Mahasiswa Unpad Peduli Banjir Jatinangor

Laporan oleh: Mahfud Achyar

foto 016
Salah seorang masyarakat memeriksakan kesehatannya

 

[Unpad.ac.id, 17/01) Banjir yang melanda desa Cikeruh, Jatinangor pada Rabu (6/01) lalu, mengakibatkan beberapa rumah tergenang bahkan ada yang terbawa arus air. Damah (59 tahun) warga RW 09, merupakan salah satu korban yang merasakan dampak tersebut. Wanita paruh baya yang tinggal sendirian itu harus mengikhlaskan nasib rumah panggung milikinya yang terbawa arus banjir.

Menanggapi bencana yang terjadi di kawasan Unpad Jatinangor, Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Kema Unpad melalui Tim Kordinasi Penanggulangan Bencana (TKPB) melakukan penggalangan dana untuk membantu korban banjir. Total dana yang terkumpul sebesar Rp. 500rb dan langsung disalurkan kepada korban berupa mie instan, obat-obat, beras, dan sebagainya.

Tommy Frahdian, anggota TKPB menjelaskan bahwa dana tersebut dihimpun dari mahasiswa Unpad. “Kami menggalang dana hanya selama dua hari di gerbang kampus. Alhamdulillah, walaupun dana yang terkumpul tidak banyak. Tapi kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa Unpad yang masih peduli dengan bencana yang terjadi di Jatinangor.”

Selain aksi penggalangan dana, TKPB juga mengadakan pengobatan gratis di Desa Cikeruh (17/01). Acara ini dimulai pada pukul 09.00 hingga 15.30 WIB. Masyakat pun antusias mengikuti pengobatan gratis ini. Setidaknya 85 orang datang untuk memeriksakan kesehatannya. Rata-rata penyakit yang dikeluhkan oleh masyarakat adalah asam urat, diare, dan reumatik. Namun ada juga mengeluh karena masih merasa trauma. Damah misalnya, semula ia mengakui tidak mengalami sakit apa-apa. Tapi sejak bencana banjir ia mengalami trauma dan suhu tubuh yang panas dingin.

Supiyan, Menteri Pengabdian Kepada Masyarakat BEM Kema Unpad puas karena kegiatan pengobatan gratis ini berjalan sukses. “Saya senang acara ini mendapat respon postif dari berbagai pihak. Bahkan ketua RW 09 pun hadir pada kegiatan ini dan memfasilitasi rumah beliau sebagai tempat pengobatan gratis. Walaupun pada pengobatan gratis ini tenaga dokternya hanya satu orang, tapi kegiatan ini berjalan lancar. Saya berharap semoga kita selalu peduli terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, Tutup Iyan.

Advertisements