Sang Pemimpi: Sebuah Film AYAHKU JUARA SATU SEDUNIA


Sang Pemimpi the Movie

(Senin, 21/12)

Aku bersama Danu, Kang Hassan, dan satu lagi teman Kang Hassan (yang tidak saya kenal) menonton film Sang Pemimpiť garapan Sutradara ternama Riri Riza dan Produser, Mira Lesmana. Film yang diangkat dari novel karangan Andrea Hirata, ini tentunya ditunggu-tunggu oleh penonton. Pasalnya, film ini juga menghadirkan Ariel (Vocalis Peterpan) yang berperan sebagai Arai, saudaranya Ikal.

Sang Pemimpiť tak jauh berbeda dengan film Laskar Pelangiť jika dilihat dari setting, tokoh, dan pesan moralnya. Namun, satu hal yang saya kagumi pada film ini adalah KEKUATAN CINTA, yang saya pikir film ini begitu memesona.

Mathias Muchus, ayah Ikal merupakan salah satu tokoh sentra dalam film ini. Dari segi penokohan, tokoh beliau terasa begitu tepat memainkan peran sebagai ayah yang bijaksana, pendiam, dan begitu menyayangi Ikal. Selanjutnya, tokoh-tokoh dalam film terasa begitu kuat dan saling melengkapi.

“Bermimpilah. Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Sungguh, saya merinding ketika mendengar kata-kata itu mengucur dari mulut seorang anak muda Melayu yang tak punya siapa-siapa, yaitu Arai. Luar biasa! Walaupun dengan ketidakberdayaan yang menghimpitnya, tapi Arai yakin pasti mimpi-mimpinya akan terwujud. Ia yakin. Bahkan sangat yakin bahwa mimpi-mimpinya bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Secara ringkas, film ini bertemakan “JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPIť. Karena KETIKA kita kita yakin dan sungguh-sungguh akan mimpi-mimpi itu, InsyaAllah Tuhan akan menjawabnya. Arai dan Ikal adalah representasi anak manusia yang tak lelah untuk bermimpi.

Aku Cinta Papa Karena Allah

Mathias Muchus dalam satu scene Film Sang Pemimpi

Mata ini tiba-tiba berkaca. Ketika salah satu scene yang begitu mengharu biru. Ayah Ikal, dengan baju safari empat kantongnya, datang ke sekolah Ikal untuk menerima raport Ikal dan Arai. Tapi berbeda dengan penerimaan raport sebelumnya, kali ini Ayah Ikal harus menelan kekecewaan karena nilai RAPORT IKAL ANJLOK. Ia hanya bisa mengulum senyuman. Seakan ketegaran dan kebijaksanaan begitu nyata dari air wajahnya.

Aku tertegun diam. Tiba-tiba bayangan masa lalu, ketika masa kecil bersama Papa melintas dalam benakku. Aku terus berjegelah akan memori-memori itu. Masa ketika aku diberi mainan yang sangat banyak oleh papa, digendong di atas pundaknya, diajak jalan-jalan, dibelikan baju lebaran, dan banyak hal. Semuanya seakan terasa nyata. Wajah Mathias Muchus begitu mirip dengan papa, gumamku. Papa, aku cinta papa karena Allah.

Ah, dulu aku pernah tidak HARMONIS dalam kurun waktu yang agak lama. Ada alasan yang cukup krusial yang membuatku seperti itu. Aku takcukup dewasa memandang setiap hal yang terjadi dalam hidupku. Selalu ingin dituruti kemauanku. Begitu manja dan tak pernah memikirkan bagaimana perjuangan papa UNTUKKU.

Papa adalah orang yang tidak terlalu banyak bicara. Ia hanya bicara ketika ada momentum yang penting saja. Seringkali, dulu aku berdebat dengan Papa—lantaran aku tak sepaham dengan papa. Kami begitu berbeda dalam semua hal kecuali dalam cinta.

Mungkin papa orang yang keras. Mungkin papa orang pendiam dan jarang sekali memberi pujian. Mungkin papa orang kupikir perhatiannya padaku tidak terlalu besar. Mungkin dan mungkin lagi.

I luv Papa.. (gak punya soft copy foto papa)

Sekarang aku menyadari betapa PAPA MENYAYANGI AKU. Ketika aku sekarang sudah dewasa, papa bilang, Papa takmembutuhkan harta achyar. Papa hanya ingin melihat anak-anaknya sukses dan menjadi anak yang ingat pada Tuhannya.” Lalu, ketika aku pulang Lebaran, papa memberikan aku nasihat tentang pendamping hidup. Papa menyerahkan semua pilihan pendamping hidup padaku. Asalkan kamu bahagia, nak. Papa begitu peduli padaku. Lantas, apa yang telah kuberikan untuk papa? BELUM ADA. Maafkan aku papa.
Aku menyayangi PAPA KARENA ALLAH…

3 thoughts on “Sang Pemimpi: Sebuah Film AYAHKU JUARA SATU SEDUNIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s