Ferry Kurnia Rizkiansyah (Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat): Bagi saya, Independensi adalah harga mati!

Posted on Updated on


Profil Alumni
Ferry-ketua-KPU-Jabar-_insert

Tahun 2009 merupakan tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, tahun ini merupakan momentum pemilihan umum (pemilu), untuk menentukan siapa yang berhak duduk di kursi pemerintahan. Pada bulan April, akan dilaksanakan pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif. Selanjutnya, bulan Juli untuk memilih presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2009-2014. KPU (Komisi Pemilihan Umum) berperan andil untuk menyukseskan pemilu 2009. Mulai dari sosialisasi pemilu, sampai tataran teknis ketika pemilu berlangsung.

Tentunya, tidak mudah menjadi penyelanggara pemilu, seperti KPU. Butuh kerja keras dan independensi. Independensi adalah asas dasar yang harus dimiliki penyelenggara pemilu. Penyelenggara pemilu haruslah mandiri, dan harus terbebas dari kepentingan siapapun. Dialah Ferry Kurnia Rizkiansyah yang saat ini menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat yang bertempat di Jl. Garut No. 11 Bandung. Sore itu, tepatnya hari Jumat (13/02/08), kru Interval 21 mendatangi beliau di kantornya. Saat kami mendatanginya, bapak dua anak itu menyambut kami dengan seulas senyuman.

Terpilihnya sebagai ketua KPU Jabar, berawal ketika beliau menjabat sebagai anggota KPU Jabar tahun 2008. Kemudian, di tahun yang sama, beliau terpilih sebagai ketua KPU. Alumnus Fisip Unpad angkatan 1993 ini menuturkan bahwa saat ini, KPU Jabar tengah sibuk mempersiapkan pemilu tanggal 9 April dan 8 Juli mendatang. Simak petikan wawancara Ferry Kurnia Rizkiansyah dengan kru Interval 21, Mahfud Achyar dan Soleh (Menteri Luar Negeri BEM Unpad).

Sejauh ini, bagaimana persiapan KPU Jabar untuk menyambut pemilu yang tinggal beberapa hari lagi?
Untuk pemilu 2009, sejauh ini persiapannya sudah 70 %. Sekarang kami sedang tahap penyediaan logistik pemilu untuk di tingkat pusat dan propinsi. Kami juga sedang memikirkan bagaimana mekanisme-mekanisme pengitungan suara di TPS (tempat penghitungan suara-red), dan mengoptimalkan sosialisasi kepada pemilih. Walaupun sampai saat ini sosialisasinya kurang optimal, tapi Insya Allah kami akan terus melakukan sosialisasi.

Lalu, apa saja tahapan-tahapan yang dilakukan KPU Jabar untuk menyosialisasikan pemilu?
Ada tiga strategi yang kami gunakan untuk menyosialisasikan pemilu. Pertama, kami—menggunakan strategi komunikasi massa. Ini merupakan senjata pamungkas. Caranya dengan mempertemukan stake holder terkait dengan masyarakat pemilih. Kedua, publikasi massa. Baik media cetak, elektronik, poster-poster, baliho dan media publikasi lainnya. Ketiga, kami membangun jejaring dengan unsur pengusaha, agama, masyarakat, dan lainnya untuk membantu sosialisasi pemilu. Ketiga hal tersebut terus kami optimalkan. Walaupun support anggaran yang disediakan pemerintah masih kurang, tapi kami tidak mau terjebak dengan anggaran, dan tetap melakukan aktivitas yang optimal.

Berapa jumlah pemilih yang sudah terdaftar di KPU Jabar?
Untuk pemilu 2009 ini, sudah ada 29.040.000 pemilih. Ini mengalami kenaikan sekitar 1juta dibandingkan pemilihan gubernur kemarin yang berjumlah 20.099.072 pemilih. Jadi, ada satu juta kenaikan dan ini terdiri dari 83.359 TPS yang ada.

Bagaimana dengan golput? Mengingat, beberapa waktu yang lalu, MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan fatwa haram golput. Adakah pengaruhnya untuk meningkatkan jumlah pemilih?
Saya pikir, fatwa tersebut mungkin ada pengaruhnya terhadap umat Islam. Tetapi ada atau tidaknya fatwa, KPU berusaha bekerja optimal dan semoga persoalan orang tidak memilih/golput punya preferensinya masing-masing. Diharapkan adanya rasionalitas dalam memandang masalah ini. Ini bukan masalah memilih atau tidak memilih, tapi bagaimana kewajiban masyarakat pemilih untuk menyukseskan bangsa dan negara. Untuk menimalisir golput, saya pikir cara yang utama adalah sosialisasi. Yang kedua, setidaknya ada pemahaman-pemahaman dari masyarakat melalui jalur struktur kami. Baik di tingkat kabupaten, kota, PPK, PPS, ataupun KPPS. Selain itu, kami juga bekerjasama dengan instansi terkait, supaya memberikan pemahaman terhadap masyarakat, institusi, dan konsituen supaya menggunakan hak pilihnya. Kami tidak punya cara lain, selain mengotimalkan dari sisi administrasi. Jumlah pemilih harus sama dengan jumlah masyarakat yang sudah terdaftar sebagai pemilih.

Bagaimana KPU Jabar mempertahankan indepensinya sehingga tidak ada tendensi terhadap salah satu calon legislatif/partai politik?
Bagi saya, independensi adalah harga mati. Jadi tidak bisa ditawar-tawar lagi. Independensi menjadi asas dasar dari setiap penyelenggara, seperti KPU. Tendensi terhadap salah satu calon legislatif/parpol tidak boleh. Tidak untuk provinsi saja. Tetapi berlaku di tingkat kota, PPK, PPS, dam KPPS.
Kendala apa saja yang tengah dihadapi KPU Jabar?

Kendala yang cukup krusial adalah soal anggaran. Kenapa? Karena memang, kita butuh sekali anggaran untuk sosialisasi dan bimbingan teknis terhadap masyarakat. Kendala yang kedua adalah banyaknya aturan main yang sering muncul. Hal ini disebabkan karena kompleksitas masalah. Misalnya, terkait hasil keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi, dan semua itu harus diterjemahkan oleh KPU. Kemudian, kendala selanjutnya adalah wacana centang dua kali dari presiden dan sebagainya. Kami harapkan hanya kepastian saja.

Berapa jumlah caleg yang sudah terdaftar dan bagaimana tanggapan Anda tentang caleg muda yang banyak mewarnai pemilu di tahun ini?

Caleg yang sudah terdaftar di KPU Jabar untuk DPRD Propinsi sekitar 1551. Mereka akan bertarung untuk memperebutkan 100 kursi yang tersedia. Pemilu tahun ini banyak diwarnai caleg muda. Menurut saya pribadi, ini bagus. Ada nuansa lain dari proses pencalegan sekarang. Tapi yang peru dicatat adalah bahwa semangat muda harus betul-betul semangat pembaruan. Jangan sampai karena usianya muda saja. Bagi saya, tidak ada persoalan mau muda atau tua. Yang terpenting adalah kualitas. Mereka (caleg muda) harus melakukan hal untuk kepentingan masyarakat. Beban bagi caleg muda mungkin adalah, mereka tidak punya masa lalu. Makanya, perlu pengoptimalan kerja yang nyata.

Lalu, apa peran mahasiswa terhadap pemilu?
Mahasiswa harus berperan aktif dalam pemilu. Jangan berdiam diri saja. Mahasiswa atau siapapun jangan hanya jadi penonton sejarah. Tetapi harus jad pelaku sejarah. Momen 2009 ini harus menjadi bagian penggerak pemilu. Nah, mahasiswa bisa menjadi agen sosialisasi, dan menggawangi/memagari hal-hal yang nantinya akan menimbulkan konflik, serta menjadi mediator antara masyarakat dan partai politik. Sehingga, peran mahasiswa sebagai agent of change/social control betul-betul bisa di laksanakan. Mahasiswa harus jadi pelaku sejarah.

Terakhir, apa harapan Anda terhadap pemilu 2009?
Harapan saya semoga pemilu berjalan lancar, aman, tertib, demokratis dan sesuai harapan tentunya. Kemudian, sinergitas yang terjadi antara KPU, masyarakat, pemerintah, partai politik untuk menyukseskan pemilu. Masyarakat harus memanfaatkan hak pilihnya sebagai bentuk partisipasi poltik terhadap negara. Dalam pemilu, memilih itu adalah hak. Tetapi kewajiban kita adalah membangun bangsa dan negara ini agar menjadi lebih baik. Diharapkan ini betul-betul diwujudkan dengan memilih pada tanggal 9 April mendatang. (Mahfud Achyar)

*(Tulisan di atas masih jauh dari kesempurnaan. Harap diperbaiki demi kualitas yang baik untuk Interval 21. Terima kasih)

About these ads

6 thoughts on “Ferry Kurnia Rizkiansyah (Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat): Bagi saya, Independensi adalah harga mati!

    unknown said:
    December 13, 2009 at 12:04 pm

    garing wawancaranya..kurang greget…tidak ada issue politik yang menarik untuk digali….overall dari segi bahasa not bad…

      achyar89 responded:
      December 16, 2009 at 10:06 pm

      thanks for ur attention…

    lina said:
    December 29, 2011 at 2:50 am

    suka sama tokoh muda yang satu ini….smoga terus maju dan sukses

    achyar89 responded:
    January 6, 2012 at 12:02 am

    saya juga respect dengan Pak Ferry. Beliau supel dan bersahaja :)

    ANAK NEGERI said:
    November 7, 2012 at 2:42 am

    SEMOGA PAK FERRY KURNIA SUATU SAAT BISA MENJADI PEMIMPIN NEGERI INI….SELALU SUKSES DAN AMANAH

    achyar89 responded:
    November 8, 2012 at 6:33 am

    amiiin… semoga pak ferry bisa menjadi tokoh muda yang mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi.. aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s