Langkah Saya Terhenti


Bismillah, entah kenapa gue sedikit shock atas keputusan panitia SOL II yang menyatakan gw gak lulus SOL dan tidak bisa ikut karantina. Padahal, gw pengen banget berjuang bersama teman-teman SOL. Gue udah merasa nyaman dan senang bisa kenal dengan teman-teman baru. Bagi gue, mereka amazing! Gue banyak belajar dari mareka tentang arti kekompakkan, persahabatan, dan we are team. Walau pertemuan kita cukup singkat, tapi entahlah gue merasa nyaman dan senang. Tapi, gue udah nggak bisa melanjutkan perjuangan bareng mereka.

Karena gue gak dateng pas TM SOL pada Minggu (29/11). Gue gak tau dampak akan seperti ini. Tapi, gue nggak kecewa. Banyak hikmah yang bisa gue peroleh. Yang jelas, gue pernah kenal mereka. Thanks to my friends: Nesha, Dhinda, Alien, Dika, Anggi, Muthia, Tina, dkk. Lanjutkan perjuangan, kawan!

12454_1168118718338_1089036654_434938_7459021_n

Gue masih berusaha untuk bisa ikut SOL lagi tapi final answernya, gue gak bisa ikut karantina. Finally, gue ngasih kabar ini ke Dika, Dhinda, dan Anggi via message di Facebook.

Ini cuplikannya:

Me


Assalamu’laikum.
Bismillah, di message ini, saya ingin menyampaikan kepada teman-teman SOL angkatan II bahwa saya tidak tergabung lagi dalam SOL karena ada hal yang cukup krusial sehingga semuanya tak sesuai dengan diharapkan. Ketika idul adha kemaren, saya berkunjung ke rumah kakak saya di Cikarang. kata mama, “saya harus silaturahim tempat kakak.” Dan, teman-teman tahu, handphone Motorola L6 saya mati. sehingga membuat saya tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun dari hari Sabtu-Minggu.

Saya yakin, saat itu (minggu) bisa balik ke Jatinangor untuk mengikuti TM SOL. namun, ternyata takdir bicara lain. Saya tak bisa pulang pada hari itu. Saya harus bertemu dengan kakak saya. Namun, di satu sisi, saya cukup dilematis karena harus hadir ketika TM SOL kemaren. Ya, tapi ternyata benar, kawan! idealis ternyata dikungkung realitas. Impact dari handphone saya yang mati itu, mengakibatkan saya tidak bisa memberikan kabar kepada panitia. minimal confirm. Ya, lagi-lagi itu diluar kehendak saya.

Esoknya, saya berusaha menjelaskan kepada Asrul duduk masalahnya. Tapi, keputusan finalnya, yang tidak ikut TM (tanpa confirm) dianggap mengundurkan diri. itu artinya, secara tidak langsung saya telah gugur dari SOL.

EPILOG
Ya, pada akhirnya saya sms Dika, menanyakan nomer Dita. Tapi guys, ya Final answernya saya tidak bisa ikut karantina. Hal ini juga sudah saya jelaskan sama k’Dwi. tapi jawabannya masih sama. Sebenarnya, saya masih cukup bingung dengan pertimbangan mereka. Tapi, it’s okay^_^ saya bisa cukup bijaksana. hehehe..

Guys, sebenarnya saya pengen berjuang bersama kalian di SOL II. tapiya, mungkin belum berjodoh,hehehe. Yang jelas, saya katakan, saya bangga bisa mengenal orang-orang hebat seperti kalian, guys. Walau gak bisa bareng-bareng lagi di SOL, ya tidak apa-apa. Perjuangan masih berlanjut. WE ARE THE CHAMPION. ^,^

Selamat berjuang guys.. Good luck.. All the best for us…

“Masa ini sungguh buruk, kawan! tapi baguslah begitu. Karena kita di sini untuk membuatnya menjadi lebih baik” amin.

tetep jaga silaturahim yak<<*
-Salam Orang Keren-^^

 

Aryanggi Iwan


Waalaikumussalam.

Akh Achyar, saya pun sebenarnya ingin sharing sesuatu disini, sekalian saja.

Hari minggu yang lalu saya sakit, saya tidak kuat mau ke kampus. Saya sms Dita bahwa saya kemungkinan besar tidak bisa ikut TM, Badan saya demam dan saya tidak bisa bangun ( Entah kenapa, kesadaran saya sudah bangun tapi seluruh badan tidak bisa digerakkan ) Akhirnya saya tertidur seharian. Sore harinya saya terbangun dan mendapat kabar nini saya masuk rumah sakit, maka hari itu menjadi hari yang cukup melelahkan bagi saya.

Esoknya saya ingin bertemu dengan dita untuk menanyakan keputusannya, tetapi apa daya saya harus ke Bandung tiba-tiba untuk urusan mendadak. Di tengah jalan kondisi badan saya pun kembali menurun dan saya putuskan langsung pulang. Orang tua saya meminta saya untuk istirahat dulu dan saya pun akhirnya dengan berat hati meminta izin kepada Dita untuk menarik diri dari SOL dengan pertimbangan kondisi saya yang butuh istirahat (mengingat padatnya kegiatan SOL) dan masih banyaknya kewajiban saya yang menunggu ( UAS dan kewajiban akademis ).

Saya sangat sedih tidak bisa menjadi bagian dari SOL, tapi saya yakin Alloh sudah cukup baik karena telah mengijinkan saya bertemu dengan calon-calon pemimpin. bersyukur karena ini semua sudah menjadi bagian dari takdirnya. luruskan niat, tetap semangat, barokah bermanfaat! selamat berjuang teman-teman.

 

Randika

wa’alaikumussalam.

Alhamdulillahirrobil’alamim. Pertama2x sy ucapkan terima kasih bwt kalian berdua. Sy senang bs bertemu org hebat spt kalian.

Memang dr panitia memang hrs konsisten trhadap putusannya, krn peraturan tetaplah peraturan. Kita sm2x tahu untk soal ini. Memang pada dsrnya stiap pilihan pasti punya konsekuensi, dn pilihan kita trkadang bukan merupakan pilihan kita yg sesungguhnya. Sy tahu perasaan kalian. Namun percayalah, adalah TAKDIR yg menentukannya.
Mgkn Allah punya rencana lain. “aku adalah persangkaan hambaku terhadapku” (Bukhari dan muslim).

Kita di sini akan meneruskan perjuangan kalian di SOL II. Percayalah sahabatku, perjuangan kita untk negeri ini, bs ditempuh dr bnyak jalan, dn silaturahim kita pun ga terbats smp sini saja. Niat baik, rasa percaya, harga diri, serta doa adalah modal kita sekarang untk terus maju.

Terus BERSEMANGAT sahabatku smp darah ini berhenti mengalir pada waktunya!
Saya percaya kita bisa. Demi Indonesia yang lebih baik.

Dari Dhinda: Smngt truz achyar🙂

Adhinda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s