
MAJAS
Majas atau gaya bahasa adalah bahasa kias yang digunakan untuk mempertajam maksud.
A. Majas perbandingan
1. Personifikasi, yaitu majas yang membandingkan benda yang tidak bernyawa seolah-olah dapat bertindak seperti manusia.
Contoh : a. Bulan menangis menyaksikan manusia saling bunuh.
Doa Jalan Raya
demi debu yang berbaring gelisah di bulu mataku
demi daun-daun gugur yang mengering di jari-jariku
demi batu-batu yang membisu di punggungku
demi ban-ban yang merintih di lututku
demi darah yang mengering di kukuku
ampunilah kami, dosa jalan-jalan raya
yang selalu memanggil orang-orang
keluar dari dalam dirinya
(Ahmadun Yosi Herfanda, Sembahyang Rumputan/2005)
2. Metafora, yaitu membandingkan dua hal/benda tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh : Bumi itu perempuan jalang.
Di Hilir, Doaku Menjelma Gadis Mimpi
tuhan itu kata-kata
yang dibahasakan para nabi
sebab itulah
lewat doa dan rapal mantra
kutelusuri perempuanku
gadis di hening mimpi
penari hujan
di hilir sungai
(Komang Ira Puspitaningsih, 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008)
3. Simile/Perumpamaan, yaitu membandingkan dua hal/benda dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh : Wajahnya bagai bola api.
Dialog Senja
dapatkah kini kau tertawa seperti biasa
sambil kau kibarkan rambutmu di udara
bagai lembang kemenangan dan cinta?
- syukurilah anugerah dalam setiap helaan
napas kita, hari-hari yang berlalu penuh makna
setalah hidup dan menghidupi semesta, katamu
sambil menyibak tirai jendela
hingga hari makin cepat senja
(Ahmadun Yosi Herfanda, Sembahyang Rumputan/2005)
B. Majas pertentangan
4. Hiperbola, mempertentangkan secara berlebih-lebihan.
Contoh : Saya telah berusaha setengah mati menyelesaikan soal itu.
Doa Matahari
jika matahari membakar ubun-ubunku
jadikan panasnya penyala gairah jiwa
keringat mengucur di badan
membuang basil dan kotoran
kuseka luka perlahan
sebagai nikmat kehidupan
(Ahmadun Yosi Herfanda, Sembahyang Rumputan/2005)
5. Ironi, mempertentangkan yang bertujuan menyindir dengan menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan fakta yang sebenarnya.
Contoh : Hebat betul, pertanyaan semudah itu tidak bisa kaujawab.
Kata Peramal
Di malam hari, kurangilah waktu tidurmu
Udara di luar dipenuhi sulur-sulur
Mimpi buruk yang lihai menjalar serta menjerat
Tubuhmu, mencuri harapanmu yang sisa sekarat.
Di pagi hari, berlama-lamalah di kamar mandi
Lemparkan dirimu sejauh mungkin dari televise,
Surat kabar, suara penyiar radio atau tetangga,
Mereka membicarakan namamu, tentang dirimu,
Sebagai berita paling haru lalu mereka tertawa.
Sebab, sungguh, yang paling perih yang paling lucu.
(Aan Mansyur)
6. Sinekdok: Menyebutkan sebagian untuk keseluruhan
Sineman Uler Kembang
di hari-hari tertentu kita duduk bersama
di pinggir telaga memegang joran tanpa umpan
dengan capung bertengger di salah satu jari tangan kita
kau seperti mata cincin kawin yang tak pernah kita kenakan
mungkin kita adalah pengantin dari masa lalu
yang kehilangan ingatan karena cinta yang teralu
(Gunawan Maryanto)