Sebuah Tanya dari Soe Hok Gie


Akhirnya semua akan tiba. Pada suatu hari yang biasa. Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih berbicara selembut dahulu? Memintaku minum susu dan tidur yang lelap? Sambil membenarkan letak leher kemejaku? Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi. Kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu? Ketika kudekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat.” -Gie

Sekitar tahun 60an, seorang mahasiswa Universitas Indonesia bernama Soe Hok Gie begitu menginspirasi banyak orang dengan tulisan-tulisan kritikan yang dimuat di surat kabar. Gie, seorang pemuda keturunan tiongohoa yang bakat humanistik begitu peka. Kondisi politik Indonesia (tahun 60an) yang kacau takmembuat Gie lantas berdiam diri saja. menyadari bahwa Ia merupakan bagian dari elemen masyarakat, Gie berjuang mencari keadilan dengan cinta yang ia miliki kepada bangsa ini, yaitu Indonesia.

Aku ingin agar mahasiswa-mahasiswa ini menyadari bahwa mereka adalah the happy selected few yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus juga menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya. Benar kawan! kita adalah mahasiswa yang masih disubsidi oleh masyarakat Indonesia. Lantas, apakah kita hanya berdiam diri saja ketika melihat rakyat mendirita. Korupsi, kriminal, dan kekacauan seakan ritual suci di bangsa ini. Sungguh mengherankan, bagi kita yang mengaku sebagai agent of change, tapi takpernah terbesit bergerak untuk melawan tirani. Mungkin sekarang, tidak ada lagi-lagi Gie di era modern ini. Mungkin takada lagi yang peduli akan nasib rakyat Indonesia? dimana Gie-Gie selanjutnya?

Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu tuntut perubahan
bersatu tekad dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa orba

marilah kawan mari kita berjuang
di tangan kita tergenggam arah bangsa
ayolah kawan ayo kita dendangkan
sebuah lagu tentang perubahan

di bawah topi jerami
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

di bawah topi jerami
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu tuntut perubahan
bersatu tekad dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa orba

marilah kawan mari kita berjuang
di tangan kita tergenggam arah bangsa
ayolah kawan ayo kita dendangkan
sebuah lagu tentang kebebasan

di bawah rezim tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

di bawah rezim tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

berjuta kali turun aksi
bagiku suatu langkah pasti

bagiku suatu langkah pasti

Semoga kita mampu mengembalikan ruh-ruh perjuangan mahasiswa yang sesungguhnya. Hidup mahasiswa!! Hidup rakyat indonesia!

3 thoughts on “Sebuah Tanya dari Soe Hok Gie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s