Tips Agar Organisasi Mahasiswa Hebat!


Suatu ketika, saya pernah berdiskusi dengan seorang sahabat saya dari Fakultas Psikologi tentang pemimpin. Beliau berkata, “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa melihat masa depan dengan sangat jelas, ketika orang lain belum mampu untuk melihatnya.”

Memulai tulisan ini, saya mencoba untuk mengelaborasi bagaimana sesungguhnya deskripsi pemimpin yang dimaksud. Bagi saya, salah satu ciri pemimpin itu harus visioner. Artinya, ia (baca:sang pemimpin) setidaknya sudah mengetahui dengan jalas tantangan yang akan ia hadapi, memahami tujuan yang akan ia capai, dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi tantangan tersebut. Karena jika tidak, dikhawatirkan ia menjadi gagap ketika memimpin.

Selanjutnya, saya juga pernah berdiskusi dengan salah satu teman saya dari Fakultas Pertanian. Saya menanyakan bagaimana perasaan beliau ketika menjabat sebagai presiden di fakultasnya. Menjadi presiden berarti mau tidak mau kita harus mengubah mainstream berpikir kita. Jika selama ini kita hanya berada di posisi staf dalam organisasi, tentunya beban moral yang kita rasakan tidak sebanding dengan beban moral yang dihadapi menteri, ketua panitia sebuah kegiatan, atau sebagainya. Karena mau tidak mau ketika kita menjabat posisi strategis, kita dituntut menjadi pusat keberhasilan yang menentukan apakah yang kita mampu mengayomi rekan-rekan yang kita pimpin.

Ya, berbicara konteks pemimpin untuk Kema Unpad, tentunya berbicara sebuah narasi besar untuk menjadikan Kema Unpad yang lebih baik. Karena tantangan yang dihadapi lebih besar dibandingkan di tingkat fakultas atau jurusan. Oleh karena itu, sebagai seorang presiden Kema Unpad haruslah orang yang berpikiran besar dan visioner. Lantas, apa yang harus dipersiapkan ketika suatu saat saya menjadi presiden Kema Unpad?

Optimalkan Peran Mahasiswa

Sebagaimana kita ketahui, bahwa ada empat peran kita sebagai mahasiswa. Yaitu peran sosial, peran moral, peran intelektual, dan peran politik. Sebagai seorang mahasiswa, sudah seyogyanya kita mengoptimalkan keempat peran tersebut. Nah, organisasi merupakan salah satu wadah untuk kita mengaktualisasikan peran-peran kita tersebut. Sebagai presiden (yang berkecimpung di eksekutif), tentunya saya memliki peran yang besar untuk mengejawantahkan tantangan tersebut. Caranya bagaimana dan seperti apa? Menurut saya, cara yang tepat adalah mengakomodir semua minat dan bakat mahasiswa untuk terlibat dan berpartisipasi dalam menunaikan perananya. Dan semuanya itu, mampu diwujdkan dalam bentuk proker yang mendayaguna.

Sinergitas

Belakangan ini, seringkali kita mendengar ungkapan Unpad SATU. Namun ternyata, tidak semua mahasiswa menanggapai jargon tersebut dengan respon yang positif. Mereka menilai jika Unpad satu, berarti seakan memaksakan kekompleksan masing-masing fakultas. Padahal sebenarnya, jargon tersebut bukanlah seperti itu yang dimaksud. Unpad, diibaratkan seperti pelangi. Banyak warna (terdiri dari berbagai fakultas). Lantas, apakah warna itu disatupadankan? Tidak! Biarkan warna-warna tersebut muncul sesuai dengan warnanya masing-masing. Akan tetapi, perlu sebuah sinergitas dari masing-masing fakultas agar mimpi kita untuk Unpad lebih baik semakin nyata.

Harmonisasi Gerakan

Sebagai mahasiswa, kita paham betul bahwa kita adalah agent of change. Tentunya, predikat tersebut bukan sebuah predikat yang biasa. Lalu, bagaimana mentransofmasi predikat tersebut agar menjadi luar biasa? Ya, salah satunya adalah dengan mengharmoniskan gerakan mahasiswa. Kita mengenal gerakan intelektual, gerakan struktural, dan gerakan kultural. Lantas, apa tujuan gerakan-gerakan tersebut? Tujuannya untuk menjadi agen pengontrol kebijakan pemerintah. Saya yakin, tidak semua mahasiswa sepakat bahwa kita harus mendikotomi gerakan-gerakan tersebut. Tapi nyatanya, kita tak bisa menutup telinga bahwa saat ini, ada mahasiswa yang mungkin hanya bergerak di tataran intelektual saja. Atau mungkin, ada sebagian mahasiswa yang bergerak di tataran struktural dan kultural. Saya pikir, tak ada yang salah dengan jalan gerakan masing-masing. Asalkan, gerakan mahasiswa lebih harmonis dan saya percaya jika telah harmonis, maka gerakan mahasiswa akan masif.

Ketiga poin-poin narasi tersebut, saya pikir sudah cukup mewakili bagaimana kita merekonstruksi impian Unpad lebih baik ketika saya suatu saat terpilih menjadi presiden Kema Unpad. Walaupun sifatnya masih makro, tetapi tidak melupakan saya untuk memikirkan mikronya juga.

Visi dan Misi yang Sesuai dengan Kebutuhan

Terkadang, sebagai pemimpin (dalam hal ini presiden Kema Unpad), kita terlalu banyak ide yang hebat di benak kita. Apalagi ketika merancang visi dan misi. Kita seakan terlalu idealias tanpa melihat apakah idealis kita cukup realistis diterapkan. Oleh karena itu, sebagai seorang presiden Kema Unpad saya harus merancang visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan seluruh sivitas akademika Unpad. Misalnya berkaitan dengan tri darma perguruan tinggi serta pengakselerasian visi Unpad menuju universitas kelas dunia.

Tim yang Handal

Dalam organisasi, apalagi di BEM Kema Unpad, kita berkarya tidak sendiri. kita membutuhkan orang-orang hebat untuk menyokong mimpi-mimpi besar.

Akselerasi

Menyikapi problematika yang terjadi di kampus dan luar kampus, saatnya kita butuh percepatan untuk menyelesaikan dan memberikan solusi untuk setiap masalah yang ada. Karena jika kita masih lambat, kita akan menjadi orang-orang yang tertinggal. Dan satu lagi, sudah saatnya kita mengakselarasikan mind set kita aar berpikir lebih global.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s