Pilpres 2009: Tua Itu Pasti, Dewasa Itu Pilihan


pilpres2009
Sumber: inilah.com

Bandung—Pemilu Presiden Indonesia 2009 telah usai. Rabu, (08/07/09), warga Negara Indonesia telah menggunakan hak pilihnya. Masyarakat pun sudah menentukan pemimpin Indonesia di TPS (tempat pemungutan suara,pen) di masing-masing daerah. Entahlah, siapa yang mereka pilih pada pilpres kemarin. Tapi yang jelas, salah satu hak warga Negara Indonesia; ikut berpartisipasi dalam politik telah ditunaikan. Pemilu kali ini bisa dikatakan cukup sukses. Walaupun jika ditelisik lebih dalam, masih banyak kekurangan. Mulai dari DPT (daftar pemilih tetap) yang masih bermasalah, kecurangan, kekurangan surat suara bagi pemilih yang menyontreng dengan menggunakan KTP, dan sebagainya.

Sampai detik ini, hasil perolehan suara dari tabulasi KPU belum diumumkan. Setidaknya, terhitung dua minggu dari sekarang, barulah KPU bisa merampungkan hasil perolahan suara yang dihitung secara manual. Setelah itu, bisa dipastikan siapa yang menjadi pemenang pada pilpres kemarin. Who’s the next president of Indonesia? Megawati-Prabowo; SBY-Boediono; atau JK-Wiranto? Kita (baca:bangsa Indonesia) akan mengetahui hasilnya pada tanggal 22 Juli mendatang.

Sembari menunggu real count dari tabulasi KPU, lembaga survey seperti; LSI, LP3ES, dan lembaga survey lainnya telah melakukan quick count sejak pencontrengan usai dilakukan pukul 13.00 siang. Dan hasilnya, pasangan SBY-Boediono keluar sebagai pemenang menurut hasil survey. Pasangan dengan nomor urut 2 ini, memperoleh suara lebih dari 60% dan meninggalkan jauh pesaingnya. Akan tetapi, agaknya hasil yang spektakuler tersebut tak membuat SBY bangga dan mengklaim bahwa ia telah menang. Sejauh ini, beliau hanya bisa mensyukuri serta menunggu hasil real count yang dikeluarkan KPU.

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, apakah hasil quick count yang dikeluarkan oleh lembaga survey akan sama dengan hasil real count KPU? Secara akademisi, akurasi statistik mampu mencapai angka 70-90%. Itu artinya, bisa dikatakan bahwa hasil quick count tidak akan jauh berbeda dari hasil real count. Apalagi, ilmu statistik bukanlah ilmu baru. Melainkan telah diuji akurasinya berkali-kali. Apakah itu survey dalam hal kependudukan, tenaga kerja, kesehatan, dan lain-lain.

“Cukup Satu Putaran Saja.” Agaknya kini slogan tersebut kini telah terbukti. SBY-Boediono telah meraup 60% lebih suara. Sehingga jelas, bahwa pemilu kali ini cukup dilaksanakan satu putaran saja. Jika benar pada tanggal 22 Juli mendatang, SBY-Boediono terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2009-2014, maka selayaklah mereka mendapatkan ucapan selamat atas keberhasilan dalam pilpres kali ini. Tak terkecuali yang menjadi pesaing mereka. Sudah saatnya, kita (bangsa Indonesia) mulai dewasa, dan menerima hasil pemilu ini dengan lapang dada. Apalagi Negara yang mengaku menjunjung demokrasi. Sudah saatnya, kita menghargai pilihan masyarakat. Budaya “siapa kalah, siap menang” dalam berkompetisi harus menjadi karakter yang menunjukkan kedewasaan kita.

Rasanya, patut kita mencontoh kedewasaan berpolitik yang terjadi di Amerika Serikat. Pasca pemilu presiden kemarin, Barack Obama keluar sebagai presiden terpilih. Lalu, apa yang dilakukan pesaingnya, Mc. Chain? Dengan lapang dada, Mc. Chain mengakui keunggulan lawannya. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Kita sebagai bangsa Indonesia, patut tersenyum karena kedewasaan berpolitik telah mulai tampak. Terbukti, Jusuf Kalla (pesaing SBY) memberikan ucapan selamat kepada SBY atas keberhasilan SBY. Lalu, bagaimana dengan kubu Megawati? Sampai detik ini (ketika berita ini ditulis) Megawati belum memberikan ucapan selamat kepada SBY. Kapan? Kita tunggu saja.
Akankah Megawati kelak menjadi pihak oposisi dalam pemerintahan yang dipimpin SBY? Jawaban tersebut patut kita tunggu. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan oposisi. Tentunya hal ini akan menjadi warna tersendiri dalam pemerintahan. Akan tetapi, semua warga Negara (dalam hal ini termasuk oposisi) berkewajiban memberikan kontribusi untuk Negara kita. Tak peduli peran besar atau peran kecil. Selama kita memberikan yang terbaik untuk Indonesia, agama, dan dunia.

Mahfud Achyar
Bandung, 09 Juli 2009
22:49 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s