Lukisan Syukur di Kanvas Langit


Searching Inspire in My brain

Preparation Perfect Perfomance!! Yap, itulah satu frase yang cukup menginspirasi bagi saya hingga hari ini. Kata-kata itu saya baca di buku Andrea Hirata (Saya lupa judulnya apakah; Sang Pemimpi atau Endensor). Tapi benar adanya. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, maka mau tidak mau kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Finally, UAS pun berakhir pada hari Jumat (15/01) yang ditutup dengan soal-soal keren matakuliah Sociolinguistic. Alhamdulillah, rentetan UAS berjalan dengan baik. walaupun sebenarnya masih banyak kekurangan di sana-sini. Tapi it’s okay. At least saya sudah berusaha semampu saya. All out for exam. Apa pun resultnya, saya akan terima dengan qana’ah. Amin.

Pukul 14.00 WIB. Hari ini cukup berat bagi saya. Selain dua matakuliah UAS; Drama dan Sociolingusitic, tapi ada satu hal yang mengganjal dalam hati saya. Beberapa waktu lalu, saya mendapat email dari pak Erman. Beliau adalah Humas Unpad yang menawari saya untuk menjadi reporter website Unpad. Ketika saya membaca email tersebut, saya merasa senang karena ini adalah pengalama yang luar biasa. Namun di lain hal, saya merasa tidak mampu untuk menerima tawaran tersebut. Saya masih banyak kekurangan dalam hal kepenulisan jurnalistik.

Tapi setelah meminta advice dari sang inspirator saya: Gena Bijaksana, Yuni Murni Asih, Dwiryani Arizona, Abdul Qadir Hassan, dll akhirnya saya putuskan untuk menerima kesempatan itu. Pertama, itu akan menguntungkan bagi CV saya. Kedua, untuk memperluas jejaring, dsb. Tapi, jadwal wawancaranya pukul 15.00 WIB. Oh, no! Bukankah saya masih UAS? Lah, mana mungkin bisa ke Dipati Ukur yang jaraknya 21 KM dengan waktu yang amat sempit. Hopeless.

Akan tetapi, saya berusaha untuk berpikir positif. The law of attraction. Saya masih ingat teori yang ditulis oleh Ronda Byrne dalam bukunya The Secret. InsyaAllah saya pasti bisa tiba di DU dengan tepat waktu dan wawancaranya berhasil. Pasti bisa, azam saya dalam hati.

Saya pun berangkat dari Nangor pukul sekitar 14.15 WIB. Sesampai di tol Moh Toha, tiba-tiba sayup-sayup saya mendengar suara takbir. Ah, rasanya gak mungkin ada yang takbiran. Sekarang bukan hari raya idul fitri ato idul adha. Tapi kok? Oh, my god! Don’t i know? Hari akan terjadi peristiwa besar bagi semesta. Fenomena gerhana matahari. Setahu saya, gerhana itu terjadi karena posisi bumi, matahari, dan bulan berada di garis yang sama. ya, kurang lebih seperti itu yang dijelaskan oleh Bu Emi guru SD saya.

Dengan semangat yang berapi-api saking penasarannya untuk melihat secara langsung gerhana matahari, saya pun melihat ke matahari dari dalam bus Damri. Tengok kiri tengok kanan. Tapi saya belum menunjukkan gerhana matahari. Kegelisahan posisi duduk saya membuat orang di sebelah saya tampak tidak nyaman. Bahkan mungkin pria itu merasa gelisah karena saya grasak-grusuk gak jelas. Hampir setengah jam saya melototi matahari, tapi masih tetap sama. Terang dan sangat menyilaukan. Sepertinya sia-sia apa yang gw lakuin. Toh dari tadi gerhana mataharinya gak muncul-muncul. Saya pun menelan kekecawaan. Huffftt.

Pukul 15.30 WIB. Saya pun akhirnya nyampe di Dipati Ukur. Tapi. Rasa penasaran semakin menyeruat kepada sang gerhana yang dari tadi saya pantengi. Ah, sial! Udah dari tadi lihat ke atas langit tapi gak keliatan juga tuh gerhana. Udah itu, pandangan gelap serta berkunang-kunang karena menatap nanar cahaya matahari yang menyilaukan. Trus, tiba-tiba saudara Trio Saputra sms saya. Udah pada sholat gerhana belum? Bla..bla… Dengan penuh kekecewaan, saya pun melangkah ke masjid Al-Jihad buat sholat Ashar.

Nah, next inilah pengalaman terbaru saya. Interview job baru. Saya ditawari sebagai humas Unpad. Ini kali pertama saya wawancara kerja. Saya diinterview oleh Bu Weny (Kepala Humas Unpad). Finally, saya diterima kerja. Asyik..asyik.. pengalaman baru.

Rasa syukur tak henti-hentinya mengucur dari bibir ini. Bukan karena diterima kerja doank, tapi karena saya begitu bahagia karena doa-doa saya seakan begitu cepat diijabah oleh Allah. Ingin sekali saya melukis rasa syukur ini di kanvas langit.

Langit senja telah tiba. Indahnya senja pelangi. Terima kasih Rabbku.
Senja Pelangi-Ketika Perjalanan di Tol Moh Toha-Cileunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s