Barudak Nakal Tanjungjaya


Tanjungjaya, Ciamis 6 Juli

Now and forever

Hari ini, hari ke lima saya di desa ini. Desa yang cukup jauh dari keramaian kota. Bahkan, akses jalan pun kurang memadai. Jauh dari pusat kota, sepi, dan tidak ada gairah kehidupan glamour,mungkin. Saya berpikir, entah mengapa mereka bisa betah di sini. “Ah, mungkin karna telah terbiasa,” pikir saya.
Kondisi di sini sangat jauh berbeda dengan kondisi tempat tinggalku, ramai dan bising.
“Ah,agaknya saya tidak akan betah tinggal di sini.” Entahlah, kenapa saya harus berpikir seperti itu. “Mm, apakah mereka tidak bosan. Tidak bisa pulang malam karena penerangan pun sulit.” Mungkin takhanya saya saja berpikir begitu, aku rasa ada yang sependapat denganku.

Namun, di desa ini aku tahu apa itu syukur. Ya, mungkin aku bisa berteoritis mendeskripsikan syukur. Tapi, kadang susah diejahwantahkan dalam tindakan. Ya, ada saja potret kehidupan manusia yang membuat kutersentuh. Akan semangat menuntut ilmu, semangat berbagi,dan keikhlasan.

Rabb, terima kasih atas nikmat-Mu selama ini. Subhanallah, ternyata ketika kita sesekali melihat ke bawah, kita akan temukan mutiara yang belum pernah terlihat. Itu saja, kisahku hari ini. Aku ingin menulis, dengan itu aku merasa bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s