Mereka bukan Laskar Pelangi, tapi Laskar Pemberani


Tanjungjaya, Ciamis (07|07)

Akhirnya, obsesiku mengajar anak-anak kecil pun tersampaikan. Kami (KKN crew) diminta mengajar di salah satu madrasah di dusun Desa, Tanjungjaya.

Lokasi madrasahnya tidak begitu jauh dari tempat kami tinggal, sekitar 7 menit pasti sudah sampai di sana. Letak madrasah pun berada dalam satu lokasi Masjid Jami’ di sana. Setiap dusun di sini memiliki madrasah. Begitu kata salah satu tokoh penting di desa ini. Sebanarnya, untuk hari ini dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas bahasa Inggris dan aksara Sunda.

Saya, dan teman-teman lain seperti: Indah,Zaki, Janakan, Dini, Lia, Nurida, dan Jason diminta mengajar bahasa Inggris. Sedangkan Cahyo dan Ryan mengajar aksara Sunda.

we are family

“Akhirnya, saya bisa berbagi sedikit ilmu pada adek-adek di sini. Rasanya, sudah lama sekali saya ingin mengajar anak kecil. Tapi belum terwujud. Alhamdulillah, kini kami pun bisa berbagi sedikit ilmu pada adek-adek di sini”

Senang, bahagia mungkin dua kelas kata ajektiva itulah yang menggambarkan rasa hati saat itu. Apalagi, saat melihat semangat dan antusias mereka belajar. Kami senang, mereka begitu bersemangat.
Sesekali, saya perhatikan raut wajah adek-adek di depan saya. Dengan wajah polos tampak mengguratkan kebingungan. “Ah, mungkin dia belum mengerti”
Dan kami pun mencari cara agar belajar siang itu (sekitar pukul 14.00 WIB) terasa menyenangkan. Alhamdulillah, kami pun menjadi tim yang solid.

Bingung dan susah melafalkan. Mungkin itu yang mereka alami saat itu. Tapi pun begitu, tidak lantas membuat mereka jenuh dan bosan.

Sangat jelas, betapa raut wajah mereka berkata, “aku pasti bisa. Dan aku pun bisa”

Teman, saya katakan padamu, mereka anak2 Indonesia yang cerdas. Dan saya yakin suatu saat mereka akan menjadi orang sukses. Bayangkan, mereka mampu mengeja dan menghafal kosa kata bahasa Inggris dalam kurun waktu beberapa menit saja.

“Woo!! Wunderbar”
Mereka bukan laskar pelangi, kawan! Tapi mereka pemberani. Mereka berani untuk mencoba dan bersemangat untuk menimba ilmu.
Berarti jelas hipotesis saya. Anak Indonesia tidak bodoh. Mereka cerdas. Hanya saja, sistem pendidikan Indonesia masih berantakan. Satu lagi, banyak dari tenaga pengajar Indonesia yang tidak mengetahui bagaimana mengajar dengan hati.

(Note ini ditulis pukul 01.30 saat pertandingan piala dunia «Nederland vs Uruguay» tapi kami tidak menonton. Dan saya pun menulis note ini diiringi lagu India yang diputar olah Janakan, heu =])

2 thoughts on “Mereka bukan Laskar Pelangi, tapi Laskar Pemberani

  1. wah, achyar bareng janakan sama jason rupanya, mereka emang langganan english debate kalau di FK, pantesan mereka jadi pengajar bahasa inggris di sana..(-___-a)

    mmm, like ur last words “banyak dari tenaga pengajar Indonesia yang tidak mengetahui bagaimana mengajar dengan hati”, padahal semua orang kan punya hati, tapi kenapa suka lupa dipakai ya…:D??

    oya, achyar kalau mau serius ngajar bisa ikutan programnya pak anies baswedan di “indonesia mengajar” lohhh^^, ada juga 3 orang anak unpad yang udah gabung di sana..(:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s