Halte, Antara Pemberangkatan dan Pemberhentian


Bismillahirahhmanirahhim. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu.

Siang itu, sekitar pukul 14.23 WIB, saya pulang dari Bandung ke Jatinangor menggunakan bis Damri. Saat perjalanan, saya melihat seorang anak kecil; lusuh, kumal, dan ia duduk di sebuah halte. Ia duduk menatap kosong jalanan. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan anak itu.

Esok harinya, saya ke Bandung menggunakan bis damri lagi. Dalam perjalanan, saya melihat kembali anak kecil kemarin masih duduk dengan posisi dan pakaian yang sama. Saya semakin penasaran, kenapa dari kemarin sampai sekarang ia masih duduk di halte yang sama. Padahal, ratusan bahkan jutaan orang, hanya menjadikan halte itu tempat persinggahan. Lalu, ada apa dengan anak itu? Apa yang ia lakukan di sana? Hanya duduk terdiam dengan mata kosong menatap ke jalan.

Saya hanya bertanya-tanya dalam hati. Apakah anak kecil itu tidak menyadari bahwa halte itu hanya tempat persinggahan. Bukan tempat duduk dengan durasi yang saya pikir terlalu lama. Entahlah, saya juga tidak mengerti apa yang dipikirkan anak itu.

Saya semakin penasaran dengan ulah anak kecil di halte itu. Saya bertekad, esok hari saya akan turun di halte itu.

Esoknya, saya ke Bandung lagi menggunakan bis damri. Berharap saya akan melihat anak kecil itu di halte. Tapi sungguh aneh! Anak kecil itu tidak ada. “kemana ia pergi?” pikiran saya berkelabat saat itu. Kemudian saya pun hanya bisa diam. Mencoba menemukan hikmah dari realitas peristiwa yang saya lihat.
Saudaraku, saya tidak pernah mengira bahwa saat ini, saya harus menghabiskan hari-hari saya di sebuah kecamatan perbatasan Sumedang dan Bandung. Saya katakan saya tidak pernah mengira. Atau bahkan, mungkin saya tidak pernah berdoa kepada Tuhan bahwa suatu saat saya akan berada di sebuah tempat yang tidak saya kenal. Tapi kenyataannya, hari ini saya berada di sini. Tapi siapa yang tahu jika esok, lusa, atau dua puluh tahun lagi saya berada entah di mana.

Setelah saya berpikir cukup panjang. Akhirnya saya bisa menemukan kenapa Tuhan melukiskan sebingkai realitas melalui anak kecil tadi. Ternyata, ada pesan yang hendak disampaikan-Nya melalui; halte, anak kecil, dan persinggahan.

Saudaraku, ternyata benar adanya. Bahwa hari-hari yang kita jalani di dunia—layaknya seperti menunggu bis di sebuah halte. Ibarat menunggu bis di sebuah halte, maka mau tak mau kita harus meninggalkan halte itu ketika bis yang kita tunggu sudah tiba.

Begitu juga dengan dunia ini, kawan! Saya pikir, dunia tak lebih dari sebuah halte. Mau tak mau, kita harus meninggalkannya. Lalu selanjutnya, kemana kita pergi? Jika kita melihat kondisi yang terjadi di sebuah halte, banyak orang ketika menunggu bis melakukan berbagai macam aktivitas. Ada yang membaca Koran, memainkan ponsel, mengobrol dengan teman, atau mungkin hanya diam dan melamun.

Hal yang sama juga kita alami selama hidup di dunia ini, kawan! Ketika menjalani hari-hari kita di dunia, banyak hal yang telah kita kerjakan. Baik atau buruk hanya kita dan Tuhan yang tahu. Tapi yang jelas, suatu keniscayaan bahwa apa pun yang telah kita kerjakan akan terhenti. Kapan? Wallahu’alam.

Kawan, coba kita berhenti sejenak dari ragam aktivitas yang saat ini kita lakukan. Berhenti, dan merenunglah. Adakalanya kita butuh waktu untuk berfikir dan merenung tentang hidup dan kehidupan yang kita jalani. Pejamkan sejenak mata kita, kawan! Pikirkan, apa saja yang telah kita kerjakan di dunia ini. Tanyakan pada hati kita yang terdalam, baik atau burukkah yang selama ini kita lakukan?

Selanjutnya, siapkah kita meninggalkan dunia ini (halte) dengan menyunggingkan seulas senyuman. Seraya berkata, “Terima kasih Tuhan. Aku cukupkan diriku untuk membekali diri dengan melakukan kebaikan untuk-Mu. Semoga apa-apa yang telah kutanam saat ini, akan kupetik kelak di syurga-Mu. Amin.

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhan-Mu dengan jiwa yang tenang.”
Teruntuk: – Saudara-saudaraku yang tengah sibuk menata hidup untuk masa depan. Semoga bermanfaat. Barakallahu fika. Syukran Jazakumullah.

Bandung, 12 Juni 2009
5:49 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s