Nasehat untuk Hati


Contemplation
Contemplation

Nasehat untuk Hati

Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain. Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran hati. Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruan masing-masing. Semakin banyak yang dipikirkan. Semakin banyak yang dibutuhkan. Berarti semakin menumpuk pula resikonya.

Semua yang ada di sekitar kita, meskipun tinggi nilainya, tidak ada artinya sama sekali. Tampaknya seakan semua gersang, jika kita terjangkit penyakit bosan. Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga, belum tentu bagus. Rata-rata, ternyata kesadaran itu lahirnya di ujung derita. Pedih bermula. Tetapi jika kita mampu menerimanya ternyata kita berada dalam pelukan Tuhan.

Yang kemarin, hanya ada dalam ingatan. Untuk besok, hanya kamu yang mampu dengan harapan. Yang sekarang, ini adalah yang sebenarnya. Dimana kamu harus terima, dengan penuh kesadarannya. Siapa sekarang yang tidak ingin membuka mata, besokpun akan tetap buta. Mengerti adalah syarat yang paling minimal.

Tetapi, mengerti saja apakah sudah cukup?

Anda harus ungkapkan perasaan hati Anda. Agar orang lain dapat mengetahui bahwa ia telah melukai hati Anda. Kemudian segera menyelesaikannya. Jangan menyimpannya. Berapa lamakah Anda dapat menyimpannya? Hawa kemarahan yang tertimbun dalam hati Anda dapat terbawa dari satu. kelahiran ke kelahiran berikutnya. Hingga suatu saat, jika hawa itu sangat besar, Anda bisa terlahir menjadi binatang. Jenis binatang yang sangat buas. Itu hanya disebabkan sentimen marah Anda tidak segera dihapuskan. Maka janganlah meremehkan hal ini. Itu adalah konsep pikiran yang salah. Janganlah merasa terlalu kecewa, tetapi jalanilah hidup setiap saat dengan sepenuh hati kamu. Apapun yang mesti kamu lakukan, lakukan dengan penuh ketulusan.

Benci takhilangkan kenangan yang tercipta. Benci takluluhkan hati yang mencinta. Benci hanya timbulkan rasa gundah di hati. Benci hanya hasilkan kebencian itu sendiri. Kemana akan kubawa hati ini. Hati yang penuh dengan kegundahan karena benci. Mengapa hati manusia bisa terluka. Mengapa manusia takhanya diberi bahagia. Seperti seorang Gibran pernah berkata tentang cinta. Biarkanlah dia memelukmu walaupun pedang di balik sayapnya melukaimu. Cinta takhanya memberi kebahagian. Tapi juga memberi kesedihan. Tapi kadang kesedihan yang diberikan cinta.

Adalah satu kebahagiaan seorang pecinta

Boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia teramat buruk bagimu. Dan bisa jadi kamu membenci sesuatu, tetapi sebenarnya ia baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak tahu banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s