Mempertanyakan Takdir


1_alephunky

Aku lahir dari seonggok tanah liat yang diambil di belakang rumah milik pengusaha keramik. Aku di jemur dan di aduk-aduk oleh tangan-tangan yang kasar. Tangan mereka begitu bau. Tapi kata mereka aku lebih bau dan hina. Aku dibiarkan tergelatak kepanasan di luar. Bukan satu jam. Juga bukan satu hari. Aku harus merasakan diriku terpanggang dan dijilati oleh panas matahari yang begitu bringas. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini.

Aku benci kepada pengusaha keramik itu yang telah membawaku dan membiarkanku kepanasan di luar. Akhirnya, orang-orang yang pernah menyiksa tubuhku kemudian menjemputku. Aku merasa senang. Mungkinkah aku akan kembali di bawa ke tempat asalku. Tapi apa yang terjadi. Aku malah dimasukkan ke dalam wadah yang hitam legam. Aku dipanggang di atas api yang berkoar-koar. Tubuh ini benar-benar hancur. Kemudian, pengusaha itu memegangku. Aku taktahu apa maksudnya. Ia seperti ingin melakukan sesuatu padaku. Ternyata benar. Ia memasukkan ke dalam sebuah cetakan. Aku benci karena mereka selalu perlakukanku dengan buruk. Tubuhku diputar-putar dan sakit sekali. Kemudian aku ditaruh di depan cermin. Aku lihat diriku di dalam cermin. Aku takpercaya dengan apa yang aku lihat. Aku begitu cantik dan tampak menawan. Aku menjadi guci yang paling indah dan yang paling menarik.

Aku lahir dengan takdir diriku sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s