Mencari Pemimpin yang Sesungguhnya


Selama ini, terjadi kekeliruan pemahaman tentang arti kepemimpinan. Banyak orang yang mengartikannya sebagai kedudukan atau posisi yang tinggi saja. Sehingga, posisi pemimpin diincar demi mendapatkan kedudukan tinggi dalam sebuah kelompok. Dengan paradigma itu, sebagai orang akan menghalalkan segala cari untuk menjadi pemimpin. Mulai dengan membeli, menjilat atasan, menyikut lawan, dan cara lainnya.

Apabila seseorang menjadi pemimpin lewat cara yang tidak benar, maka ia akan menggunakan kekuasaannya untuk mengarahkan, memperalat, bahkan menguasai orang lain agar selalu mengikutinya. Umumnya, jenis pemimpin seperti ini akan memaksakan kekuasaannya dengan tekanan-tekanan agar diikuti. Akibatnya, akan lahir pemimpin yang tidak dicintai, tidak disegani, tidak ditaati, bahkan dibenci oleh yang dipimpinnya.

Menurut tingkatannya, pemimpin terbagi atas lima tingkatan

1. Pemimpin yang dicintai
2. Pemimpin yang dipercaya
3. Pembimbing
4. Pemimpin yang berkepribadian
5. Pemimpin yang abadi

Nah, ketika sudah mengenal bagaimana pemimpin yang sesungguhnya, lantas apakah kita sudah siap menjadi pemimpin? Sebagai mahasiswa, seyogyanya kita mempersiapkan diri sedini mungkin untuk menjadi pemimpin. Walaupun sebenarnya, pada dasarnya masing-masing individu adalah pemimpin. Minimal memimpin diri sendiri.

Lantas, bagaimana langkah awal menjadi pemimpin? Caranya dengan memulai memimpin. Misalnya memimpin rapat, memimpin sidang, dan menempati pos-pos yang strategis. Jangan takut untuk mencoba. Anggap saja itu sebagai proses pembelajaran untuk menjadi pemimpin sesungguhnya.

Saya teringat perkataan bapak Legisan Sugimin ketika mengisi training ESQ di Jakarta tahun 2007. Beliau berkata bahwa pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang berpengaruh. Ya, kata kuncinya berpengaruh. Ketika anda mampu bisa mempangaruhi lawan bicara anda, itu berarti anda mampu menjadi pemimpin. Namun saya tegaskan, tak cukup berpengaruh saja. Setidaknya, ada lima poin di atas yang patut kita cermati untuk menjadi pemimpin yang sesungguhnya. Kelima point di atas mampu kita aktualisasikan jika semua dirangkum dan dibingkai dalam kecerdasan yang komprehensif. Baik itu intelegensia, emosional, dan spritual.

Kepemimpinan adalah gabungan unsur-unsur kecerdasan, sifat amanah (dapat dipercaya), rasa kemanusiaan, keberanian, serta disiplin. Hanya ketika seseorang memiliki kelima unsur ini menjadi satu dalam dirinya, masing-masing dalam porsi yang tepat, baru dia layak dan bisa menjadi seorang pemimpin sejati.

2 thoughts on “Mencari Pemimpin yang Sesungguhnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s