Kehilangan Satu Warna Pelangi


Source: http://www.bhmpics.com/
Source: http://www.bhmpics.com/

Pelangi.

Membuat semua orang terkagum dengan keindahanmu. Membuat orang takjemu memandangmu. Membuat orang takhenti-henti untuk memujimu. Membuat orang betapa ingin menggenggamu. Membuat orang ingin menjadi salah satu warna di antara warna-warna yang lahir karena dispersi yang sungguh rahasia. Pelangi tercipta dari paduan warna kasih sayang yang begitu indah. Merah-jingga-kuning-hijau-biru-ungu. Semua warna itu berkombinasi membentuk garis lengkung yang indah. Sungguh, indah sekali. Mahasuci Allah yang menciptakan keindahan di alam semesta ini.

Pelangi hadir pada saat orang merindu.

Di saat orang-orang resah dengan ketidakpatian. Pelangi hadir karena dispersi cahaya dengan rintikan hujan. Ketika hujan reda, pelangi menghiasi langit dan membentangkan sayap malaikatnya kala itu. Indah, semua orang pasti akan berkata seperti itu. Pelangi memang tampak indah jika semua warnyanya lengkap. Jika satu saja warna pelangi itu tidak ada, pasti pelangi kurang indah dan sempurna.

Ya, kami kehilangan satu warna pelangi. Warna yang senantiasa menghiasi langit-langit cahaya mimpi kami. Entah kemana? Kami juga seakan tak paham kenapa ia hilang. Apakah ia telah jemu karena selalu beriringan dengan warna lainnya? Atau ia pergi untuk menjadi warna yang lebih indah? Kemudian, ia balik lagi dan akan menambah keindahan.

Satu warna telah memutuskan untuk melepas ikatan rantai yang telah kita buat. Ia adalah warna merah muda. Warna yang mencerminkan keceriaan dan kebahagiaan. Warna itu sangat kami butuhkan. Karena warna itulah kami bisa tersenyum, tertawa dan bahagia. Tapi ternyata takdir bicara lain. Sepertinya, telah menjadi garis kehidupan bahwa ia harus meninggalkan kita. Ia harus terbang dengan sayap cahaya yang ia miliki. Terbang tinggi menggapai mimpi-mimpinya.

Awalnya, aku tidak terima dengan keputusan ini. Kukatakan ini adalah keputusan yang sulit untuk diterima. Bagaimana tidak? Hati-hati kita telah menyatu dalam ikatan persaudaraan yang kuat. Tiba-tiba, ada yang berubah. Kita tidak lagi utuh. Semuanya telah berubah.

Sekarang, aku telah paham. Bahwasanya, hidup itu adalah rangkaian cerita yang telah diatur oleh Allah. Daun-daun yang berguguran tidak akan luput dari pantauan Allah. Bahkan, debu-debu yang berterbangan di padang pasir tidak lepas dari kekeuasaan Allah. Lalu apa lagi? Ya, semuanya telah diatur oleh Allah. Allah-lah yang mengarahkan jalan hidup hamba-hamba-Nya. Begitu juga dengan pilihan hidup. Pasti Allah telah tahu apa yang harus kita pilih. Memang berat. Tapi itulah pilihan hidup. Semua akan selalu ada konsekuensinya. Lalu bagaiman kita menyikapinya? Cara terbaik menyikapinya adalah dengan berusaha memahaminya.

Kedewasaan adalah modal utama meraka menerima ini semua.

One thought on “Kehilangan Satu Warna Pelangi

  1. Makasih banyak yah akhyar atas tulisannya dan semua moment yang telah kita (kominfo) lalui bersama.Pokoknya kalo ada acara apa aja dan ada acara kominfo, kasih tau melz dan ajak2 yah…hehe..nuhun. melz stay tune aja kog disini. cuma insya Allah bulan januari-februari aja melz akan full di jakarta…mohon doanya yah yar…smangat semuanya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s