Mereka Mengangkasa Menuju Langit


 

Ya Allah, sampai kapan semua ini harus berlanjut?Aku tak sanggup ya Rabb. Mihat ribuan nyawa melayang.Hilang, begitu mudah.Aku tak sanggup. Melihat puing-puing peradaban Islam yang luluh lantak.Takberbentuk.

Di sana-sini, onggokan mayat manusia muslim Palestina. Di sana-sini, kabut mesiu menyesakkan hidung. Di sana-sini, tangis darah menjadi minuman yang paling disukai oleh Israel.

Dengarlah, tangisan anak-anak Palestina itu begitu menyayat hati.Bukan tangis karena tidak dikasih susu.Bukan juga tangis karena mereka pipis di celana.Tangis itu, tangis suka cita.Mereka, anak-anak itu.Terbang menuju-Mu, ya Rabb.Menjadi bunga yang bersemi di telaga Alkautsar.

Aku rindu.Kapan saat yang tepat aku bisa mencium bau syurga?Oh, kapan aku bisa menyiumnya?Di sana, di Tanah Palestine, para mujahid tengah bersuka cita.Bukan menangis karena takut, kawan!Mereka bahagia.Janji Allah telah mereka genggam.
Jatinangor, 9 Januari 2000. Pukul: 22:03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s