university adalah di Malaysia standar biaya permahasiswa sudah mencapai delapan kali lebih dari standar biaya universitas terkemuka di Indonesia. Ini jelas suatu kontradiksi yang membedakan antara Indonesia dan Malaysia.

Indonesia bisa saja melakukan hal serupa yang dilakukan Malaysia dengan cara mengubah mindset dari bangsa itu sendiri dan mengubah paradigma pendidikan pasca dari proses pembelajaran yang lebih menekankan pada teaching menjadi student learning yang merupakan ciri dari universitas penelitian.

Patutlah Indonesia optimis untuk mengembangkan perguruan tingginya menjadi world class university secara Indonesia memiliki beberapa universitas yang bisa dibanggakan. Sebut saja Universitas Padjadjaran. Universitas yang berdiri pada tahun 1957 ini telah dikenal sebagai salah satu universitas terbaik bangsa. Secara geografis letak Unpad berada di kawasan pendidikan Jawa Barat yang memiliki banyak perguruan tinggi. Unpad menunjukkan dedikasinya sebagai salah satu universitas yang berpotensi diantara universitas yang ada di Jawa Barat untuk dikembangkan menjadi universitas kelas dunia.

Impian Unpad menuju kelas dunia taksekadar khayalan tapi sebuah pengharapan yang pasti terwujud jika mau berusaha dan menanamkan pola pikir pasti bisa. Yakinlah bahwa Unpad mampu menjawab tantangan dunia sebagai world class university dan suatu keniscayaan bahwa Unpad nantinya “mengancam” hegemoni perguruan tinggi di Eropa dan Amerika yang selama ini sangat dominan, tapi dengan syarat Unpad melakukan pembenahan dalam berbagai hal. Mulai dari perbaikan sistem pendidikan maupun dari birokrasi Unpad itu sendiri. Oleh karena itu, perlunya restrukturisasi pendidikan yang dilakukan Unpad yaitu akuntabel terhadap publik, efisiensinya tinggi, kualitas dan relevansi outpun, manajemen internal yang transparan dan sesuai standar mutu serta adanya responsif dari civitas akademika.

Tentunya keinginan Unpad menjadi universitas kelas dunia akan terasa mustahil jika pembenahan dan perubahan hanya diharapkan oleh sebagian orang saja. Jadi, perlu adanya kesinambungan dan dukungan dari semua pihak dan Unpad menjadi world class university yang tak akan lama lagi. Unpad bisa memulai pembenahan dengan melihat parameter standar untuk menjadi universitas kelas dunia dan pastilah civitas akademika memiliki tanggung jawab untuk mendukung impian menuju universitas kelas dunia. Civitas akademika diharapkan benar – benar memiliki karakter seorang akademik yang ideal yaitu memiliki sifat kritis, analitis, curiosity yaitu terus menerus mempunyai keinginan untuk mengetahui hal – hal yang baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan, berwawasan, memberikan konstribusi terbaik bagi bangsa serta memiliki mindset sebagai agent of change.

Pengalaman banyak perguruan tinggi world-class ternyata tidak seluruh program akademis mereka dapat dikatakan sepenuhnya berkelas internasional; mungkin hanya beberapa program tertentu saja. Karena itu, Unpad dapat mengembangkan berberapa program akademis tertentu yang dapat dikembangkan mencapai standar internasional. Tapi jika Unpad mau menantang untuk mengembangkan semua program akademisnya kenapa tidak? Kata pepatah “where there is a will there is a way” dan bukan hal yang mustahil suatu saat dunia akan terperanjak kaget melihat Unpad sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kualitatif dan berkonstribusi di tingkat internasional.

(dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s